Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Ranah Dewa Langit


__ADS_3

Tiga hari setelah semua peradatan Pengangkatan Matriak selesai,,,, Jian Ning mengajak Ruo berbicara empat mata.....


"Senior,,, bukankah niat senior ke wilayah Ning ini untuk berlatih" Jian Ning menanyakan niat awal Ruo ketika hendak pergi ke wayah Ning.


"ya benar saudari,,, setelah ini pun, aku akan mencari tempat itu" tutur Ruo


"Senior,,, aku tau tempat yang sangat pas untuk senior berlatih, bagaimana kalau aku antar senior ke tempat itu"


"benarkah,,, "


"emmm..... "


"kalau benar saudari tau tempat yang cocok untukku berlatih,, aku akan merepotkan saudari Ning"


"tak apa,,, bagaiman kalau siang nanti kita kesana"


"ide bagusss, saudari Ning" ucap Ruo semangat.


"dan senior,,, boleh aku bertanya sesuatu" ucap Jian Ning, pelan dan ragu


"apa itu saudari,,, katakan saja" pinta Ruo...


"emmm.... apakah senior sudah memiliki kekasih" Jian Ning, merasa malu dgn pertanyaanya sendiri.


"ituuuu....... aku tak begitu mengerti tentang yang saudari maksud, tapi jika maksud saudari wanita terdekat,,, ya.... aku memiliki kedekatan dengan seorang wanita di daratan Zurhen" Ruo berbicara santai.


"lalu,,, kenapa senior tidak membawanya bertualang seperti kebanyakan kultivator lain"


"Saudari Ning,, aku memiliki tujuan, dan dia memiliki tanggung jawab besar, sama halnya dengan mu saat ini"


"apakah dia seorang Matriak,,, sama sepertiku... "


"Bukan,,, dia hanya seorang putri dari Kekaisaran Jiang" jawab Ruo


"hanya...... senior, seorang putri Kekaisaran, senior anggap 'Hanya'.... "


Jian Ning, tak habis pikir.... seorang putri Kekaisaran pun, sama sekali tak di anggap istimewa oleh Ruo


"apalagi aku" gumam Jian Ning.namun dapat di dengar Ruo.


"saudari Ning,,, sebagai kultivator, kita tak menganggap tinggi status dan kedudukan"cletuk Ruo


" benarkah.... "


"aiissssss...... maksudku, bukanlah seperti yang saudari pikirkan" Ruo paham, perkataanya seperti memberi kesempatan pada Jian Ning, dengan tak trlalu memandang sttus dan kedudukan.


"sudahlah.... kita tak perlu membahas hal hal seperti itu untuk saat ini,,, sebaiknya kita bersiap sekarang" ajak Ruo, keduanya menyiapkan keperluan dan tak lupa mengajak ketiga Jian.


Pada akhirnya,,, mereka menuju tempat yang menjadi pilihan mereka untuk berlatih......


"saudari,,,, tempat ini, menebarkan energi yang mengerikan" ucap jian wewei

__ADS_1


"Benar,,, darimana saudari tau ada tmpat yang penuh energi gelap ini" Jian luo menyahut dengan pertanyaan.


"tunggulah sampai kita pada tujuan sebenarnya"


pinta Jian Ning, sambil tetap memimpin jalan.....


"naaahhh,,,, sudah sampai" kata Jian Ning, Ruo dan ketiga Jian, menengok kiri kanan, melihat sekitar ...mereka kini berada di pinggiran danau yng tak terlalu besar, namun lokasi danau itu berada di bawah akar sebuah pohon raksasa, yang menambah kesan seram dan mengerikan.


"saudara,,, senior,,,, tempat itu ada di gua dasar danau ini" ucap Jian Ning, kempatnya lalu menatap danau yang di tutupi akar akar pohon raksasa itu.


"bagaimana kita kesana saudari" tanya Jian Cok.


"saudara Cok jangan melupakan senior Ruo.... hehehe" cletuk Jian Ning


"ahhh.... iya,,, benar juga" Jian Cok menepuk keningnya sendiri.


"baiklah,,, jangan menunggu lagi mari kita ke gua itu" ucap Ruo.


"elemen angin.... pesona kantong angin"


wuuussssss........


Ruo melepaskan elemen anginya, lima pusaran angin tercipta, lalu membungkus tubuh kelimanya...


"Byyuuuuuurrrrrrr"


kelimanya menyelami danau, yang ternyata sangat dalam.......


mereka menyelam hingga tiga jam, bahkan, mereka tak lagi mendapat cahaya matahari sebagai penerang jalan di dasar danau,,, Yng kemudian Ruo kembali menggunakan elemen lain, untuk menerangi jalan.


"senior,,,, sebelah kanan adalah pintu masuk gua" tunjuk Jian Ning, di ikuti keempatnya yang menambah kecepatan.....


"aahhhh..... akhirnya sampai juga di tujuan" Jian Cok, merasa lega.


"Deegggghhhhhhh"


saat kelima pemuda itu berbalik, mengarahkan mata mereka ke dalam gua,,, kelimannya mematung, tak bergerak,ranhangereka terbuka lebar, menyaksikan apa yang ada di depan mata mereka.


"a.. a.,.. pa i... nnni..... nyata" Ruo memaksa mulutnya untuk berkata.


"senior..... bukankah tanaman herbal di sini terlalu banyak" ucap Jian Ning


"ya...... cukup bagi kita untuk menaikkan kultivasi, bahkan sampai ranah dewa langit, untuk kalian" tutur Ruo


"apaaaaaa" keempatnya kaget mendengar penuturan Ruo.


