Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Mengurung Diri


__ADS_3

"Tetaplah menjadi manusia yang sikapnya sederhana, kesederhanaan membuat orang lain tulus mencintai kita saat berada di atas, kesederhanaan pula yang membuat orang lain tetap mencurahkan kasih sayang saat kita berada di bawah."


Papa yang selalu mengajarkan Ry untuk bersikap sederhana. Makanya sampai sekarang Ry selalu bersikap sederhana dan menjadi diri Ry yang apa adanya. Walaupun kadang-kadang sikap sederhana Ry membuat sebagian orang merendahkan Ry itu gak masalah buat Ry. Mau seperti apapun keadaannya Ry akan tetap bersikap sederhana.


Zai yang sudah sampai di depan pintu rumah lalu Zai membuka pintu rumah lalu Zai berjalan masuk ke dalam rumah. Zai menutup kembali pintu rumahnya lalu berjalan ke arah kamar. Tidak lama kemudian Ucup sampai di depan rumah.


"Assalamualaikum." Ucup membuka pintu rumahnya, dia berjalan masuk ke dalam rumah.


"Walaikumsalam." Zai yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.


Ucup melewati ruangan tamu lalu dia berjalan ke arah kamarnya. Ucup melihat Zai yang berdiri di depan pintu kamarnya. Ucup menghampiri Zai yang berdiri di depan pintu kamarnya.


"Adek." Ucup yang memegang bahu Zai.


Zai hanya diam saat Ucup menyapanya, Ucup melihat wajah Zai yang terlihat sedih karena kehilangan sandal favoritnya.


"Udah adek ikhlaskan aja, natik pasti dapat gantinya," kata Ucup.


"Emang abang mau beliin aku sandal baru?" Zai menoreh ke arah Ucup yang berdiri di sampingnya.


Ucup yang terdiam mendengar perkataan Zai, sedangkan Zai yang menoreh ke arah Ucup. Diam Ucup membuat Zai mengerti bahwa Ucup tidak bisa membelikan sandal baru yang mirip ama sandalnya yang hilang di mesjid.


Zai membuka pintu kamar lalu berjalan masuk ke dalam kamar. Ucup yang melihat Zai melengos masuk ke dalam kamar Zai. Setelah itu Zai menutup pintu kamarnya.


Ucup yang masih berada di depan pintu Zai merasa sedih. Ucup sebenarnya ingin membeli sandal buat Zai tetapi Ucup saja tidak kerja sehingga dia tidak mempunyai uang untuk membeli sandal buat Zai.


Ucup pernah berniat untuk berhenti kuliah agar bisa bekerja membantu perekonomian ayahnya yang hanya seorang petani singkong. Tetapi ayah, ibu dan abang fiqrie tidak memperolehkan Ucup untuk berhenti kuliah.


Mereka menginginkan Ucup untuk terus kuliah sampai mendapatkan gelar sarjana. Makanya kedua orang tua Ucup selalu berkerja dengan giat setiap hari di kebun singkong milik mereka.


Kedua orang tua Ucup tahu bahwa di antara ketiga anak mereka fiqrie, Ucup dan Zai. Hanya Ucup saja yang tidak pintar, tetapi Ucup juga tidak bodoh kemampuan Ucup masih standar sama seperti orang lain pada umumnya.


Kelebihan Ucup di bandingkan kedua orang saudaranya Ucup yang paling rajin, pekerja keras, suka membantu orang tua dan sangat pengertian dengan keadaan kedua orang tuannya. Sehingga kedua orang tuanya menginginkan Ucup menjadi seorang Sarjana.

__ADS_1


Ucup berjalan ke arah kamarnya yang berada di samping kamar Zai. Ucup melirik ke arah pintu kamar Zai yang masih tertutup. Ucup membuka pintu lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar Ucup menganti pakaiannya dengan kaos dan celana training. Setelah itu Ucup mulai merapikan tempat tidurnya, tempat tidur Ucup sudah terlihat rapi lalu Ucup duduk di pinggir tempat tidur.


