Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda

Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda
Chapter 8


__ADS_3

Saat bangun keesokan harinya, kepala Lorie sedikit pusing dan berat. Semalam ia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena otaknya tidak mau diajak bekerja sama. Matanya baru bisa terpejam setelah lewat pukul satu dini hari, itu pun setelah ia menutup telinganya dengan earphone dan mendengarkan musik klasik yang mengalun lembut dari ipod.


Baru saja duduk, ponselnya yang tergeletak di atas meja langsung berdering dengan sangat kencang sehingga membuatnya terlonjak karena kaget.


“Sialan. Mengejutkanku ...,” gerutu wanita itu mengulurkan tangan untuk mengambil ponselnya.


Ada dua pesan dari Amber dan satu pesan dari perwakilan Drun Industry.


Amber:


Aunty, besok ada pertemuan orang tua, Daddy akan ikut dengan kami ke sekolah! Aku sangat senang!


Amber:


Aunty, aku terbangun dan mengingatmu.


Lorie tersenyum tipis membaca pesan yang dikirim tadi malam itu dan mengetik pesan balasan.


Gud luck, Sweetie. Jaga papamu baik-baik, sepertinya Miss Christabel menyukainya.

__ADS_1


Aku juga merindukanmu. Hug.


Miss Christabel adalah wali kelas triplets. Beberapa kali Lorie mendapati wanita itu mencuri pandang ke arah Alex ketika mereka sedang mengantar anak-anak ke sekolah, tapi tentu saja Alex tidak menoleh ke arahnya sama sekali. Mungkin pria itu bahkan tidak menyadari kehadiran wanita berambut pirang tersebut. Lorie diam-diam menertawakan kemalangan Miss Christabel, kemudian membaca pesan dari perwakilan Drun Industry yang baru saja masuk.


Wakil CEO Lorie, Tuan Rafael meminta saya untuk mengonfirmasi apakah pertemuan bisa dimajukan hari ini? Tuan Rafael ada waktu pukul 18.00 di Royal Club.


Lorie melihat jam digital yang terlihat di deretan paling atas ponselnya. Masih cukup pagi. Ia tidak memiliki rencana untuk pergi ke mana pun hari ini, hanya ingin bermalas-malasan di hotel, jadi sepertinya tidak masalah kalau pihak Drun Industry ingin memajukan jadwal.


Oke. Pukul 18.00 di Royal Club, hari ini.


Setelah membalas pesan, Lorie pergi mandi. Saat berdiri di depan wastafel dan melihat lingkaran hitam tebal di bawah matanya, ia mengerang putus asa.


Sambil berendam di dalam bathtub, Lorie mengompres matanya dengan ice pack yang dibungkus handuk kecil, berharap itu bisa mengurangi mata pandanya yang tampak mengerikan. Untungnya saat ia memakai handuk adn mengeringkan tubuh, lingkaran hitam itu sudah jauh berkurang. Meski demikian, ia tetap memutuskan untuk kembali tidur setelah sarapan nanti.


Lorie terpeson karena kemeja putih yang dikenakan Raymond membuat pria itu tampak sangat menawan. Sedangkan Raymond hampir kehilangan fokus karena tetesan air yang membasahi rambut dan leher Lorie terlihat seperti butiran berlian yang bergulir di atas pualam. Jubah mandi yang hanya mencapai paha itu mengekspos tungkai jenjang Lorie yang membuat Raymond menelan ludah dengan susah payah dan bergumul dengan dirinya sendiri agar memalingkan wajah.


“Oh. Maaf, aku kira kamu adalah petugas room service,” tukas Lorie begitu Raymong berpaling ke arah lain. “Aku ... aku ganti baju dulu.”


“Oke.”

__ADS_1


Raymond menatap pintu yang kembali menutup di hadapannya dan berdeham untuk menjernihkan suaranya yang serak.


Sialan. Mengapa ia tidak pernah menyadari bahwa Lorie cukup memesona? Apa karena wanita itu selalu memakai pakaian yang tertutup? Seingatnya, saat masih menjadi pengawal Kinara pun wanita itu selalu memakai pakaian resmi yang membuat Raymond berpikir dia sedang syuting film Man in Black.


“Mau masuk?” tawar Lorie sambil mengintip dari balik pintu. Ia sudah memakai blus oranye dan jins hitam yang membuat penampilannya lebih segar, bahkan tampak seperti gadis berusia awal 20-an.



Sekali lagi Raymond terpana menatap wajah tanpa riasan itu dan menelan ludah. Wajah Lorie tetap menarik meski tanpa *make-up*, freckles di pipinya justru membuat wanita itu tampak lebih cantik.


“Raymond?”


“Oh ... aku ... tadi cuma ingin mengajakmu makan pagi bersama. Ada restoran yang cukup enak di samping hotel,” gumam Raymond tanpa melepaskan tatapannya dari Lorie.


Lorie melongok keluar sambil bertanya, “Di mana Alice?”


“Dia pergi tadi malam.”


“Oh ....”

__ADS_1


Jadi mereka tidak tidur bersama? Aku pikir ....


***


__ADS_2