Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda

Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda
Chapter 11


__ADS_3

“Tolong koreksi aku, Nona Lorie, di poin nomor 10, disebutkan bahwa Drun Industry tidak boleh menjual *microchip* itu kepada pihak militer atau petinggi negara mana pun?”



“Itu benar. *Chip* itu hanya diperkenankan untuk penelitian medis dan ilmu pengetahuan,” jawab Lorie dengan tenang.



Rafael mencibir. Sikap bersahabat yang tadi ia tunjukkan kini sudah menghilang sama sekali.


“Apakah Jotuns Corps mengira perusahaan kami adalah badan amal? Kami tertarik untuk berinvestasi karena laba, bukan demi medis dan ilmu pengetahuan,” ucapnya dengan suara yang penuh dengan cemoohan. “Lagi pula, sejak kapan Alex Smith menjadi begitu dermawan?”


Lorie tersenyum simpul dan membalas, “Ah ... maafkan kami, Tuan Rafael. Ada kisah sentimentil di balik penemuan benda itu yang tidak bisa dilewati batasannya oleh Alex Smith. Dia tidak ingin benda itu disalahgunakan, apalagi jika dipakai sebagai senjata yang dapat mengontrol pasukan tertentu ....”


“Perasaan sentimentil tidak bisa menghasilkan uang, Nona ....”


“Bukankah Anda sudah membahas ini dengan Tuan Alex sebelumnya?” Lorie mengingatkan pria di seberang meja itu sambil tersenyum penuh arti. Pria itu setuju sebelumnya, oleh karena itulah Alex Smith mengirimnya ke sini, mengapa sekarang dia menjadikan hal itu sebagai alasan?

__ADS_1


“Aku berubah pikiran,” jawab Rafael dengan santai, seolah sedang menantang batas kesabaran Lorie. “Uang yang akan aku investasikan bukan dalam jumlah yang sedikit, Nona. Dan aku menginginkannya kembali berlipat ganda.”


“Sayang sekali ... kalau begitu, saya rasa Jotuns Corps belum bisa bekerja sama dengan perusahaan Anda, Tuan Rafael.” Lorie mengambil kembali dokumennya dan memasukkan lembaran-lembaran kertas itu ke dalam map.


“Jangan terburu-buru pergi, meski tidak mencapai kesepakatan, setidaknya izinkan aku untuk menjamu Anda lebih dulu, Nona,” ucap Rafael sambil menjentikkan tangannya.


Tak lama kemudian, dua orang pelayan memasuki ruangan itu seraya mendorong troli berisi nampan stainles yang tampak mengilap. Mereka berdua berhenti di sisi meja dan membuka penutup makanan. Dalam sekejap aroma yang lezat menguar di udara. Dengan cekatan piring-piring berisi hidangan ditata di atas meja.


“Ini adalah hidangan terbaik Royal Club, Anda harus mencicipinya sebelum pulang ke Broocklyn.” Rafael menggosok-gosok kedua tangannya dan menatap Lorie dengan penuh minat. “Karena Anda tidak minum alkohol, aku sudah meminta orang untuk menggantinya dengan air mineral dan jus buah. Tidak apa-apa, bukan? Atau Anda punya permintaan khusus, Nona Lorie?”


Semua hidangan di atas meja dan kata-kata yang diucapkan oleh Rafael membuat Lorie tidak enak hati untuk menolak. Tuan rumah sudah seperti itu, akan sangat tidak sopan kalau ia kembali menolak tawarannya. Akhirnya sambil mengulas senyum tipis, Lorie mengambil piring berisi steak dan air mineral, kemudian bersulang dengan Rafael.


“Aku sungguh berharap demikian, Nona.” Rafael mengangkat gelas berisi wiski dan bersulang dengan Lorie. “Silakan nikmati hidangannya.”


Meski sedikit ragu, Lorie tetap memotong daging yang dipanggang medium rare di hadapannya dan memasukkan potongan daging itu ke mulut. Rasanya memang lezat, dengan perpaduan saus barbeque yang gurih dan harum. Lorie benar-benar menyukai rasa makanan itu, tapi tingkat kewaspadaannya tidak berkurang sama sekali. Ada sesuatu dalam tatapan Rafael yang membuatnya merasa tidak nyaman. Rasanya seperti ... pria itu sedang mengincar dan menunggu agar ia lengah.


“Aku dengar, Anda adalah bekas bodyguard untuk istri Alex Smith?” Rafael membuka percakapan yang bersifat personal dan tidak menyinggung mengenai kerja sama mereka yang batal.

__ADS_1


“Ya. Itu benar,” jawab Lorie singkat. Ia tidak ingin melonggarkan kewaspadaannya.


Diam-diam wanita itu merasa menyesal, mengapa tadi tidak meminta Jenifer untuk mencarinya pendamping untuknya, atau minimal meminta tolong kepada George untuk menemaninya. Kini ia hanya bisa mempercepat makannya agar bisa segera keluar dari tempat itu.


“Sepertinya hubungan Anda dengan Alex Smith cukup baik.”


“Bisa dikatakan seperti itu.”


“Kalau aku menawanmu untuk barter dengan microchip itu, apakah menurutmu dia akan menyerahkannya?”


Lorie hampir tersedak mendengar pertanyaan yang tidak masuk akal itu. Ia mengambil air mineral dan meminumnya sampai habis. Tiba-tiba ***** makannya menghilang begitu saja. Sementara itu, di seberang meja, Rafael justru terkekeh puas melihat reaksi Lorie.


“Aku hanya bercanda, jangan terlalu serius menanggapinya, Nona ...,” ucap Rafael sambil tersenyum lebar.


Lorie mengambil serbet dan menyeka sudut-sudut mulutnya dengan gerakan yang anggun. Kebetulan steak miliknya sudah habis.


Ia segera bangkit berdiri dan mengambil tasnya, kemudian berkata, “Kalau ada pemikiran seperti itu, sebaiknya lupakan saja. Alex Smith pasti akan meratakan Drun Industry dengan tanah kalau sampai berani melakukan hal itu. Terima kasih untuk makan malam ini.”

__ADS_1


Wanita itu membungkuk sekilas sebelum berbalik dan melangkah menuju pintu tanpa menunggu respon dari Rafael. Ia sudah muak melihat tingkah pria itu. Untung saja kerja sama tidak jadi dilakukan, kalau tidak ... pasti akan sangat menjengkelkan jika harus bertemu dengan pria itu setiap saat.


***


__ADS_2