Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda

Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda
29


__ADS_3

Setelah lama diperjalanan akhirnya pasangan suami istri itu sampai juga di rumah Malvin. Dan tidak lama saat Tara dan Gio keluar dari mobil semua pelayan sudah terlihat membungkuk sebagai tanda hormat mereka kepada pasutri itu.


"Selamat pagi Tuan muda dan Nona muda, semoga hari-hari Anda berdua selalu cerah seperti senyum Tuan muda dan Nona muda," kata Alexa saat wanita itu ikut menyambut Gio dan Tara.


"Semoga hari-harimu selalu baik dan ceria juga Bibi Alexa," ucap Tara saat gadis itu melewati Alexa. "Semoga juga, jodoh Bibi Alexa cepat turun," seloroh Tara yang saat ini ingin menggoda wanita itu.


"Jangan bercanda di saat para pelayan sedang menyambut kita seperti ini Tara, karena aku benar-benar tidak suka," bisik Gio di telinga gadis yang saat ini masih cengengesan itu. "Aku berharap, kamu mengerti ucapanku ini, Tara," lanjut Gio memperingati sang istri.


"Ish, tidak bisa melihat orang senang!" desis Tara yang menghentak-hentakan kakinya, sebab ia tidak suka Gio melarangnya bercanda di saat ia sedang di sambut begini. "Dasar kulkas sembilan pintu, kau saja yang dingin jangan malah mengajak-ngajak aku." Tara lalu terlihat mendahului Gio untuk masuk. "Laki-laki yang tidak suka melihatku, bercanda dengan Bibi Alexa!" gerutu Tara sambil terus melangkahkan kakinya.

__ADS_1


"Tara tunggu aku!" seru Gio ketika ia melihat Tara mendahuluinya. "Tara," panggil laki-laki itu.


"Jalan saja Gio, karena tujuan kita tetap satu masuk ke dalam!" sahut Tara yang tidak peduli beberapa pelayan menatapnya kebingungan sebab gadis itu, bisa-bisanya memanggil Gio dengan nama saja. "Selalu saja lelet, sekarang lebih mirip dengan siput!" desis Tara ketika gadis itu menoleh ke belakang lagi. Tapi tiba-tiba saja suara yang sangat ia rindukan tiba-tiba memanggil namanya.


"Tara, anak Mama," panggil Yana dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca. "Tara," ucapnya sekali lagi memanggil sang putri.


Tara yang tadi berjalan kini gadis itu terlihat menghentikan langkah kakinya, karena ia tidak percaya sang ibu bisa datang ke rumah itu, sebab Tara berpikir kalau sang ibu tidak diizinkan datang kesana untuk menemui dirinya. "Mama ...." Detik itu juga gadis itu langsung berlari dan melepas tas yang ia bawa tadi dan berisi pakaiannya. "Mama, aku tidak menyangka bisa bertemu dengan Mama lagi," kata Tara yang saat itu langsung berhambur ke pelukan sang ibu.


Tara mengusap air matanya yang tadi tiba-tiba saja menetes sebelum gadis itu bertanya, "Jadi, Mama sudah tahu kalau Gio hanya berpura-pura miskin?"

__ADS_1


"Jangan bahas itu lagi sayang, yang terpenting kamu sudah menjadi bagian dari ke keluarga ini," jawab Yana yang tidak mau kalau gadis itu berpikiran yang tidak-tidak pada dirinya.


Karena sebenarnya Yana dan Arzan memiliki hutang pada Malvin yang cukup banyak, sehingga pasangan suami istri itu tidak memiliki jalan lain. Selain menerima tawaran Lydia dan Malvin untuk menjodohkan putri dan putra mereka. Sebab Gio waktu itu sama sekali tidak pernah memikirkan tentang pernikahan apalagi memiliki kekasih.


Dan kebetulan pada waktu itu Gio secara terang-terangan mengatakan kalau dirinya menyukai Avantika. Malvin yang mendengar itu semua tanpa perlu berpikir panjang langsung saja mengiyakan Gio sebab Malvin merasa itu kesempatan yang bagus. Karena merasa semua akan berjalan dengan lancar dimana semua hutang Arzan akan lunas dan Gio mau menikahi Avantika dan tanpa Gio tahu ternyata Avantika dijadikan sebagai penebus hutang oleh Arzan dan Yana. Akan tetapi, siapa sangka Avantika malah menolak untuk dinikahkan dengan Gio, sehingga Tara gadis yang sedikit keras kepala dan egois itu malah menjadi penggantinya. Dan kebenaran itu semua sama sekali tidak diketahui oleh Gio.


"Aku sangat merindukan Mama," kata Tara setelah lama terdiam. Gadis itu juga semakin erat memeluk Yana. "Aku rindu dengan Mama," ucap Tara lirih. Dan bersamaan dengan itu air mata gadis itu kembali tumpah. Membasahi pipi mulusnya. "Aku juga sangat merindukan Papa," sambung Tara.


"Sudah jangan menangis sayang, mama kamu sudah ada disini sekarang, dan kamu bisa memeluknya sepuasnya untuk melepas rasa rindumu itu," kata Lydia sambil mengelus pundak menantunya itu.

__ADS_1


"Benar apa yang dikatakan oleh ibu mertua kamu Tara, sekarang Mama sudah ada di sini, dan kamu boleh memeluk Mama sepuasnya," ucap Yana ketika ia mendengar perkataan Lydia.


__ADS_2