
"Allah tidak menuntut kita untuk berhasil, Allah hanya menginginkan kita agar berusaha lalu bersabar terhadap prosesnya dan mensyukuri setiap hasil dari Nya."
Malam Minggu.........
Didalam kamus Ucup tidak ada malam minggu seperti kebanyakan anak muda lainnya. Dimana malam minggu itu mereka menghabiskan waktu ngokrong dengan teman-teman atau jalan-jalan bersama pacar atau berkumpul dengan keluarga. Tetapi untuk Ucup dia menghabiskan waktunya dengan di dapur untuk membuat keripik singkong dengan berbagai tiga varian rasa.
Ucup tidak hanya sendirinya di dapur dia di bantu oleh Zai, Anton, Ridho dan Aska. Mereka berlima berbagi tugas dalam memproduksi keripik singkong. Dari proses pembuatan keripik singkong sampai proses pengemasan keripik singkong hingga keripik singkong tersebut siap di titipkan ke warung-warung.
Drrrtt....... Drrrtt
"Itu ponsel siapa yang bunyi?" tanya Anton.
"Ntlah." Zai, Ridho dan Aska tidak merasa bahwa ponsel mereka berbunyi.
"Coba kalian periksa siapa tahu itu ponsel kalian," kata Anton.
"Itu bukan ponsel kita." Mereka serentak memeriksa ponsel yang berada di saku celana.
"Ponsel kamu gak yang bunyi?" tanya Ridho.
"Gak, nih lihat." Anton mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Anton memperlihatkan ponselnya kepada mereka.
"Terus itu ponsel siapa yang dari tadi bunyi?" tanya Aska.
"Ponsel abang yang berbunyi." Ucup segera mengangkat panggil telepon, lalu dia berjalan pergi menjauh dari dapur.
Setelah Ucup selesai mengangkat panggil telpon dia kembali memasukkan ponsel ke dalam saku celana nya. Ucup berjalan ke arah dapur untuk menemui Zai dan teman-temannya.
"Apakah ada di antara kalian yang biasa main futsal?" Ucup yang sudah berada di dapur.
"Aska dan Ridho, kenapa emangnya abang bos?" Anton yang penasaran.
"Aska dan Ridho,apa benar kalian bisa main futsal?" Ucup melihat ke arah mereka berdua secara bergantian.
"Bisa abang bos," jawab Ridho.
"Kalau saya tidak terlalu bisa abang bos." Aska yang tidak percaya diri mengatakan bahwa dia tidak terlalu bisa bermain Futsal.
"Sebenarnya ada apa abang?" Zai menatap ke arah Ucup.
"Gimana pekerjaan kalian apa udah mau siap?" tanya Ucup.
__ADS_1
"Sedikit lagi siap abang bos," jawab mereka serentak.
"Cepat siapkan perkerjaan kalian, setelah itu kita akan pergi," kata Ucup.
"Siap laksanakan abang bos." Mereka tampak bersemangat menyelesaikan pekerjaan.
Mereka sudah berdiri di depan tempat Futsal, mereka sedang menunggu Ucup yang masih menelpon seseorang.
"Sebenarnya kita kesini mau ngapain?" tanya Anton.
"Ya mau makanan lah." Ridho yang kesal sengaja menjawab itu, dia gak habis pikir dengan Anton yang masih bertanya mereka berada di depan tempat Futsal mau melakukan apa.
"Tapi di sini gak ada yang jual makanan." Anton yang melihat sekeliling-keliling tempat tersebut tidak menemukan tempat penjualan makanan.
"Dasar si Anton begog banget, udah tahu kita ke tempat Futsal yang jelas mau main Futsal masak makan sih," kata Zai.
"Kalian kayak gak tahu aja di isi otak Anton kan makan melulu," kata Aska.
"Kalian kok pada nyalahin aku, Ridho Rhoma kelapa tuh yang bilang kita mau makan di sini." Anton membela dirinya.
"Terus kamu percaya ama dia?" tanya Aska.
"Gak, saat aku ngelihat gak ada orang berjualan di tempat ini," jawab Anton.
Mereka sudah berada di dalam area Futsal tersebut, disana sudah ada Feri dan Gustaf yang dari tadi sudah menunggu mereka.
"Ucup sini." Gustaf melambaikan tangannya ke arah mereka.
