Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Ucup Dan Aqila


__ADS_3

"Melihat kehidupan orang lain itu kadang sama seperti kita melihat bulan dari jarak jauh, selalu terlihat indah. Tapi kita tidak pernah tahu seperti apa jika melihat dari dekat."


2 Tahun Kemudian........


Hari ini hari yang begitu membahagiakan buat Ucup sekeluarga, karena hari ini Ucup akan Wisuda. Walaupun Ucup membutuhkan waktu sekitar 5 tahun untuk menyelesaikan kuliah di kampus tersebut. Ucup sekeluarga sudah berkumpul di ruangan tamu menunggu Fiqrie dan Dinda yang belum datang.


Ucup yang dari tadi berdiri sambil mondar mandir di ruangan tamu.


"Abang kenapa sih dari tadi mondar mandir kayak setrikaan?" Zai melihat Ucup yang dari tadi mondar mandir seperti setrikaan.


"Itu abang Fiqrie kok belum sampai juga udah jam segini."Ucup berhenti mondar mandir lalu dia melihat ke arah Zai.


" Sabar abang sebentar lagi abang Fiqrie pasti sampai." Zai mencoba menenangkan Ucup.


"Apa kamu sudah menghubungi Fiqrie?" tanya ayah.


"Belum ayah," jawab Ucup.


"Coba kamu hubungi Fiqrie." Ayah menyuruh Ucup untuk menghubungi nomor Fiqrie.


"Nih aku hubungi abang Fiqrie." Ucup mengambil ponsel yang berada di saku celananya. Ucup menghubungi nomor ponsel Fiqrie tetapi panggilan Ucup tidak di angkat oleh Fiqrie.


"Bagaimana Ucup?" tanya ibu.


"Gak di angkat telpon nya," jawab Ucup.


"Coba telpon lagi." Ibu menyuruh Ucup untuk menelpon Fiqrie kembali.


Ucup sekeluarga sudah tiba di parkiran kampus, Fiqrie memakirkan mobil nya di parkiran kampus khusus untuk roda empat. Ucup membuka pintu mobil tersebut lalu dia turun dari mobil tersebut. Ucup sudah turun dari mobil, dia memakai pakaian toga dengan celana panjang berbahan kain berwarna hitam.


Keluarga Ucup juga turun dari mobil tersebut lalu mereka berdiri di dekat Ucup.


"Ucup pakai ini." Ibu memberikan topi yang biasa di pakai untuk acara Wisuda.


"Iya ibu." Ucup mengambil topi tersebut dari tangan ibu.


Semua mahasiswa sudah berkumpul dalam Aula kampus. Hari ini mereka akan mengadakan acara wisuda bagi seluruh mahasiswa yang kuliah di kampus tersebut. Acara wisuda pun di mulai oleh pembaca acara menyebutkan susun acara tersebut lalu setelah itu kata sambutan dari rektor kampus tersebut.


Acara yang di tunggu-tunggu pun tiba yaitu acara wisuda para mahasiswa kampus tersebut. Satu persatu nama mahasiswa di panggil sesuai dengan gelarnya. Satu persatu mahasiswa tersebut naik ke panggung untuk melakukan acara wisuda.


Nama Ucup di panggil untuk naik ke atas panggung, mendengar namanya di panggil Ucup segera naik ke atas panggung tersebut. Ucup sudah berdiri di hadapan rektor kampus tersebut, Rektor meletakan tapi pada topi Ucup ke samping itu menandakan bahwa Ucup telah wisuda di kampus tersebut.


Setelah itu Ucup bersalaman dengan para dosen-dosen kampus tersebut sambil mengucapakan terimakasih, seorang dosen memberikan surat tanda kelulusan kepada Ucup. Ucup mengambikan surat tanda kelulusan tersebut. Setelah itu Ucup turun dari panggung dia berjalan ke arah pintu keluar dari aula tersebut.

__ADS_1


Ucup sudah berada di luar dia sambut oleh semua anggota keluarganya yang sudah menunggu di luar.


"Selamat Ucup." Ayah merentang tangannya kepada Ucup.


"Terimakasih ayah." Ucup memeluk badan ayah dengan perasaan gembira, karena dia sudah bisa wisuda dan mendapatkan gelar Spt.


"Ayah ibu bangga pada kamu." Ayah melepaskan pelukan dari Ucup lalu dia tersenyum melihat ke arah Ucup.


"Akhirnya kamu bisa menjadi seorang sarjana. " Ibu yang matanya berkaca-kaca karena terlalu bahagia melihat Ucup sudah berhasil menandapatkan gelar sarjana.


"Ini semua berkat ayah dan ibu." Ucup segera menghampiri ibu lalu dia memeluk badan ibunya.


"Hiks hiks hiks." Ibu yang tidak kuasa menahan air mata akhirnya air mata ibu berjatuhan sambil memeluk badan Ucup.


"Ibu kenapa menangis?" Ucup melepaskan pelukan dari ibu lalu Ucup menghapus air mata ibu dengan menggunakan ibu jari nya.


