Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda

Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda
Chapter 30


__ADS_3

Namun, saat pria di hadapannya membuka pintu kamar pasien, seluruh keraguan dan kecemasan Raymond langsung sirna. Pria itu meninggalkan kopernya di dekat pintu dan melompat ke depan ketika melihat Lorie terbaring di atas ranjang dengan alat bantu pernapasan. Ada begitu banyak alat medis yang terpasang di tubuh wanita itu.


Jarum yang menancap di tangan Lorie dan selang yang menyembul dari balik pakaian pasien membuat mata Raymond memanas. Ia berdiri di sisi ranjang dan mematung di sana. Beberapa kali tangannya terangat, seolah hendak menyentuh wanita di hadapannya yang terbaring dengan mata terpejam erat, tapi berkali-kali pula tangannya kembali terkulai di sisi tubuhnya.


Wajah wanita yang biasa menyunggingkan senyum ceria itu kini tampak sangat pucat dan layu. Raymond merasa seperti ada jarum yang tersangkut di kerongkongannya dan membuatnya hampir tersedak.


“Sepertinya hubungan kalian cukup dekat.”


Raymond tersentak ketika mendengar suara yang datang dari sisi kanannya. Dengan cepat ia menoleh dan mendapati Alex Smith sedang duduk di sofa sambil menyilangkan kaki. Ia segera berjalan menghampiri pria itu dan memberi hormat.


“Tuan Smith, terima kasih banyak karena sudah bersedia memberitahukan kepadaku mengenai ... Lorie ....”


“Duduklah.” Alex menganggukan kepalanya ke arah sofa di hadapannya.


“Terima kasih.”


“Sepertinya hubungan kalian cukup dekat,” ulang Alex seraya menatap Raymond lekat-lekat. Tidak mungkin teman biasa memberi reaksi seperti tadi. Pria di hadapannya itu bahkan tidak menoleh ke kanan dan kiri, langsung berjalan lurus ke arah Lorie sampai-sampai tidak menyadari kehadirannya dalam ruangan itu.


Raymond membalas tatapan Alex sekilas, kemudian mengalihkan pandangannya ke jendela. Ia tidak berani menatap Alex Smith lama-lama, takut jika pria itu bisa mengungkap rahasia yang disembunyikannya hanya dari tatapan matanya saja.


Akhirnya Raymond berdeham pelan sebelum menjawab, “Bukan dekat seperti yang Anda pikirkan, Tuan. Aku hanya ... benar-benar sangat mencemaskannya.”


“Oh.”


Alex tidak memaksa, juga tidak mengajukan pertanyaan lain, hanya terus menatap Raymond hingga pria itu merasa semakin gugup.


“Sudah berapa lama dia seperti ini?”


“Empat hari yang lalu.”

__ADS_1


Empat hari ... itu berarti Lorie disekap satu hari penuh sebelum diselamatkan? Raymond menelan ludah dan melirik sekilas ke arah ranjang pasien. Apa yang dialaminya selama satu hari itu sampai membuat kondisinya seperti sekarang?


“Apa ... dia akan sembuh?”


“Aku sudah mengerahkan tenaga medis yang terbaik. Bisa pulih atau tidak, itu tergantung kondisi fisik dan kemauannya untuk bertahan hidup.”


Raymond menghela napas dan menyugar rambutnya. Ia menekan keningnya dengan telapak tangan sambil memejamkan mata. Ia sama sekali tidak menyangka kondisi Lorie akan menjadi seperti ini. Tiba-tiba ia memiliki dorongan yang sangat kuat untuk menemukan pelaku penculikan dan menghajar mereka hingga merasa menyesal karena telah dilahirkan. Benar-benar sampah yang mengotori dunia dengan kejahatan.


Ia menarik napas dalam-dalam entah untuk yang ke berapa kalinya sebelum bertanya, “Aku ... apakah aku diperbolehkan untuk menemaninya sampai ... um, sampai dia sadar?”


Alex hanya diam menelisik wajah Raymond dengan tatapan yang seolah sedang menguliti lapisan demi lapisan kulit wajahnya untuk menyingkap rahasia apa yang tersembunyi di baliknya.


“Aku janji tidak akan membuat keributan. Ini hanya semacam beban yang tidak bisa aku lepaskan ... aku berutang kepadanya,” gumam Raymond lagi, kali ini ia tidak mengalihkan pandangannya meski sorot mata Alex Smith terlihat seperti sinar laser yang sedang menelanjanginya.


“Apa yang terjadi di antara kalian?” tanya Alex.


Raymond hampir tersedak mendengar pertanyaan yang terang-terangan itu. Ia benar-benar tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan kepada Alex. Takutnya jika ia mengutarakan peristiwa itu, Alex akan melemparnya keluar dan tidak mengizinkannya untuk bertemu Lorie di kemudian hari. Jika sudah begitu, bagaimana ia akan meminta maaf kepada Lorie dan menyampaikan bahwa ia sangat menyesal?


“Itu ... aku tidak bisa mengatakannya sekarang, Tuan. Tapi yang jelas, aku tidak akan menyakitinya. Anda jangan khawatir. Aku benar-benar hanya ingin menunggu sampai dia siuman.”


Alex mengetuk-ngetukkan jarinya ke paha dan bertanya, “Tidak bekerja?”



“Kebetulan aku sedang cuti sampai akhir bulan,” jawab Raymond.



“Begitu ....”

__ADS_1



“Apakah Anda keberatan?”



“Tentu saja tidak. Datanglah kapan pun kamu mau, tapi ... jika Lorie sadar dan mengatakan sesuatu yang buruk tentangmu, aku tidak akan melepaskanmu. Kamu tahu itu?”



“Y-ya, Tuan Smith. Anda tidak perlu khawatir.”



“Bagus. Aku akan meminta orang untuk mengurus tempat tinggalmu selama di sini.”



“Tidak perlu. Aku bisa—“



“Jangan sungkan. Teman Lorie adalah temanku, musuhnya ... adalah musuhku juga.”



Raymond tersenyum kikuk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tahu itu adalah ancaman terselubung yang dilontarkan untuknya. Diam-diam ia berdoa agar Alex Smith tidak membunuhnya jika tahu apa yang sudah dilakukannya kepada Lorie.


***

__ADS_1


__ADS_2