
"Tugas kamu berat harapan kamu banyak, kuatin lagi mentalnya dan kencengin lagi doanya."
Seminggu Kemudian.........
Setelah selesai makan malam Ucup berjalan ke arah teras rumah. Seperti biasa setelah makan Ucup pasti akan merokok di teras rumahnya. Ucup mengeluarkan sebungkus rokok dan korek dari saku celananya.
Ucup membuka bungkus rokok tersebut ternyata isinya kosong. Ucup yang merasa mulutnya pahit karena belum merokok setelah makan sehingga dia memutuskan untuk pergi ke warung membeli rokok.
Ucup berdiri dari tempat duduknya lalu dia berjalan melewati pintu untuk masuk ke dalam rumahnya. Ucup berjalan ke arah kamar untuk mengambil uang di dompetnya. Ucup yang sudah sampai di depan pintu kamar membuka pintu kamarnya.
Ucup berjalan masuk ke dalam kamarnya lalu dia berjalan ke arah meja belajarnya. Dia mengambil dompet yang berada di atas meja. Ucup mengambil dompet dari atas meja lalu dia membuka dompet tersebut yang hanya ada dua lembar uang kertas.
Ucup mengambil dua lembar uang kertas dari dalam dompetnya. Ucup meletakan kembali dompet di atas meja belajar, dia memasukkan dua lembar uang kertas ke dalam saku celananya. Ucup keluar dari pintu kamarnya, dia menutup pintu kamarnya.
Ucup berjalan ke arah ruangan tamu, dia sudah berdiri di depan pintu. Ucup membuka pintu rumah.
"Ucup mau kemana?" Ibu yang sudah berada di ruangan tamu melihat ke arah Ucup.
"Ke warung ibu." Ucup membalikkan badan melihat ke arah ibu.
"Kebetulan, apa ibu boleh nitip?" tanya ibu.
"Boleh, ibu mau nitip apa?" tanya Ucup.
"Dua bungkus indomie," jawab ibu.
"Indomie apa ibu?"tanya Ucup.
"Indomie goreng," jawab ibu.
"Indomie goreng kan ada bermacam-macam merek, ibu mau yang mana?" tanya Ucup.
"Sarimie isi dua," jawab ibu.
"Apa ada lagi ibu?" tanya Ucup.
"Telur ayam," jawab ibu.
"Telurnya berapa ibu?" tanya Ucup.
__ADS_1
"Telurnya 3 butir," jawab ibu.
"Baiklah ibu." Ucup yang masih berdiam diri.
"Kok Ucup gak berangkat ke warung?" tanya ibu.
"Ibu kan belum ngasih uangnya buat beli indomie goreng dan telur." Ucup mengulurkan tangan ya ke arah ibu.
"Oh iya ibu lupa belum ngasih uang ke Ucup." Ibu memberikan selembar uang kertas berwarna hijau kepada Ucup.
"Ibu Ucup pergi kewarung dulu." Ucup mengambil uang tersebut dari tangan ibu lalu dia berpamitan ama ibu Ucup menyalim punggung tangan Ucup.
"Ucup perginya pakai apa?" tanya ibu.
"Jalan kaki aja ibu," jawab Ucup.
"Ya sudah hati-hati di jalan Ucup," kata ibu.
"Iya ibu." Ucup pergi berjalan melewati pintu rumah yang sudah terbuka.
Ucup sudah sampai di teras rumah lalu dia memakai sendal jepitnya yang biasa dia pakai. Ucup berjalan meninggalkan rumahnya lalu dia berjalan melewati gerbang rumah Lea. Rumah Lea yang terlihat sepi, dia sudah lama tidak bertemu dengan Lea.
Ucup melanjutkan perjalanan menuju ke arah warung yang tidak jauh dari rumahnya. Sesampainya Ucup di depan warung tersebut dia melihat warung tersebut tutup. Dengan terpaksa Ucup harus berjalan ke arah warung yang jauh dari rumahnya.
"Mana warung yang satu lagi jauh dari sini."
Ucup yang berjalan kaki sambil mengomel, saat Ucup berjalan kaki melewati rumah yang ada anjingnya. Anjing tersebut mengogong dan mengejar Ucup yang berjalan melewati rumah tersebut.
