
Senja di ujung sore,menguning.... Cantik membias seluruh wilayah Kekaisaran Zen.
Beberapa orang berkumpul di satu tempat,depan dua pilar batu yang bertuliskan Rune kuno rumit, seorang pria paruh baya berdiri gagah memanjakan jenggot panjangnya.
Dia menatap seorang pemuda dengan tatapan tenang ......
"Nak Ruo,,, apa kau sudah benar benar siap"
"junior siap Leluhur"
"Baik..... "
Whhhuuuuussssssssss........,...
Blaaaaaaarrrrrrrrrrr...........
Lelehur Zen Dong, membentuk segel,dan mengarahkan segel itu pada dua batu pilar yang berada di hadapanya.
Segel segera menyatu pada setiap huruf rune kuno,dan menyemburkan energi terang,fluktuasi energi kemudian membias terang di antara kedua pilar batu.
"Kapan pun, jika kamu siap..... Masuklah nak,,, " Leluhur Zen berucap sambil melipat tanga di dadanya.
Ruo berbalik wajah, menatap paman Bibi serta ibunya, dan juga Kaisar Zen serta para pejabat tingginya.
"Ruo'er pamit.... " Hanya dua kata yang terucap dari mulut Ruo, kemudian dia melakukan peradatan, di lanjutkan dengan Ruo melangkah pada batu pilar.
Wajah tenang penuh ketegasan, di pasang Ruo, matanya menatap lurus pada bias energi di antara kedua batu pilar....
Dan......
Chiiiuuuuuuuuu........
Zzzeeeeeppppppppppppp.......
__ADS_1
Blaaaaaaaarrrrrrrrrrrrr............
Seusai Ruo memasuki pintu energi, cahayanya berpendar, dan tertarik masuk seperti mengikuti Ruo, yang dalam sekejap sudah tak lagi nampak.
Keadaan kembali seperti semula, dengan sinar senja kembali menghangatkan tempat itu.
"Dewi langit...... Ada banyak hal yang ingin ku bicarakan dengamu" Leluhur Zen kini menatap Ling Su Yuan.
"Junior mendengarakan Leluhur... " Ucap Ling Su Yuan.
Merekapun menyudahi,, meninggalkan tempat itu.
Alam Dou Xing............
Zzzeeeeeppppppppp.........
Dari kolong langit, bulatan bias energi terbentuk seperti lubang kecil
Buzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.............
Booommmmmmmmmmm
Debu tanah mengepul di sekitar tempat Ruo jatuh.
" Uhuukkkk... Uhuuukkkkkk......"
Ruo batuk tersedak debu.
"Aaarrr,,,, tulangku seperti remuk, aisssss...... Sakit sekali" Rintih Ruo, yang merasakan sakitnya terjatuh dari ketinggian.
"Apakah sudah sampai... " Ruo melihat kiri kanan sekitar,yang saat ini dia berada di lapang tanah berumput di kelilingi pepohonan.
"Ternyata, tidak begitu berbeda dangan alam sebelumnya" Gumam Ruo, lalu dia mulai membersihkan tubuhnya dari debu yang menempel di pakaianya.
__ADS_1
"Kek... Kenapa baju ini jadi begitu longgar"
"Eh.... Lenganku lebih kecil" Ruo mulai sedikit panik, dengan keadaan fisiknya.
Dia memeriksa semua kondisi fisiknya.
"Aisssss..... Leluhur Zen tak berbohong.... fisik dan kultivasi ku di terunkan.... Untungnya tidak sampai ranah jendral, tapi sampai ranah kaisar bumi tahap puncak.... Sukurlah... " Gumam Ruo yang merasa masih beruntung.
Ruo yang masih sibuk memeriksa fisiknya tiba tiba di kagetkan dengan suara teriakan dari jauh....
"Bocaaaahhhh..... Awas minggirrr"
Suara teriakan membuat Ruo tersadar,,, namun terlambat.
Buuugggghhhhhh....... Bammmmm
Ruo di seruduk oleh seekor binatang Beast domba angin, dan terpental jauh menabrak pepohonan besar.
"Aarrrhgghhhh" Ruo kembali mengerang kesakitan di bawah pohon besar akibat serudugan kepala domba angin.
Beberapa Orang yg tadi meneriaki Ruo pun menghampiri.
Mereka menatap Ruo dengan tatapan aneh.....
"Saudara,,, di tangah hutan kok bisa ada anak kecil"
" Saya juga gak tau, nanti tak tanyain"
"Nak, kamu siapa, kok bisa ada di tengah hutan sendirian, orang tua mu di mana" tanya orang itu.
"Ruo,,, namaku Ruo senior"
" ooh.. Nama bocah ini Ruo, saudara" cletuk si A sambil menepuk pundak si B
__ADS_1
" Saya pungal,, ini Pungol"keduanya mengenalkan diri, beserta dua orang yang masih diam berdiri di belakang mereka.
. ...........