"Iya, ayo kita kesana!" Ucup yang melihat Gustaf sedang melambaikan tangan ke arahnya, Ucup mengerti dengan kode yang di berikan Gustaf. Sehingga Ucup mengajak Zai dan teman-temannya untuk berjalan ke arah Gustaf dan Feri.
"Baiklah abang bos." Ucup berjalan di depan lalu mereka mengikuti Ucup dari belakang.
"Akhirnya kalian datang juga." Feri merasa cukup senang karena dari tadi menunggu kedatangan mereka.
"Kita butuh berapa pemain lagi untuk bermain Futsal?" tanya Ucup.
"Kamu ikut main Futsal?" tanya Feri.
"Ikut," jawab Ucup.
"Berarti dua orang lagi, siapa di antara kalian mau main futsal?" Feri melihat ke arah Zai dan temannya.
__ADS_1
"Aku abang." Ridho mengangkat tangannya.
"Baiklah, berarti masih kurang satu lagi. Apa Zai mau main futsal?" Gustaf melirik ke arah Ridho yang mengajukan dirinya untuk bermain Futsal, setelah itu dia melirik ke arah Zai.
"Gak mau, aku jadi penonton aja." Zai menolak untuk bermain Futsal.
"Aku aja abang." Anton menangkat tangannya.
"Jangan abang dia." Ridho yang tidak menyetujui Anton untuk ikut bermain Futsal.
"Kenapa?" tanya Gustaf.
"Dia susah larinya abang lihat aja badannya," jawab Ridho.
"Jangan dengerin kata Ridho Rhoma kelapa abang, walaupun badan aku kaya gini tapi aku ini aktif abang." Anton mencoba menyakinkan Gustaf bahwa tidak usah mendengarkan perkataan Ridho.
Mereka bermain futsal dengan pemain yaitu Feri, Gustaf, Ucup, Ridho dan Anton. Ridho mengusulkan Anton sebagai kiper, mereka menyetujui ide Ridho. Sebelum mereka bermain Futsal mereka terlebih dahulu berdoa setelah itu mereka bertos sambil memberikan semangat.
Mereka memasuki arena pertandingan Futsal tersebut, mereka sudah berada di arena pertandingan begitu juga tim lawan mereka sudah berada di arena pertandingan. Kapten dari kedua tim di panggil oleh wasit, kapten lawan sudah berjalan ke arah wasit
Sedangkan dari tim Ucup yang menjadi kaptennya itu Feri, Feri yang berjalan menghampiri wasit. Setelah berada di hadapan wasit. Wasit menyuruh kedua kapten memilih gambar uang logam.
"Kamu pilih apa angka atau burung garuda?" tanya wasit.
"Angka," jawab kapten tim lawan.
"Burung garuda," kata Feri.
"Baiklah, ternyata Angka." Wasit melempar koin tersebut ke atas lalu dia menangkap koin tersebut dan meletakkan koin tersebut di lengannya, ternyata yang muncul di koin tersebut gambar angka. Maka permainan akan di mulai dengan tim lawan yang mendapat bola futsal terlebih dahulu.
Wasit menyuruh mereka untuk bersalaman setelah itu wasit menyuruh mereka untuk kembali kepada tim masing-masing. Mereka sudah berada tim masing-masing. Wasit meniupkan peluitnya.
Priiitt.......... Priiitt
Setelah peluit dari wasit di tiup maka tim lawan sudah mulai mengiringi bola ke arah tim Feri, Ridho bergerak lebih dahulu mencoba mengambil bola futsal dari lawannya. Ternyata tim lawan dengan mudah bisa melewati Ridho.
Gustaf pun berlari mengejar bola yang di giring oleh tim lawan. Tim lawan mengoper bola tersebut ke temannya yang berada di dekat nya. Gustaf berlari ke arah tim lawan tersebut. Gustaf terus berusaha untuk mendapatkan bola dari tim lawan. Usaha yang Gustaf lakukan berhasil akhirnya bola futsal berhasil dia rebut.
Sekarang bola futsal sudah berada ama Gustaf, dia mengiringi bola futsal tersebut ke arah arena tim lawan.
"Gus oper kesini." Feri berteriak meminta Gustaf untuk mengoper bola futsal ke arahnya.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...