Ucup segera berlari karena anjing tersebut mengejar dia. Dia berlari terus sampai anjing tersebut tidak mengikuti dia lagi. Setelah Ucup merasa anjing tersebut tidak mengikuti dia lagi baru dia berhenti berlari.
Ucup berdiri lalu mengambil nafas, dia yang terlihat ngosngosan karena berlari di kejar-kejar oleh anjing. Ucup merasa malam ini di merasa sial, sudah harus berjalan kaki ke warung yang jauh lalu saat berjalan kaki di kejar oleh anjing yang sedang menjaga rumah tersebut.
Ucup kembali berjalan ke arah warung, tidak lama kemudian Ucup sampai di depan warung. Dia masuk ke dalam warung tersebut lalu dia mengambil indomie goreng yang bermerek sarimi isi dua di rak-rak kayu, dia mengambil dua bungkus. Dia membawa indomie goreng di tangannya, lalu dia melihat-lihat ke arah sekeliling warung untuk mencari keberadaan telur.
"Kamu cari apa?" Pemilik warung yang sedang memperhatikan Ucup yang sedang melihat kesekeling arah warungnya.
"Apa telur ayam ada ibu?" tanya Ucup.
"Ada, kamu mau berapa?" tanya ibu pemilik warung tersebut.
__ADS_1
"Tiga butir saja ibu," jawab Ucup.
"Tunggu sebentar." Ibu pemilik warung mengambil sebuah kantong plastik lalu dia berdiri dari tempat duduknya. Ibu pemilik warung berjalan ke arah rak yang ada telur ayam. Dia mengambil tiga buah telur ayam dari tempat tersebut. Dia memasukkan telur ayam ke dalam plastik.
Ibu pemilik warung berjalan ke arah meja kasir. Dia duduk di kursinya lalu Ucup menghampiri ibu pemilik warung tersebut.
"Ibu ada rokok merek B?"Ucup yang sudah berdiri di depan meja kasir.
"Ada," jawab ibu pemilik warung tersebut.
"Aku beli sebungkus," kata Ucup.
"Tunggu sebentar." Ibu pemilik warung tersebut mengambil sebungkus rokok merek B dari etalase kaca tersebut, setelah itu ibu tersebut meletakan sebungkus rokok tersebut di atas meja kasir.
"Ibu berapa semuanya?" Ucup yang meletakan dua bungkus Sarimi isi dua ke atas meja kasir.
Ibu pemilil warung tersebut memberitahu Ucup total jumlah yang harus Ucup bayar. Ucup mengeluarkan uang dari saku celananya lalu di memberikan uang tersebut kepada ibu pemilik warung tersebut.
Setela selesai membayar barang belanjaannya, ibu pemilik warung memasukkan barang belanjaan Ucup ke dalam sebuah kantong plastik. Ibu pemilik warung tersebut memberikan kepada Ucup sebuah kantong plastik yang berisi barang belanjaan dia.
Ucup mengambil kantong plastik tersebut dari tangan ibu pemilik warung tersebut. Kantong plastik yang sudah berada di tangan Ucup lalu dia buka kantong plastik tersebut. Dia mengambil sebungkus rokok, dia membuka bungkusan rokok tersebut.
Bungkus rokok tersebut sudah terbuka lalu dia mengambil sebatang rokok. Dia mencari korek di saku celananya tetapi tidak menemukan korek di saku celananya.
"Apa aku boleh pinjam korek?" tanya Ucup.
"Apa kamu mau merokok?" tanya ibu pemilik warung tersebut.
"Iya ibu." Ucup yang menundukkan wajahnya, dia merasa malu.
"Nih koreknya." Ibu pemilik warung tersebut memberikan korek kepada Ucup.
"Terimakasih ibu." Ucup mengambil korek dari tangan ibu pemilik warung, setelah itu dia menyalakan rokoknya dengan mengunakan korek.
Setelah itu Ucup mengembalikan korek kepada ibu pemilik warung tersebut. Ucup berjalan kaki sambil membawa kantong plastik di tangannya. Ucup juga merokok sambil berjalan pulang kerumahnya.
Saat Ucup sedang berjalan kaki tiba-tiba terdengar bunyi klakson motor.
Tiiiinnn.......Tiiiinnn
__ADS_1
Ucup lalu menoleh ke arah motor yang berada di belakangnya. Dia melihat seorang cewek yang di kenal sedang mengendarai motor tersebut.
...~ Bersambung ~...