Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda

Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda
Bab 90: Hampir Saja ....


__ADS_3

Seorang gadis dengan rambut curly-blonde berdiri di hadapan Kinara. "Hey, mau ikut party di rumah Katie nanti malam?" tanyanya pada Kinara.


"Um?" gumam Kinara sambil mendongak. Ia terlalu fokus memasukkan buku dan modul ke dalam tas hingga tak menyadari sejak kapan gadis itu berdiri di depannya.


"Ada party di rumah Katie nanti malam, mau ikut?" ulang gadis itu.


"Party?" tanya Kinara untuk memastikan bahwa ia tidak salah dengar.


"Yeah, semacam perayaan sebelum menghadapi ujian. Kita semua butuh refreshing."


Refreshing ... hehehe ....


Andai kalian tahu apa yang akan dilakukan oleh suamiku kalau dia sampai tahu kalian mengajakku ke pesta seperti ini ....


"Mungkin dia akan mengirim misil dari Rusia," gumam Kinara tanpa sadar.


"Apa?"


"Oh. Tidak. Aku ... maaf, aku tidak bisa ...," jawab Kinara sambil tersenyum kikuk.


Selama menjadi mahasiswi di kampus ini, ia memang belum pernah bersosialisasi dengan rekan satu angkatannya, kecuali dalam konteks mengerjakan tugas dan praktek. Tentu saja Benji adalah pengecualian. Itu pun jika kontak di antara mereka bisa disebut sebagai interaksi.


Gadis blonde itu mengangkat bahunya dan berkata, "Kamu yakin? Timmy akan datang malam ini."


"Timmy?" Kinara mengangkat satu alisnya. "Siapa Timmy?"


"Oh, come on. He's the hottest one."


Kinara hanya bisa menghela napas ketika temannya itu menatapnya dengan sorot tak percaya. Ia benar-benar tidak punya waktu untuk mengurusi siapa pemuda paling seksi atau paling hot di kampus ini. Meladeni Alex saja sudah cukup membuatnya sakit kepala.


"Maaf, aku sungguh tidak bisa. Ada seorang bayi yang harus kuurus di rumah."


"Bayi? Kamu punya bayi?"


Kinara mengangguk perlahan dengan raut wajah tertekan untuk memberi efek dramatis. Semoga gadis di depannya ini percaya dan tidak mengganggunya lagi.


"Baiklah kalau begitu. Semoga harimu menyenangkan."


"Selamat bersenang-senang," balas Kinara. Ia melambaikan tangannya sekilas, lalu berjalan keluar. Ia tidak ingin terlibat pembicaraan basa-basi lagi.


Gadis itu melirik jam di pergelangan tangan. Pukul 14.15.


"Seharusnya Alex sudah di rumah. Terapinya biasa selesai jam satu," gumamnya sambil mempercepat langkah.


"Kenapa buru-buru seperti itu?" tanya Lorie yang sedang bersandar di pilar dekat tangga.


"Lapar," jawab Kinara singkat, lalu berjalan melewati Lorie tanpa menoleh.


"Yakin kamu hanya lapar? Bukannya ingin segera bertemu tuan?" goda Lorie sambil berusaha menyamakan langkahnya dengan kecepatan Kinara.


"Kenapa kamu terobsesi sekali mengenai aku yang rindu pada suamiku?" gerutu Kinara seraya memutar bola matanya dengan kesal. Meski separuh dari pertanyaan Lorie itu benar, ia tetap merasa kesal karena gadis itu sangat suka menggodanya.


Lorie terkekeh hingga kepalanya mendongak. "Aku terobsesi melihatmu mengakui perasaanmu terhadap tuan," jawabnya di sela tawa.


Kinara menuruni anak tangga tanpa mengurangi kecepatannya, sengaja mengabaikan ocehan Lorie yang membuat telinganya panas.

__ADS_1


"Hati-hati!" teriak Lorie, tetapi Kinara tidak menghiraukannya. Gadis itu terus berjalan cepat di antara orang-orang.


"Hey!"


Kinara tersentak ke belakang ketika tangannya dicekal dari samping kanan. Ia membalikkan tubuh dan berteriak, "Lorie, kau menyakitiku!"


"Oh, maaf ...," ujar sosok setinggi hampir dua meter di hadapan Kinara. Gadis itu harus mendongak ketika ingin melihat wajah pemuda di depannya.


"Apa yang kau lakukan?" desis Kinara ketika cekalan di tangannya tak kunjung dilepaskan oleh pemuda itu.


"Lepaskan dia!" seru Lorie dari balik tubuh pemuda itu.


"Sorry." Pemuda itu mengangkat kedua tangannya ke atas. "Aku tidak bermaksud menakuti kalian."


"Apa aku mengenalmu?" tanya Kinara ketika melihat pemuda itu masih tak bergeming di dekatnya.


"Aku Raymond, kalau kau ingat--"


"Tidak ingat!" sergah Lorie sambil menarik tangan Kinara untuk menjauh.


"Tunggu! Aku ingat!" Kinara melepaskan tangan Lorie. "Kamu yang menolongku waktu itu."


