Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda

Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda
Chapter 111


__ADS_3

Tadinya Raymond mengira Lorie akan memintanya mengantar mereka ke Spring Mountains. Siapa yang menyangka Dokter Ana akan memintanya mengambil jalur kiri saat memasuki West Avenue. Meski demikian, Raymond tidak banyak bertanya saat wanita itu menunjukkan rute yang harus dilalui.


Ia tetap mengikuti instruksi Dokter Ana dengan patuh saat wanita itu menyuruhnya untuk memasuki pelataran sebuah gedung bertingkat yang tampak seperti bangunan biasa.


“Kamu yakin ingin ikut masuk?” tanya Lorie.



Melihat ekspresinya yang sedikit mencurigakan, Raymond menjadi ragu. Memangnya apa yang ingin mereka lakukan di dalam sana? Membahas proyek dengan investor asing? Atau makan siang dengan klien? Paling hanya kemungkinan yang berhubungan dengan hal-hal semacam itu, ‘kan?



Setelah menimbang-nimbang dalam hati sesaat, Raymond akhirnya mengangguk dengan mantap dan menjawab, “Ya, aku akan ikut masuk kalau kamu tidak keberatan.”



“Aku tidak keberatan, hanya saja ... jangan menyesal,” balas Lorie seraya mengulas senyum tipis.



Senyuman yang samar dan terkesan sedikit misterius itu membuat Raymond kembali meragukan analisanya. Apakah ada hal lain yang disembunyikan oleh kedua orang itu?



Meski benaknya dipenuhi tanya, Raymond sudah tidak sempat mengubah keputusannya lagi. Ia hanya bisa mengekor di belakang Lorie dan Dokter Ana yang tampaknya sangat familiar dengan gedung di hadapan mereka. Dua orang security bahkan menyambut dan membungkuk dengan hormat saat mereka masuk.



“Apa ini salah satu gedung milik Alex Smith?” tanya Raymond yang semakin dilanda rasa penasaran.

__ADS_1



“Bisa dibilang begitu,” jawab Lorie.



“Apakah ini kantor? Tapi bentuknya lebih mirip sebuah *club*.”


“Bisa dibilang ini adalah kantor yang merangkap club,” jawab Lorie.


Ia menahan tawa mendengar pertanyaan Raymond barusan karena sejujurnya ia juga memikirkan hal yang sama ketika Alex menjelaskan konsep Blue Eyes. Saat bangunan itu sudah jadi, ia baru paham bahwa Blue Eyes adalah sebuah *club* yang mengurus cabang “pekerjaan” yang tersembunyi.


Blue Eyes tidaklah setenang apa yang tampak di permukaan. Akan tetapi, jika ada yang ingin menyelidiki tempat ini, maka mereka hanya akan mendapati bahwa Blue Eyes hanya sebuah club biasa yang dikhususkan bagi para anggota yang berasal dari kalangan elite. Jadi secara garis besar, Blue Eyes adalah kamuflase yang sempurna untuk melakukan semua pekerjaan "kotor".


Dokter Ana menyentuh pemindai biometrik di sisi lift dengan ibu jarinya, lalu membantu Lorie masuk saat pintu lift terbuka. Sekali lagi kening Raymond mengernyit saat melihat tombol-tombol dan bagian dalam lift. Jelas itu bukanlah komponen yang ada pada lift biasa. Akan tetapi, ia juga tidak enak untuk kembali bertanya, akhirnya hanya bisa menatap semua benda di sekelilingnya dengan penuh minat.


Kerutan di kening Raymond semakin dalam. Ia memiliki sedikit firasat yang kurang baik di dalam hatinya. Meski demikian, ia juga tidak berani asal menebak.


Saat mereka tiba di depan sebuah pintu yang seluruhnya berwarna merah, tiba-tiba Raymond merinding untuk alasan yang tidak jelas. Apalagi dua orang penjaga di depan pintu itu benar-benar terlihat seperti ... entahlah, ia merasa cukup terintimidasi dengan penampilan kedua orang itu. Ekspresi wajah mereka sangat datar, terlihat seperti bukan manusia.


“Ayo masuk,” ucap Lorie saat menyadari Raymond tampak ragu-ragu.



“Oh, oke.”



Raymond memantapkan hati dan melangkah masuk. Ia mengedarkan pandangan dan mendapati bahwa tempat itu terlihat seperti ruangan kantor biasa. Hal itu membuatnya semakin bertanya-tanya akan apa yang ingin dilakukan Lorie dan Dokter Ana di sana.

__ADS_1


“Ada apa? Kenapa wajahmu setegang itu?” tanya Lorie seraya menahan tawa.


“Eh? Tidak ... aku hanya ... um, penasaran ....” Raymond menyeringai kikuk dan mengusap bagian belakang kepalanya sekilas.


“Kamu akan segera tahu.”


Lorie tersenyum lebar dan memberi isyarat kepada Ana untuk membuka ruang rahasia—ruang tempat entah berapa banyak orang telah meregang nyawa di dalamnya; entah berapa banyak orang berharap untuk mati daripada hidup di dalam sana.


Tidak sampai satu menit kemudian, suara dengungan samar terdengar dari bagian depan. Raymond menatap tembok yang bergerak naik di hadapannya tanpa ekspresi apa pun. Ia masih belum bisa menebak apa yang membuat Lorie bersikap begitu misterius. Dan lagi, ini tempat apa?


Benar-benar mencurigakan ....


Apakah Alex Smith melakukan bisnis ilegal di tempat ini? Jual-beli organ tubuh manusia misalnya. Atau pros*titusi untuk anak di bawah umur? Tidak mungkin Lorie dan Dokter Ana terlibat dalam hal-hal seperti itu, bukan?


Raymond bergidik ngeri karena pemikirannya. Ia buru-buru menggeleng keras, seolah dengan begitu gambaran menyeramkan yang baru saja muncul akan tampias keluar dari kepalanya.


Entah apa yang ingin dilakukan atau ditunjukkan oleh Lorie, ia yakin tidak mungkin seburuk apa yang dibayangkan olehnya barusan.


***


Haiii


karena kalian semua sepakat untuk memisahkan Raymond-Lorie di judul baru, maka beberapa bab lagi akan aku buat end untuk season 1 yaaa...


thank you!



~B

__ADS_1


__ADS_2