Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda

Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda
Chapter 74


__ADS_3

Akan tetapi, saat hendak memejamkan mata dan mengabaikan Daniel, Lorie tiba-tiba teringat ucapan Dokter Ana kemarin. Sahabatnya itu memberitahukan bahwa Daniel mengaku pernah bertemu dengannya di Venice. Ia sudah berusaha sekuat tenaga, tapi sama sekali tidak berhasil mengingat di mana ia pernah bertemu dengan Daniel sebelumnya.


“Apa kita pernah bertemu sebelumnya, Daniel?” tanya Lorie sambil menatap lekat ke arah pria di hadapannya. “Venice? Kamu pernah ke sana?”


“Siapa yang memberitahumu?” Lagi-lagi Daniel balas bertanya. “Ketiga sahabat premanmu itu?”


Lorie memutar bola matanya dengan kesal.


“Mereka akan menendang bokongmu kalau mendengar kamu menyebut mereka preman,” gerutunya. “Cepat katakan, di mana kita pernah bertemu sebelumnya?”


“Lift.”


“Lift?”


“Hm.”


“Di mana?” Alis Lorie bertaut. Ada banyak lift yang ia naiki di Venice.


“Hotel Amber.”


“Hotel Amber?”


“Hm. Tiga kali kita berpapasan, tapi kamu tidak melihat ke arahku sama sekali. Itu sedikit menjengkelkan sekaligus membuatku bersemangat, kamu tahu? Tidak ada satu orang wanita pun yang pernah mengabaikan kehadiranku. Itu hanya kamu.”

__ADS_1


“Jadi kamu tertarik kepadaku hanya karena penasaran?”


“Tidak.” Daniel menggeleng cepat. “Terakhir kali kita bertemu, kamu terlihat sangat keren. Dengan sedikit memar dan lecet di wajah dan tanganmu, juga pakaian yang sedikit compang-camping, aku merasa baru saja bertemu dengan tokoh jagoan yang biasanya hanya ada di film action.”


Lorie tercengang.


Jagoan?


Film action?


“Aku menyapamu waktu itu, tapi kamu langsung pergi begitu saja. Aku juga tidak bisa mengejar karena ada janji dengan klien yang harus kuhadiri. Aku sudah putus asa. Tapi, secara ajaib kita bertemu lagi di Dubai. Bukankah itu yang dinamakan berjodoh? Oh, Sekarang aku baru sadar kalau itu adalah nama hotel itu sama seperti nama anak bosmu,” imbuh Daniel lagi seraya mengedipkan matanya dengan genit.


Lorie melongo tidak percaya mendengar penuturan pria itu.


Daniel terkekeh dan tidak membantah atau marah karena dikatai sinting oleh Lorie.


“Aku biasa bertemu dengan wanita yang aromanya seperti ... bagaimana menjabarkannya? Aroma mereka lebih mirip seperti botol parfum berjalan. Belum lagi pakaian yang mereka kenakan ... kalau tidak separuh terbuka, pasti hampir telanjang. Itu menjijikkan. Tapi kamu ... jagoanku, aku hampir berlutut dan memintamu untuk menjadi guru spiritualku.”


“....”


Lorie kehabisan kata-kata. Bagaimana bisa ia terjebak bersama pria dengan pemikiran dan selera yang aneh ini?


Apakah itu artinya seleranya pun mulai merosot dan turun level?

__ADS_1


Tidak ....


Tidak mungkin.


Dari seorang Raymond Dawson yang kalem dan imut, mengapa ia bisa berakhir dengan seorang pria psikopat yang menyukai wanita yang bisa berkelahi?


Sialnya, sepertinya ia mulai sedikit menyukai pria psikopat ini. Memang tidak sebesar rasa sukanya kepada Raymond, tapi ....


Lorie tidak ingin mempercayai takdirnya. Itu terlalu kejam ....


“Lihat, sekarang kamu yang tampak seperti orang bodoh. Sedang terpesona pada ketampananku, hm?”


Lorie terkesiap mendengar suara yang seksi sekaligus memuakkan itu. Untuk sekejap ia hampir mengangguk, tapi dengan cepat niat itu digantikan dengan cibiran sinis dan tatapan setajam samurai.


“Harus aku akui, kamu memang tampan, tapi belum mencapai tahap mampu membuatku terpesona,” balas Lorie sambil mencebik.


“Bagus. Itu adalah peningkatan yang sangat bagus karena kamu sudah bisa mengakui ketampananku,” ujar Daniel dengan raut wajah yang tampak sangat puas. “Sebagai kompensasinya, aku akan mengajakmu jalan-jalan sebentar di taman. Bagaimana?”


Sejujurnya, ia berani mengajak Lorie keluar dari ruangan perawatan karena tahu nanti sore wanita itu akan segera check out dari rumah sakit. Setelah dia kembali ke rumahnya, mungkin mereka tidak akan memiliki banyak waktu untuk berduaan lagi.


Selain itu, masa kontraknya dengan Lorie juga akan segera habis. Dengan sikap dan perkataan wanita itu yang masih ketus, Daniel tidak yakin telah memenangkan hatinya. Jadi ... mengapa tidak memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sangat baik?


***

__ADS_1


__ADS_2