"Kamu masih belum belajar dari peristiwa Benji?" geram Lorie seraya mengatupkan gigi. Meski 02 sudah mengkonfirmasi bahwa peristiwa beberapa hari lalu adalah murni kecelakaan, ia tidak ingin kehilangan kewaspadaan.


Kinara mendesah. "Kau benar," ujarnya. Ia menatap Raymond dan berkata, "Sepertinya aku sudah mengucapkan terima kasih waktu itu. Kalau itu tidak cukup, kamu bisa menghubungi wanita ini."


Kinara menunjuk Lorie, tersenyum sekilas kemudian berbalik dan meninggalkan kemudahan itu. Ia tidak ingin terlibat dalam konspirasi yang lain. Sangat memusingkan!


"Tunggu!" Raymond mengambil langkah besar dan berdiri di hadapan Kinara.


"Aku sudah menyalin catatan yang baru. Buang saja buku itu," kata Kinara tanpa ekspresi.


Ia kesal karena orang-orang mengira ia sangat polos dan mudah dibodohi. Memang kadang-kadang ia sangat ceroboh dan selalu bersikap positif, tetapi itu tidak berarti mereka bisa memperlakukannya sesuka hati.


Raut wajah Raymond menjadi keruh dan sedikit kecewa. Ia menarik kembali tangannya dan memegang buku Kinara dengan kikuk. "Maaf kalau sikapku membuatmu tidak nyaman," ujarnya sambil mengusap ujung hidung sekilas.


"Maaf sudah merepotkanmu. Aku pergi dulu," pamit Kinara. Ia langsung berjalan pergi tanpa menunggu respon Raymond.


"Apa aku harus melakukan operasi plastik?" gumamnya setelah berada cukup jauh dari Raymond.


Kening Lorie berkerut dalam. "Kenapa?" tanyanya tak mengerti.


"Agar orang-orang tidak menggangguku lagi."


Lorie memutar bola matanya. "Sekalipun kamu mengubah wajahmu menjadi sangat jelek, jika terus menjadi istri Alex Smith, para serangga tak berguna itu akan terus mendekatimu. Oleh karena itu, tetaplah waspada dan jangan menjauh dariku. Mengerti?"


"Hm."


"Apanya yang 'hm'?"


"Lorie, menurutmu, apakah perkataan Benji tadi bisa dipercaya?"


"Menurutmu?"


"Bagaimana kalau Jericho memang benar sedang merencanakan sesuatu?"

__ADS_1


"Aku sudah melaporkannya pada tuan Alex. Kamu tenanglah," jawab Lorie, "Masuk. Kita pulang."


Kinara membuka pintu mobil dan duduk dengan tenang. Ia tidak membuka mulut untuk berbicara lagi selama perjalanan pulang. Meski begitu, benaknya dipenuhi beribu pertanyaan dan merangkainya menjadi kemungkinan-kemungkinan yang membuatnya semakin pening.


***


Pintu kamar mandi terbuka. Alex melangkah keluar dan terkejut ketika melihat gagang pintu kamarnya berputar. Seseorang sedang mencoba untuk masuk.


"Sial!" maki Alex seraya berlari secepat kilat menuju kursi rodanya yang berada di dekat tempat tidur. Namun sayangnya, kakinya tersandung karpet sebelum berhasil menggapai pegangan kursi roda.


Tubuh pria itu limbung, tangannya mengggapai-gapai untuk mencari pegangan.


Sret!


Taplak meja tertarik ke bawah.


Prang!


Semua benda di atas meja jatuh berhamburan di atas lantai. Gelas berisi air minum terpental dan hancur berkeping-keping.


Alex terus menyumpah dalam hati. Meski begitu, ia hanya bisa pasrah dan tetap tergeletak di atas lantai sambil memegangi kepalanya yang terkena benda entah apa tadi.


"Alex?!"


Kinara menghambur masuk dan berlari ke sisi suaminya. Ia memeriksa sekujur tubuh pria itu dengan teliti.


"Apa yang terjadi? Mana yang sakit? Apa yang kamu lakukan? Kenapa ceroboh sekali?" cecar Kinara bertubi-tubi.


"Ck. Cerewet sekali. Bantu aku bangun."


Kinara mengambil posisi dan menarik suaminya hingga kedua tangan pria itu berhasil bertumpu di tepi ranjang. Ia membantu Alex untuk duduk, lalu menaikkan kakinya satu per satu ke atas kasur.


"Ada yang sakit?" tanya Kinara.


Alex menggeleng. "Ini jam berapa? Kenapa sudah pulang?"


"Dosen kardiovaskuler tidak datang," jawab Kinara, "Kenapa bisa jatuh begitu?"


"Aku hanya ingin mengambil air minum," dusta Alex.


"Kenapa tidak memanggil pelayan?"


"Karena kamu sudah datang, ambilkan aku minum. Sekalian panggil pelayan untuk membereskan kekacauan ini."


Kinara memicing, menatap suaminya dengan curiga. Meski begitu, ia tetap berjalan keluar untuk mengambil air minum yang baru.


"Mengagetkanku saja ...," gumam Alex setelah istrinya menghilang di balik pintu.


Hampir saja ketahuan ....


***


Besok mau crazy up nih, semangatin dongg...


Like dan vote yang banyakkk yaaa....

__ADS_1


__ADS_2