"mari kita telusuri gua ini terlebih dahulu, setelah itu kita mulai ber kultivasi" ajak Ruo.


mereka mulai menelusuri gua,,, sambil melihat barbagai macam dari ratusan jenis tanaman herbal yang umurnya tak lagi bisa mereka perkirakan.


Ruo memilih setiap herbal yang cocok untuk dia petik, bahkan di dalam gua itu ada buah , di katakan sebagai buah abadi, namun karna Ruo dan lainya tak mengerti karna belum pernah membaca catatan mengenai buah buah itu, dia lebih memilih menyimpanya dla cincin ruang, dia tak mau ceroboh menggunakan sesuatu yang masih di luar pengetahuanya.

__ADS_1


"kalian,,,, minumlah air ini, dan mulailah menyerap semua tanaman herbal yang sudah aku kumpulkan" Ruo melemparkan empat botol kecil, yang berisi air inti spiritual,,, karna dengan meminum air inti spiritual, Ruo tak perlu khawatir dengan penyerapan tanaman herbal secara langsung karna air inti dpat menetralkan energi yang sangat besar, dan membuat penyerapan energi lebih efisien.


ke empat Jian lalu duduk memutar dan bersikap lotus, dengan tumoukan tanaman herbal yang ada di tengah mereka,,, Ruo membentuk formasi kubah melingkupi ke empat Jian, agar energi tanaman herbal tidak berpendar kemanapun.


"kalian mulailah,,, aku masih harus mencari sesuatu" suruh Ruo


"emmm.... " ke empat jian mengangguk, lalu mulai menutup mata mereka.


satu jam, dua jam,,, tiga jam,,,, tanaman herbal mulai mengeluarkan bias bias energi tersulur pada masing masing tubuh Jian.


perasaan tenang dan hangat di rasakan oleh mereka, yang sebenarnya membuat mereka heran, karna biasanya,,, tiap kali mereka menyerap pil energi atau semacamnya untuk menaikkan tingkat kultivasi, mereka akan merasakan sakit.namun mereka kembali ingat pada air yang mereka minum dari Ruo, dan mereka kembali merasa tenang serta semakin meningkatkan konsentrasi.


salah satu kelebihan air inti spiritual adalah,,,,memeperhalus, energi yang sangat besar sekalipun seperti energi biasa di dalam tubuh,jadi tubuh akan dapat menerima energi sebesar apapun.


Ruo masih menelusuri gua,,, hingga di salah satu sisi ruang Ruo menemukan dua batu berwarna hitam kusam dan putih kusam, berjejer.... Ruo mengambil kedua batu itu dan menyimpanya kedalam cincin ruang,, setelah puas, Ruo mulia mengumpulkan kebutuhanya sendiri dan memulai berkultivasi di ruang yang tak jauh dari empat Jian berada.


satu hari......


"demmmmm"


dua hari


"demmmmm"


Suara teredam berdentum,energi yang meluap, memaksa menjebol dentian mereka dan memperlebarnya,setelah energi kembali memadat dan meluap, energi yang terserap akan kembali menjebol dan memperlebar dentian.


kecepatan penyerapan energi, tak lain karna air inti spiritual.


Baaammmmmmm...........


kelima pemuda tengah larut dalam kultivasinya,,,, tanpa tau, di luar sana, fenomena alam gila gilaan sedang terjadi karna kenaikan ranah mereka ke ranah dewa.


angin, hujan, petir, geledek, awan gelap, badai, gempa bumi, fenomena itu terus berlangsung di seluruh wilayah Ning, untungnya, Ruo telah mengantisipasi dengan memperhitungkan itu, dan menyampaikanya pada para tetua sekte Gagak hitam, dan juga mereka di tugaskan untuk mengamankan semua warga di wilayah Ning.


"Demmmmm..... "


ledakan teredam kembali terjadi.....


satu bulan berikutnya,,, merka menyudahi kultivanya,,, karna energi dari tanaman herbal telah terserap habis.


kini,,, Jian Ning, Jian Cok, jian luo, dan Jian wewei, berada pada ranah dewa bumi tahap puncak, yang kekuatanya setara dengan patriak sekte Zi...


sedangkan Ruo, berada pada ranah Dewa Langit tahap puncak,,, yang artinya, menjadikan dia sejajar dengan orang terkuat di benua Zen, yaitu leluhur kaisar Zen.


"Jian Ning,,, panen, dan simpanlah semua tanaman herbal ini, untuk meningkatkan kekuatan semua tetua dan anggota sekte mu" pinta Ruo


"emmm.... tapi, bagaiman dengan saudara Jian" tanya jian Ning, menawarkan.


"kami tidak memerlukan itu, dengan saudari membawa kami ke tempat ini,,,, sekarang lihatlah kultivasi ku,,,,, bahkan berterimakasih saja takan cukup saudari ku" ucap Jian luo.


"baiklah,,, aku akan menggunakan semua ini untuk kepentingan sekte" ucap Jian Ning, lalu kelimanya mulai memanen tanaman herbal yang berada di gua tersebut. dan memberikanya pada Jian Ning.

__ADS_1


selesai dengan itu,,,, kelimanya melesat meninggalkan gua, yang kali ini mereka tak memerlukan kantong angin untuk menyelami air,,,, karna dengan Qi yang energinya sudah berada pada ranah dewa, membuat mereka sanggup menahan nafas berjam jam lamanya.


__ADS_2