Ucup sedang berpikir cara untuk mendapatkan uang agar dia bisa membeli Zai sandal. Ucup berpikir untuk mencari perkerjaan tapi kalau Ucup bekerja bagimana dengan kuliahnya nantik. Ucup merasa bingung dengan keadaannya saat ini.


Ucup merasakan haus di tenggorokannya lalu Ucup turun dari tempat tidurnya. Ucup berjalan melewati pintu kamarnya, dia menoleh ke arah pintu kamar Zai yang tertutup.


Sesampainya di dapur Ucup berjalan ke arah kulkas, dia yang sudah berada di depan kulkas lalu dia membuka kulkas tersebut.Ucup mengambil sebotol air putih dari dalam kulkas, lalu dia menutup kulkas dia membuka tutup botol hendak meminum air yang ada di dalam botol tersebut.


"Ucup kalau minum itu duduk." Ayah yang melihat ke arah Ucup yang sedang mau meminum air sambil berdiri. Ayah berjalan kearah kursi yang ada di dapur.


"Iya ayah." Ucup yang tidak jadi meminum air dari botol tersebut. Ucup berjalan ke arah kursi yang ada di hadapan ayah. Ucup duduk di kursi yang ada di hadapan ayah. Lalu Ucup meminum air yang berada di botol tersebut.


"Ayah mau minum apa?" Ibu menghampiri ayah yang duduk si kursi.


"Kopi, ibu masak apa?" Ayah yang melihat ke arah ibu.


"Iya ibu," jawab ayah.


"Nih nasi goreng buat ayah." Ibu mengambil piring yang sudah ada di atas meja lalu ibu memasukan nasi goreng ke dalam piring.


"Makasih ibu, Ucup panggil Zai ajak sarapan," kata ayah.


"Baiklah ayah." Ucup berdiri dari kursinya.


Ucup sudah berada di depan pintu kamar Zai, Ucup mau membuka pintu kamar Zai tetapi terkunci dari dalam.


Tok.....Tok


"Dek ini abang."


"Dek buka pintunya abang mau masuk."

__ADS_1


"Dek ayo sarapan ayah dan ibu udah menunggu di dapur!"


"Dek abang minta maaf bukan gak mau belikan sandal tapi sekarang abang belum ada uang." Ucup yang tertunduk dengan wajah yang sedih.


Zai yang berada di dalam kamar mendengar semua perkataan Ucup. Zai dengan sengaja mengurung dirinya di dalam kamar. Dengan cara mengurung diri di dalam kamar akan membuat keluarga menuruti keinginannya.


Karena Zai tidak juga membuka pintu kamarnya akhinya Ucup berjalan ke arah dapur. Ucup tidak ingin membuat ayah ibu menunggu dia. Sesampainya Ucup di dapur ayah ibu melihat ke arah Ucup yang datang sendirian tanpa Zai.


"Zai mana?" tanya ayah.


"Di kamar ayah." Ucup yang duduk di kursi yang ada di hadapan ayah.


"Kenapa adek tidak ikut sarapan?" Ibu yang melihat ke arah Ucup.


"Adek sedang mengurung diri di dalam kamar ibu," jawab Ucup.


"Ada apa masalah sampai Zai mengurung diri?" tanya ayah.


Ucup yang terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan dari ayah, sehingga Ucup terdiam sambil berpikir.


"Apa yang adek inginkan Ucup?" Ibu yang langsung bisa mengerti ama sikap Zai yang biasa mengurung diri di dalam kamar karena ada sesuatu yang dia inginkan.


"Ucup coba katakan ama ayah ibu," kata ayah.


"Sandal favorit Zai hilang di mesjid tadi pas shalat subuh berjamaah ayah. Aku sudah mencari sandal Zai tapi tidak menemukannya. Zai terlihat sedih karena kehilangan sandalnya," kata Ucup.


"Pasti adek minta di belikan sanda baru ama Ucup kan?" tanya ibu.


"Iya ibu, tapi aku tidak ada uang." Ucup yang wajahnya terlihat sedih.


"Tidak usah pikirkan, apa Ucup mau ikut ayah ke kebun hari ini?" tanya ayah.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2