
Tepat hari ini adalah 2 bulan batas Gio dan Tara diberi kesempatan untuk memiliki anak. Namun, sampai sekarang pasangan suami istri itu belum juga diberi kepercayaan membuat Tara menjadi sangat takut karena bayangan Lydia yang memarahinya menari-nari di pelupuk mata wanita itu.
"Gio, aku takut mommy akan memarahiku," ucap Tara sambil menarik-narik baju sang suami. Ketika mereka ada di rumah Malvin dan Lydia. Sebab hari ini mereka ada pertemuan keluarga membuat Tara dan Gio kembali ke Indonesia tepat satu minggu yang lalu. "Aku juga takut, kalau Mama dan Papa malah mau membawaku untuk pulang," sambung wanita itu yang benar-benar merasa takut kali ini.
"Sayang, tidak ada yang akan memisahkan kita, mama, Mommy, papa maupun Daddy," kata Gio menimpali sang istri. "Aku yakin, Sera akan menemukan beberapa bukti tentang Tika yang jahat bukan kamu, sehingga Mommy akan kembali sayang denganmu seperti pertama kali kamu datang ke rumah ini." Gio meraih tangan sang istri. Lalu ia men ci umnya beberapa kali. "Percaya sama Sera, karena anak itu pasti akan mengungkapkan kebenaran hari ini dan setelah itu kita akan hidup bahagia."
__ADS_1
Saat pasangan suami istri itu masih saja mengobrol, tidak lama Lydia dan Malvin terlihat menuruni anak tangga dan bersamaan dengan itu Yana, Arzan dan Tika juga terlihat sudah berdiri di pintu utama.
Sehingga membuat pasangan suami istri itu dengan cepat berdiri, dan Tara tersenyum ke arah Yana dan Arzan sedangkan Gio menatap Malvin dan Lydia. Dan Tara terlihat langsung saja berlari karena ia ingin memeluk wanita yang sudah melahirkannya itu.
"Mama, Papa!" seru Tara dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Karena selama dua bulan di Spanyol selama itu pula Tara tidak pernah berjumpa dengan sang ibu dan ayahnya. Sehingga wanita itu saat ini terlihat sangat bahagia. "Mama, Papa, aku sangat merindukan kalian," ucap Tara yang sudah berhambur ke dalam pelukan Yana. Dan pada saat itu juga air mata Tara jatuh. "Mama, maafkan aku karena aku waktu itu lebih memilih suamiku, dibandingkan dengan Mama dan Papa," kata Tara.
__ADS_1
"Ma, jangan ada niat baut pisahin aku sama Gio, ya," gumam Tara pelan. "Karena aku sangat mencintai suamiku itu."
Yana mengelus tangan Tara. "Sayang, jika bukan Gio yang memintamu untuk pergi maka Mama dan Papa tidak akan pernah ikut campur sayang. Tapi jika itu Gio maka Papa kamu akan langung membawamu pulang saat itu juga."
"Iya, apa yang di katakan oleh Mama kamu itu benar Tara," timpal Arzan sambil berjalan mendahului Yana, Tara dan Tika wanita itu hanya diam saja.
__ADS_1
"Apa Papa sudah tidak marah lagi sama aku?" tanya Tara.
Yana langsung mengangguk sebagai tanda mengiyakan putrinya sambil berkata, "Tidak ada orang tua yang bisa berlama-lama dalam memarahi anak-anaknya." Yana mengatakan itu supaya Tara bisa mengerti.