Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda

Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda
Fakta yang Mengejutkan


__ADS_3

Disaat semua orang sudah terkumpul, Lydia mulai membuka percakapan membuat Tara yang sedang duduk di sebelah Gio, merasa gelisah sebab wanita itu takut kalau sampai Lydia akan mempermasalahkan tentang dirinya yang tidak kunjung hamil. Keringat dingin pun mulai terlihat membanjiri pelipis wanita itu tidak luput telapak tangannya juga berkeringat menandakan, bahwa Tara saat ini benar-benar merasa cemas dan gelisah secara berlebihan. Sehingga Gio yang ada di sebelahnya terus saja menenangkan sang istri.


"Sayang, tenang, semuanya akan baik-baik saja," ucap Gio berbisik di telinga sang istri. "Semua akan baik-baik saja, oke." Gio terus saja menenangkan hati sang istri.


"Gio aku ta–" Kalimat Tara terputus karena Lydia memotong ucapan wanita itu.


"Baik, saya akan mulai," potong Lydia sambil terlihat mengeluarkan hasil tes kesehatan Tara dan Gio. "Sebelum saya mulai, saya mau berterima kasih dulu pada Pak Arzan, Jeng Yana dan Nak, Tika karena sudah bersedia hadir di rumah kami ini, dalam rangka pembahasan masalah Gio dan Tara, yang sempat menjadi masalah pada dua belah pihak ini," ucap Lydia dengan mimik wajah yang sendu.


"Langsung saja Mom, jangan bertele-tele," kata Gio yang penasaran apa yang akan dibahas oleh sang ibu. "Karena kebetulan hari ini aku dan Tara akan pergi ke Negara A, mengingat Gavin sudah mengurus surat pindah kami," sambung Gio.


Lydia menatap sang putra dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Baiklah Gio, dengan berat hati Mommy mengatakan kalau yang mandul itu bukan Tara melalaikan kamu." Pada saat itu juga air mata wanita itu jatuh menetes membasahi kedua pipinya. "Maaf, karena selama ini Mommy, merahasiakan ini semua dari kamu Gio," kata Lydia dengan suara yang serak.

__ADS_1


Semua yang ada di ruang tamu itu terlihat tenang, kecuali Tara yang menatap Gio dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Sebab wanita itu belum sepenuhnya mengerti apa yang dimaksud oleh ibu mertuanya itu.


"Maafkan Mommy, Gio, karena sudah cukup Mommy menyimpan rahasia ini, sekarang waktunya Tara tahu. Dan buat kamu Tara maafkan mommy juga yang selama ini selalu saja menyakiti ataupun melukai perasaanmu Nak, sebab mommy melakukan ini semua karena mommy takut kamu akan meninggalkan Gio," kata Lydia lirih. "Sekarang semuanya sudah jelas, silahkan kamu pilih tetap bertahan dengan laki-laki mandul seperti Gio, atau meninggalkannya. Semua itu terserah padamu Tara." Lydia semakin terisak karena ia membayangkan Gio yang akan begitu hancur ketika putranya itu akan di tinggalkan oleh Tara.


Tara melihat Yana dan Arzan yang mengangguk ke arahnya, menandakan kalau orang tuanya itu juga menyerahkan semuanya pada Tara. Tidak lama Tara menatap sang suami yang menunduk sendu, karena ternyata ini juga rencana laki-laki itu untuk menyembunyikan semuanya dari Tara. Sehingga waktu Tara meminta untuk cek kesehatan Gio selalu ada seribu alasan. Inilah mengapa laki-laki itu selalu meyakinkan Tara untuk dirinya yang tidak akan meninggalkan wanita itu.


"Tara, maafkan aku," kata Gio setelah laki-laki itu lama terdiam.


"Aku takut, kamu akan meninggalkanku Tara, karena aku laki-laki yang mandul. Laki-laki yang tidak bisa memberikanmu keturunan," ucap Gio yang merasa sudah cukup menyembunyikan semua ini dari sang istri. "Seperti kata Mommy, silahkan kamu pilih saja, bertahan atau pergi dari sisiku," kata Gio.


Semua orang menatap Tara, sebab entah apa jawaban yang akan wanita itu berikan pada Gio.

__ADS_1


"Tara, berikan jawaban kamu Nak, biar kita mendengar semuanya," kata Arzan. Sambil tersenyum ke arah sang putri.


"A-aku, memilih untuk tetap bertahan dengan Gio, karena anak bisa kita adopsi." Sungguh di luar dugaan semua orang, ternyata Tara memilih Gio. Meskipun ia tahu sang suami lah yang mandul bukan dirinya. "Iya Ma, Pa aku memilih Gio," ucap Tara sekali lagi.


Gio yang mendengar itu semua tanpa ada rasa malu langsung saja memeluk sang istri dengan penuh rasa sayang, sebab laki-laki itu tidak menyangka kalau Tara akan menerima kekurangannya.


"Sekarang semuanya sudah jelas, Tara memilih Gio, dan mulai sekarang biarkan putra dan putri kita hidup dengan bahagia untuk selamanya," ucap Malvin yang merasa saat ini tidak ada lagi yang perlu di sembunyikan lagi dari Tara. "Dan untuk kamu Avantika, berhenti mengarang cerita tentang adik kamu Tara, karena sudah cukup Tara selama ini mengusap air mata setiap malam."


Tika hanya bisa menunduk sambil mengangguk, sebab wanita itu merasa sangat malu. Dengan apa yang di katakan oleh Malvin tadi.


"Jika semuanya sudah jelas, maka dari itu kita pamit untuk pulang," kata Yana. "Dan untuk semuanya yang telah terjadi, maafkan saya dan juga suami saya."

__ADS_1


"Tidak Jeng Yana, ini semua salah saya," balas Lydia sambil mengusap sisa lelehan air matanya. "Saya yang seharusnya, meminta maaf kepada Jeng Yana, dan juga Pak Arzan," sambung Lydia.


__ADS_2