Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Kegiatan Hari pertama


__ADS_3

Seusai berkenalan, Ruo sedikit menanyakan informasi mengenai alam Dou Xing.


"Junior,,, kami sungguh tidak mengerti semua yang junior maksud,,, dan pula,kenapa junior menanyakan banyak hal, seakan Junior tak tau apapun" Pungal di buat heran dengan prtanyaan pertanyaan Ruo.


"Hutan ini, adalah tempat berburu favorit kami junior,, kami dari ras manusia,golongan pemburu adalah kasta terendah dari ras manusia lainya yang memiliki kehidupan lebih baik"


"Dan sebenarnya, Junior dari kasta ras manusia yang mana" Pungal berbalik menanyakan identitas Ruo.


"senior,,,, junior juga seorang pemburu" jawab Ruo tegas.


"hee.... " pungal dan pungol menyipitkan mata, seakan ada yang salah dari ucapan Ruo.


"Benarkah,,, junior seorang pemburu"


"emmm.... benar,,,, junior seorang pemburu"


"Baiklah, kami percaya.... bagaimana kalau kita berburu bersama" usul pungol.


"Baik,,, aku ikut dengan senior"


Merekapun, memulai perburuannya kembali, setelah terhenti karna Ruo.


Grrrroooaaaaahhhh


"junior,,, hati hati, itu raungan beruang api level 8 puncak, sebaiknya kita mencari tempat lain" ajak pungol.


"senior,,, bukankah semakin tinggi levelnya, maka semakin mahal juga nilainya"


"aissss..... memang, tapi kekuatan kita takan mampu melumpuhkan beruang itu"


"senior tunggu sebentar di sini"


whussssssss......


Ruo mendadak melesat, meninggalkan pungol.


grroooooaaaaaahhh.


merasakan kehadiran manusia mendekat, Beruang api itu meraung.


"Duri landak.... "


blaaaaarrrrr........


Duri landak baja angin.... berputar mengelilingi tubuh Ruo, yang kini berhadapan langsung dengan beruang api.


Ruo mengendalikan beberapa Duri landaknya,mengarah pada beruang api.


swuuuuusssssshhhhh.........


blaaaaarrrrrrrrr........


Duri landak tertahan oleh energi api dari beruang api.

__ADS_1


senjata dan energi api beradu, dan saling menekan,,,, Ruo melompat tinggi ke atas kepala, mencoba menebas kepala beruang api....


tccaaaahhhhhh......


Traaaaannnngggggh


pedang pembalik langit, di tangkis oleh cakar beruang api.


Graaaaaaaaaaahhhhhhh......


Beruang api bertambah beringas, menyerang Ruo....


chiuuuuuuu.........


beruang api, mengibaskan cakarnya,,,, dan melesatkan serangan energi berbentuk lima cakar besar ke arah Ruo.


"perisai naga.... "


Duaaaaaarrrrrrrr........


serangan beruang api di tahan dengan Tameng naga oleh Ruo.,,, Ruo kembali melesat maju, menerjang beruang api, kali ini Ruo menyerang bagian bawah.


Sreeeeetttttt............


Ruo bersleding di bawah perut beruang api, seraya menyayat perut beruang api trsbut.... namun karna ketebalan kulit serta lapisan energi api beruang, sayatan pedang Ruo tak berpengaruh banyak.


Graaaaaahhhhh.....


Bommm.......


Beruang api, berkali kali mengibaskan cakarnya ke arah Ruo, menyerang dengan energi apinya..... Ruo dengan cekatan melesat kemana mana, menghindari serangan energi beruang.


"Duri landak,,,,, sapuan angin"


whuuuussssssss.........


Duri landak baja angin,,,, menyebar dan mengelilongi tubuh beruang api.


ggrrooooaaaahhhhhh........


trang,,, trang,,, trang........


beruang api, mencabik setiap Duri landak yang mengarah tubuhnya, dengan gesit, di sertai energi api yang meledak ledak menahan setiap tusukan Duri landak baja angin.


"Kekuatan beast di alam ini memang berbeda,,, " Gumam Ruo yang mengukur perbedaan kekuatan beast di alamnya dulu.


Dari semak yang cukup jauh,,, pungal dan pungol serta dua lainya, menyaksikan pertarungan Ruo dan beruang api.


Mereka di buat takjub, dengan keahlian Ruo yang mampu meladeni serangan beruang api.


"saudara,,, bocah itu ternyata sangat hebat"


"emmmm..... aku kira dia hanya bercanda tadi.... "

__ADS_1


"apa perlu kita bantu bocah itu... "


"ya.... memang seharusnya kita membantunya,,, tapi, melihat dampak serangan dari keduanya, kita takan bisa bertahan"


"benar juga,,,,, "


mereka urung membantu Ruo, karna sadar akan kemampuan mereka,dan memilih kembali melihat pertarungan Ruo yang semakin sengit.


Area, seluas ratusan meter,,, kini terbakar dan di penuhi oleh percikan api karna pertarungan Ruo dan Beast beruang api.


"pedang pembalik langit,,,,, langkah angin,,,,, sayatan langit... heeeyyyyyaaaaaaaaaaaaa"


wheeeeeeeeessssssssss


kecepatan luar biasa di tunjukkan Ruo, hingga beruang api tak dapat mengikuti pergerakan seranganya.


sreeeeettttttt


slaaaaaaassssaaahhhhhhh


jurus sayatan langit, dari pedang pembalik langit dan langkah angin... akhirnya berhasil memotong tangan beruang api.


srreeetttttt..... sreeeettttt.....


Ruo tak berhenti di satu tangan,,, dia memotong tangan satunya dan satu kaki sekaligus....


Bllluuuuuuuughhhh


Beruang api tersungkur jatuh ke tanah...


groooaahhhh.....


Beruang api meringik kesakitan, Ruo segera mendekat,untuk mengakhiri rasa sakit dari beruang api....


cleeepppppp.......


grrrrrrrrrhhhhh


Ruo menusukkan pedangnya, tepat di bagian jantung beruang api,,, hingga beruang tersebut tewas.


Memastikan beruang api telah tewas,,, pungal dan pungol pun menghampiri Ruo.


"Junior.... ap... pa... Beruang api ini sudah tewas"


"emmm..... senior silahkan ambil inti roh beruang api ini"


"tidak... tidakkk.... junior yang lebih berhak, biar kami ambil tubunya saja junior"


"junior belum memerlukanya senior,,,,, nanti junior akan mencari yang lain" bujuk Ruo, agar pungal dan pungol mau menyimpan beast beruang api trsbt.


"baiklah kami ambil junior..... " merekapun mengambil inti roh dan menyimpan tubuh beruang api pada cincin ruang masing masing...


selesai dengan beruang api mereka melanjutkan perburuan,,,, Ruo merasa sangat senang, di hari pertamanya di alam Dou Xing, dia langsung mendapat teman sekaligus kegiatan yang merupakan kesenangannya,,,, yaitu berburu.

__ADS_1


.............................


__ADS_2