Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda

Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda
Chapter 62


__ADS_3

“Lepaskan aku,” ucap Raymond seraya menarik kakinya, tapi Alice justru semakin memegangnya erat-erat. Air mata yang mengalir di pipi membuat wajah wanita itu tampak menyedihkan.


“Jangan tinggalkan aku, Ray,” rintihnya dengan pilu. “Aku mohon, aku akan melakukan apa pun asal kamu jangan meninggalkan aku. Pria busuk itu, bantu aku melaporkannya ke polisi, ya? Kumohon, tolong aku ....”


Lucas yang sejak tadi juga mati-matian menahan emosinya langsung meledak mendengar perkataan Alice. Ia menuding wajah wanita itu seraya berseru, “Dasar Ja*lang! Ingin membuangku setelah kau mendapatkan semuanya! Mimpi! Aku akan menyeretmu bersamaku ke neraka!”


Alice mengabaikan kemarahan Lucas dan terus memohon kepada Raymond.


“Aku terpaksa, sungguh. Aku mohon, Ray, jangan tinggalkan aku. Aku mohon!” teriak Alice dengan panik.


Ia sudah tidak peduli jika para tetangga akan mendengar teriakannya itu. Saat ini hanya Raymond satu-satunya tiket untuk keluar dari neraka. Hanya Raymond yang bisa membawanya pergi. Kalau pria itu meninggalkannya, ia tidak bisa membayangkan kehidupan seperti apa yang akan menantinya di depan sana!


Tadinya ia pikir tidak akan memedulikan Raymond lagi. Apa yang akan dilakukan oleh pria itu, ia tidak mau ikut campur. Akan tetapi, Lucas tidak mau melepaskannya sama sekali, dan ia tidak memiliki siapa pun sebagai pegangan. Hanya ada Raymond seorang.


“Kamu selesaikan sendiri masalah ini, Alice. Aku tidak akan ikut campur karena mulai sekarang ... kita tidak memiliki hubungan apa-apa lagi,” ucap Raymond tanpa menoleh ke arah Alice sama sekali.


Ia sudah tidak ingin memiliki urusan apa pun dengan wanita itu. Entah sudah berapa lama affair itu dilakukan di belakangnya.


Heh. Ia yang benar-benar bodoh karena sudah merasa bersalah kepada Alice selama ini.

__ADS_1


“Aku tahu kamu tidur dengannya, Ray.”


Suara Alice yang pelan mampu membuat seluruh syaraf di tubuh Raymond seketika membeku. Tubuh pria itu menegang dan ia terpaku di tempat.


“Kamu begitu membenciku sekarang, tapi apa bedanya aku dengan dirimu? Kamu menidurinya di hotel, ‘kan?” cecar Alice saat melihat Raymond tidak menjawab ucapannya barusan. Ia sudah sangat putus asa hingga terpaksa membeberkan hal itu di depan Raymond.


Ya, ia memang sudah tahu semuanya! Atas dasar apa pria itu masih bersikap sok dan menghakiminya?


“Aku melihat ranjang yang masih berantakan saat kamu meninggalkanku pagi itu. Kamu ... kamu mencari dan menunggunya seperti orang yang kehilangan akal sehat, jadi aku pergi ke bagian keamanan untuk memeriksa CCTV dan melihat ja*lang itu keluar dari kamarmu!” teriak Alice yang sudah kehilangan kendali. “Kamu tidak mau menyentuhku, tapi tidur dengannya? Kamu pikir, kamu lebih baik dariku, Raymond? Jangan terlalu munafik!”


Atas dasar apa ia harus menghabiskan sisa hidupnya bersama pria tua bertubuh tambun dengan wajah yang sangat jelek, sedangkan Raymond langsung mendapatkan gantinya dengan mudah! Ia tidak rela! Sampai mati pun ia tidak akan pernah rela! Raymond Dawson adalah miliknya, ia tidak akan menyerahkannya dengan mudah kepada Lorie!


Rahang Raymond mengetat dan kedua tangannya terkepal semakin erat.


“Jangan samakan kita, karena aku tahu jelas kamu melakukannya dengan sukarela, sedangkan antara aku dan Lorie, itu adalah sebuah ketidaksengajaan. Aku mengira dia adalah kamu. Dari awal sampai akhir, aku mengira itu adalah kamu. Aku merasa sangat bersalah kepadamu hingga hampir gila, tapi kamu justru melakukan trik tercela dan ... astaga, Alice, sudah berapa lama kalian menjalin hubungan? Kamu pasti menertawakan kebodohanku, bukan?”


“Tidak! Tidak!” Alice menggeleng cepat. “Aku tidak pernah menertawakanmu. Aku sangat mencintaimu, kumohon ... maafkan aku, ya. Mari kita mulai dari awal. Oke?”


Alice berlutut dan ingin mencium kaki Raymond, tapi dia mengelak dengan cepat hingga kening Alice menghantam lantai dengan cukup keras.

__ADS_1


Suara kekehan terdengar dari balik tubuh Alice. Lucas yang menyaksikan itu semua sejak tadi terbahak puas saat melihwanita itu ditolak mentah-mentah oleh Raymond.


“Jalang, sekarang kita lihat siapa yang akan menyelamatkanmu,” ejeknya dengan mata berkilat licik. “Kamu ingin meninggalkanku demi dia, tapi lihatlah ... pria itu bahkan tidak ingin melihat wajahmu.”


Alice mendongak dan menatap Lucas dengan penuh kebencian.


“Ini semua gara-gara kamu, Bajingann! Ini gara-gara kamu! Aku pasti akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!”


Alice berteriak seperti orang gila. Ia melompat bangun dan menerjang ke arah Lucas, menabrak pria itu dengan keras sehingga mereka berdua berguling di atas karpet. Alice menduduki perut pria yang beberapa jam lalu baru saja bercintaa dengannya di atas ranjang, lalu mengayunkan tangan sekuat tenaga untuk memukuli wajah pria itu.


“Jalang!” teriak Lucas seraya menampar dan mendorong Alice dari atas tubuhnya.


“Akh!” pekik Alice saat punggungnya menghantam kaki meja.


Wanita itu mengerang semakin keras saat rasa nyeri yang sangat menyengat di perut bagian bawahnya. Ia terbelalak saat cairan hangat mengalir dari pangkal pahanya, menguarkan aroma anyir yang membuat mual.


“Ray, tolong aku ...,” rintihnya tanpa tenaga.


Air mata menderas di pipinya. Tadinya ia pikir dengan menjebak Raymond, pria itu akan mengira anak ini adalah miliknya. Akan tetapi, seluruh dunia Alice jungkir balik hanya dalam sekejap. Tidak saja Raymond menolak untuk tidur dengannya, sekarang pria itu juga memergokinya berselingkuh.

__ADS_1


Semuanya hancur, tak ada lagi yang tersisa. Bahkan saat suara tangisannya semakin kencang, Raymond tak juga kembali.


**.


__ADS_2