
“Direktur, apa ada yang bisa saya bantu?”
Teguran seorang perawat membuat Raymond tersadar dari lamunannya. Ia menggeleng pelan dan beranjak dari tempat itu.
Apa yang sedang berkecamuk di dalam kepalanya saat ini, ia pun tidak bisa menguraikannya satu per satu. Jiwanya sedikit terguncang. Rasa sakit di tangannya tak lagi terlalu terasa karena jantungnya berdenyut lebih nyeri saat melihat Lorie dibawa pergi oleh pria lain.
Dengan langkah terhuyung Raymond kembali ruang kerjanya. Apa yang terjadi pada dirinya saat ini, ia sendiri tidak mengerti. Bukankah selama ini ia mencari Lorie hanya untuk meminta maaf dan memberikan kompensasi atas kelalaiannya di Hotel Amber? Lalu mengapa sekarang ... mengapa ... ah, mengapa rasanya begitu sakit?
Raymond terpekur di atas kursinya. Ada begitu banyak pertanyaan yang berkelebat di kepalanya dan itu membuatnya sudah hampir gila.
Apakah bayi itu miliknya? Kalau iya, mengapa Lorie tidak mau mengakuinya? Kalau bukan, kapan dia ... bukankah waktu itu adalah pertama kalinya? Apakah dia langsung pergi dan tidur dengan kekasihnya setelah itu kemudian ... hamil?
Rasanya sedikit tidak masuk akal. Akan tetapi, bukankah pria itu sendiri yang mengatakan bahwa itu adalah bayi mereka?
“Argh!” Raymond mengerang dan ingin meninju apa pun yang ada di hadapannya.
Apakah aku pergi dan menanyakannya saja kepada dokter kandungan tadi?
__ADS_1
Sebagai direktur di rumah sakit itu, tentu saja ia memiliki wewenang untuk bertanya. Namun, Raymond segera menggeleng keras untuk mengenyahkan pikiran itu. Ia tidak mau mencampuradukkan urusan pribadi dengan pekerjaan. Itu bertengangan dengan prinsip dan hati nuraninya. Selain itu juga tidak etis.
Lagi pula, usia kehamilan dihitung dari tanggal akhir menstruasi, bukan dari tanggal melakukan ... melakukan hal itu.
Raymond tiba-tiba merinding. Jika mengingat dirinya yang waktu itu mabuk parah, pasti ia telah menyakiti Lorie secara tidak sengaja. Dengan memanggil nama Alice sepanjang percintaan mereka misalnya. Wanita mana yang tidak marah diperlakukan seperti itu? Bahkan jika itu dikembalikan kepadanya, ia pasti mengamuk jika wanita yang tidur dengannya memanggil nama pria lain saat mendapatkan pelepasannya.
Akhirnya Raymond mencapai pemikiran akhir bahwa ia memang brengsek dan pantas untuk diperlakukan diacuhkan oleh Lorie. Biar bagaimanapun, Lorie adalah pihak yang dirugikan karena kejadian waktu itu. Jadi kalau sekarang Lorie ingin membalasnya dengan cara mengacuhkannya seperti ini, maka yang bisa ia lakukan adalah menerimanya tanpa bantahan.
Pertanyaan pertama sudah terjawab, sekarang pertayaan kedua: mengapa hatinya terasa sangat sakit?
Sesak yang sangat menyakitkan. Bahkan saat mendapati Alice tidur bersama tua bangka itu tidak membuatnya sesakit ini. Saat itu yang ia rasakan hanyalah kecewa dan kesal. Kecewa karena Alice ternyata mengkhianatinya, dan kesal karena tahu wanita itu mencoba untuk menjebaknya.
“Permisi, Direktur Dawson. Ini laporan keuangan yang Anda minta.”
Raymond menoleh ke pintu saat mendengar suara seorang wanita yang bertugas sebagai sekretarisnya. Ia mengangguk sekilas dan berkata, “Letakkan saja di meja.”
“Baik.”
__ADS_1
Wanita itu melakukan seperti apa yang diperintahkan oleh Raymond, kemudian keluar dan menutup pintu. Penampilan atasannya itu terlihat sedikit berantakan, tapi ia tidak berani bertanya lebih banyak. Mungkinkah karena kejadian minggu lalu masih membuatnya kesal?
Ya, pasti begitu.
Siapa juga yang tidak kesal ketika dicegat oleh bandit, dirampok habis-habisan dan dipukuli sampai babak belur? Semua karyawan rumah sakit begitu terkejut ketika melihat direktur mereka dibawa dengan ambulans ke UGD. Sialnya sampai sekarang para bandit itu tidak ada yang tertangkap, bahkan jejaknya pun tidak terendus. Apakah karena itu sang direkur jadi kesal?
Sekretaris itu menggedikkan bahunya dan kembali ke mejanya. Ia tidak ingin ikut dipusingkan oleh kejadian itu.
Di dalam ruangan, Raymond hanya menatap tumpukan berkas di atas mejanya dengan pandangan yang tidak fokus. Ada satu pertanyaan yang terus berputar seperti angin topan, memporak-porandakan isi kepalanya sekali lagi.
Apakah ia jatuh cinta kepada Lorie?
Mengapa kehadiran wanita itu sangat mempengaruhi perasaannya?
Apakah ini adalah perasaan yang murni atau hanya karena wanita itu adalah pertama kali untuknya?
Raymond menggeram putus asa dan menelungkup di atas meja. Bagaimana cara memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan ini?
__ADS_1
***
like woyy likee🤣🤣