Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda

Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda
Berancana Pulang


__ADS_3

Gio begitu kaget ketika sang ayah menghubunginya dan memberitahunya masalah surat gugatan cerai dari Tara. Sehingga laki-laki itu berpikir kalau Tara mau menghianatinya. Membuat laki-laki itu terlihat sangat marah, sehingga berkas dokumen yang ada di atas meja yang sudah tersusun rapi malah di buat berantakan oleh Gio.


"Aku akan pulang hari ini!" teriak Gio saat sang ayah ingin mematikan panggilan teleponnya.


"Gio, Daddy akan mengurus semuanya, kamu tetap bekerja dan fokus biar semua pekerjaan kamu di sana cepat beres. Oke! Dan untuk Tara biar Daddy yang akan turun tangan. Intinya kamu di sana tetap harus bekerja, demi anak perusahaan yang hampir saja bangkrut itu." Malvin ternyata adalah satu-satunya orang yang tidak mau ikut campur dengan urusan rumah tangga anak serta menantunya itu. Sehingga Malvin tidak terlalu peduli kalau sang menantu mau hamil atau tidak. Karena bagi laki-laki itu merasa kalau itu semua bukan urusannya. "Daddy akan mendatangi rumah Pak Arzan, dan meminta penjelasan tentang apa maksud semua ini. Karena bisa-bisanya dia menyuruh Tara untuk menggugat cerai kamu." Meski Malvin terkesan cuek. Namun, rupanya laki-laki itu sering mendengar dan melihat apa saja yang dikeluhkan oleh Tara saat berada di rumahnya itu.


"Aku akan tetap pulang Dad, karena ini semua benar-benar aneh, nomor Tara juga tidak bisa dihubungi sudah lebih dari seminggu ini," kata Gio memberitahu sang ayah. "Apapun yang Daddy katakan, aku akan tetap pulang, titik tidak ada koma," sambung Gio yang benar-benar ingin pulang saja. Daripada ia harus tetap di luar Negeri namun hati serta pikiran laki-laki itu terus saja tertuju pada istrinya yang ada di Indonesia.


"Gio, dengarkan Daddy, jangan hanya mendengarkan diri kamu sendiri," ujar Malvin.

__ADS_1


Gio tanpa mau mendengar sang ayah langsung saja mematikan panggilan telepon itu. Laki-laki itu lalu terlihat beralih menatap Gavin sang asisten yang sedang memungut lembaran dokumen yang tadi Gio hamburkan.


"Pesan tiket pesawat sekarang juga Gavin!" perintah Gio pada laki-laki yang saat ini sedang menatap dirinya. "Sekarang Gavin, jangan seperti Daddy yang malah melarangku untuk pulang di saat istriku menggugat cerai ku di rumah!" banyak Gio dan rupanya Gavin tidak luput dari amarah laki-laki yang perasaannya sedang dongkol itu.


"Tapi Tuan muda ...."


Membuat Gavin langsung berlari keluar karena mendengar kalimat tuannya itu, sebab Gavin takut jika Gio akan melemparnya dengan apa saja yang ada di depan laki-laki itu saat ini. Dan tidak lama suara Gavin terdengar.


"Saya akan segera menghubungi Anda secepatnya Tuan muda!" seru Gavin.

__ADS_1


Gio tidak membalas kalimat Gavin, laki-laki itu memilih untuk diam saja sebab ia masih sibuk berperang dengan isi pikiranya sendiri.


"Tara, apa yang kamu lakukan ini semua tidak benar," gumam Gio membatin. Dan pada detik itu juga suara ponselnya berdering secara tiba-tiba.


"Halo kak Gio, kakak ada di mana?"


Gio terdiam karena ia mendengar suara adik angkatnya dengan suara yang mendayu-dayu ketika Sera bertanya seperti itu pada Gio.


"Aku ada di kantor kak Gio," ucap Sera yang tidak mendengar balasan dari Gio.

__ADS_1


__ADS_2