Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda

Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda
Chapter 72


__ADS_3

Untunglah apa yang diyakini oleh Daniel itu terwujud. Lorie didorong keluar dari ruang ICU setengah jam kemudian dalam keadaan baik-baik saja, meski belum sadarkan diri. Infus masih terpasang di tangannya dan wajahnya masih sangat pucat, tapi selain itu, tidak ada yang membahayakan keselamatannya.


Lorie dipindahkan ke ruang perawatan intesif, dan Alex menginzinkan Daniel untuk berjaga di samping wanita itu. Daniel sangat berterima kasih sampai-sampai ia hampir melompat maju untuk memeluk Alex. Jika bukan karena takut dianggap lancang dan bersikap tidak sopan, Daniel pasti sudah akan melakukannya sejak tadi.


Pria itu duduk bersama Alex Smith di ruangan depan yang lebih mirip seperti ruang tamu, sedangkan ranjang perawatan Lorie berada di sisi dalam, terpisah oleh sebuah pintu berwarna cokelat muda. Sebenarnya, Daniel merasa ruang perawatan itu tidak kalah dengan kamar VIP di hotel bintang lima. Bos kekasihnya itu tampaknya sangat royal.


Alex melonggarkan dasinya karena merasa sesak. Adrenalin yang dipompa ke seluruh pembuluh darahnya membuatnya merasa hampir meledak. Saat diberi tahu bahwa Lorie pingsan di taman bermain, ia langsung keluar dari kantor dan menuju alamat rumah sakit yang dikirim oleh pengawal bayangan. Ia merasa hampir terkena serangan jantung.


Setelah merasa sedikit rileks, Alex mengalihkan perhatian kepada pria yang termenung di seberangnya. Harus ia akui, selera Lorie cukup bagus. Pria itu tidak terlihat buruk sama sekali. Dibandingkan dengan Raymond Dawson, tampaknya pria bernama Daniel Hill ini lebih dapat diandalkan. Hanya saja, ia belum pernah melihat pria itu di sekitar Broocklyn sebelumnya. Dari mana Lorie mengenalnya?


Alex berdeham dan melontarkan pertanyaan, “Apakah Anda tinggal di Broocklyn, Tuan Hill?”


“Eh?” Daniel yang sedikit terkejut karena tiba-tiba ditanyai seperti itu. “Tidak. Saya dari Dubai.”


“Dubai?”


Alex memicing. Pria di hadapannya itu datang jauh-jauh dari Dubai untuk Lorie?


“Ya. Kami bertemu saat rapat di EON’s.”



“Oh.”


Alex bersandar dan menatap Daniel dengan intens. Pantas saja ia merasa sedikit familiar dengan nama itu. Sekarang ia ingat, Daniel Hill adalah nama CEO dari EON’s Company. Lalu, mengapa Lorie tidak mengatakan apa pun?

__ADS_1


Tiba-tiba pintu terbuka dan mengalihkan perhatian kedua pria itu.


Billy melangkah masuk bersama Dokter Ana. Keduanya langsung menghampiri Daniel dan menatapnya dengan tajam sehingga Daniel merasa sedikit terintimidasi.


“Halo, selamat sore. Apakah kita saling mengenal?” tanya pria itu dengan sedikit ragu.


“Kudengar kamu adalah kekasih Lorie?” Billy balik bertanya.


“Ya, nama saya—“


“Daniel Hill. Aku tahu,” sela Billy dengan sedikit tidak sabar. “Kapan kalian berkenalan? Sejak kapan berkencan?”


Daniel melirik ke arah Alex seolah ingin meminta bantuan, tapi tampaknya pria itu tidak peduli. Alex juga tidak mengoreksi sikap kedua tamu yang menyerobot masuk begitu saja ke dalam ruang perawatan. Kalau seperti itu, apakah mereka saling mengenal?


Daniel kembali menatap pria dan wanita yang masih berdiri di hadapannya itu dan memberi jawaban untuk dirinya sendiri: sepertinya mereka saling mengenal, dan tampaknya ia tidak punya pilihan lain selain menjawab pertanyaan itu.


“Oh, untuk di Venice. Dia tidak menyadarinya. Itu aku yang tertarik kepadanya lebih dulu,” imbuhnya lagi seraya tersenyum tipis.


Heh. Mereka pikir bisa merisaknya dengan mudah? Mimpi saja! Ia tidak akan mundur hanya karena diospek seperti siswa SMU.


“Tiga hari? Cih!”


Daniel mengangkat alis ketika mendengar cibiran sarkastik yang keluar dari mulut wanita yang memakai jas lab itu. Untuk sekejap tatapan mereka bertemu di udara dan Daniel bisa merasakan aura permusuhan yang sangat kuat dari wanita itu.


Aneh sekali. Seingatnya ia tidak pernah menyinggung siapa pun sebelumnya. Bahkan tiga orang manusia ini pun baru ditemuinya sekarang. Lalu mengapa mereka tampak seolah ingin menelannya hidup-hidup?

__ADS_1


“Apa ada masalah?” tanya Daniel karena tidak tahan dengan keheningan yang membekukan udara.


“Masalah? Tentu saja kamu adalah masalahnya,” gerutu Dokter Ana. “Apakah kamu tahu bahwa Lorie kami sangat berharga? Tidak sembarang pria bisa menjadi kekasihnya.”


Mata Daniel berkilat oleh sedikit keterkejutan dan sedikit pemahaman yang baru. Jadi itu masalahnya? Ketiga orang di hadapannya itu merasa ia tidak cukup kompeten untuk menjadi pasangan Lorie? Benar-benar sangat menarik.


“Apakah Anda sedang mengajukan keluhan karena dia bersedia berkencan denganku, Dokter?”


“Ya. Itu sedikit tidak normal karena Lorie tidak mengatakan apa pun sebelumnya. Apa kamu memaksanya?”


Daniel tersenyum tipis sebelum menjawab, “Bisa dibilang begitu. Aku tidak memberinya kesempatan untuk menghindar.”


“Kamu!”


Dokter Ana memelototi pria menyebalkan yang duduk dengan tenang di atas sofa itu, tapi yang ditatap sedemikian rupa bahkan tidak menampilkan perubahan ekspresi sama sekali, membuat Dokter Ana semakin kesal dan ingin menonjok wajahnya.


Billy menahan tangan Dokter Ana yang sudah terkepal. Ia maju satu langkah dan berdiri di antara dua orang yang berseteru itu dan berkata, “Katakan satu alasan yang bisa membuat kami yakin bahwa kamu tidak akan menyakitinya.”


Senyuman di wajah Daniel semakin lebar. Ia menyilangkan kakinya dengan santai dan menumpu dagu dengan tangan kanannya.


“Aku akan menjadi ayah yang baik bagi anak dalam kandungannya.”


Jawaban yang diberikan oleh Daniel itu mampu membuat kedua lawan bicaranya terguncang. Terlihat jelas bahwa mereka tidak menduga jawaban itu sama sekali. Bahkan Alex yang sejak kehadiran Billy dan Ana hanya mengamati dalam diam tampak sedikit terkejut. Dalam sekejap ketiga orang itu memiliki pemahaman dan penilaian yang berbeda mengenai Daniel Hill.


Dokter Ana yang pertama kali menemukan kembali kesadarannya segera berkata, “Sebaiknya ucapanmu itu benar, Tuan Hill. Kalau tidak, aku akan membuatmu cacat permanen.”

__ADS_1


Daniel terbatuk pelan. Sepertinya ia benar-benar mengencani salah satu anggota keluarga mafia.


***


__ADS_2