"Ibu bahagia karena kamu sudah wisuda dan mendapat gelar sebagi Spt." Ibu tersenyum melihat ke arah Ucup.


"Selamat ya Ucup, semoga ilmu yang kamu dapat bisa bermanfaat buat orang lain." Fiqrie menghampiri Ucup yang berdiri di hadapan ibu. Fiqrie mengulurkan tangan ke arah Ucup.


"Aamiin, terimakasih abang." Ucup mendekati Fiqrie lalu dia menjabat tangan Fiqrie setelah itu dia melepaskan tangan Fiqrie. Ucup memeluk badan Fiqrie.


"Sama-sama Ucup." Fiqrie melepaskan pelukan dari Ucup karena di merasakan sesak di peluk Ucup.


"Selamat ya Ucup." Dinda mengulurkan tangannya sambil mengendong seorang balita yang berjenis kelamin cewek.


"Congratulations abang Ucup." Zai langsung berlari ke arah Ucup dengan melentangkan ke dua tangannya. Zai langsung memeluk badan Ucup, Ucup membalas pelukan Zai. Mereka saling berpelukan.


"Iya, makasih Zai." Ucup melepaskan pelukan.


Gustaf dan Feri datang menghampiri Ucup, mereka mengucapkan selamat kepada Ucup sudah wisuda. Gustaf dan Feri sudah terlebih dahulu Wisuda sedangkan Ucup baru tahun ini wisuda itu karena dia setahun cuti kuliah. Gustaf, Feri dan Ucup terlihat bahagia mereka saling berpelukan.


Mereka merasa senang karena akhirnya Ucup wisuda mengikuti mereka. Selain itu Feri memberitahukan kepada Ucup bahwa di tempat kerjannha lagi membuka lowongan untuk Spt. Feri menyuruh Ucup untuk melamar kerja di sana agar mereka selalu bisa bersama.


Setelah selesai mengobrol Feri dan Gustaf pamit mau kembali ketempat kerja. Ucup sekeluarga memutuskan untuk pergi ke restauran merayakan hari wisuda Ucup. Saat Ucup sedang berjalan tiba seorang yang sedang mau mengambil foto terus saja berjalan mundur dia tidak menyadari ada orang di belakang nya.


Bruk......... Bruk


"Astagfirullah." Ucup menangkat wajah lalu dia melihat seorang perempuan yang menabrak dengan posisi membelakangi badannya.


"Maaf abang." Si perempuan tersebut membalikkan badan lalu dia melihat Ucup dengan jarak yang begitu dekat.


"Ternyata kamu, kamu wisuda juga?" Ucup melihat ke arah si perempuan tersebut, si perempuan tersebut ternyata ialah Aqila.

__ADS_1


"Iya, abang wisuda juga?" tanya Aqila.


"Iya, selamat ya Aqila." Ucup mengulurkan tangan ke arah Aqila.


Deg.......... Deg


"Selamat juga buat abang." Aqila menjabat tangan Ucup. Jantung Aqila berdetak kencang saat berjabat tangan dengan Ucup.


"Hm, Aqila dia siapa?" Seorang pria menghampiri Aqila dan Ucup yang sedang berjabat tangan. Si pria tersebut berdiri di samping antara Aqila dan Ucup.


"Dia senior Aqila abang Al." Aqila yang tersadar dengan kehadiran Al. Aqila segera melepaskan jabatan tangannya dengan Ucup.


"Perkenalkan nama Ucup abang." Ucup mengulurkan tangan ke arah Al.


"Aldi, kamu punya hubungan apa dengan Aqila?" Al menjabat tangan Ucup setelah itu dia melepaskan tangannya dari Ucup.


"Aku senior Aqila di kampus abang," jawab Ucup.


"Tapi kenapa kamu baru wisuda sekarang?" tanya Al.


"Aku satu tahun cuti kuliah, abang siapanya Aqila?" tanya Ucup.


"Aku abang Aqila," jawab Aldi.


Beberapa Bulan Kemudian.........


Ucup sekeluarga datang ke rumah Aqila, kedatangan Ucup sekeluarga di terima baik oleh Aqila sekeluarga terutama Aldi. Setelah pertemuan Aldi dan Ucup saat Wisuda tersebut mereka bertukar nomor ponsel setelah itu mereka sering menjalin komunikasi lewat ponsel sehingga mereka berteman.


Ayah Ucup melamar Aqila untuk di jadikan istri Ucup. Lamaran Ucup di terima oleh keluarga Aqila. Ucup begitu bahagia akhirnya bisa melamar Aqila untuk di jadikan istri. Ucup sudah menjabat menjadi Manger di sebuah perusahaan makanya dia berani untuk melamar Aqila menjadikannya sebagai calon istri.



...~ Tamat ~...


Assalamu'alaikum ..........


Selamat Malam semuanya


Ry mengucapkan banyak terimakasih buat readers yang sudah membaca novel Perjuangan Ucup.


Novel Perjuangan Ucup memang kisah nyata teman Ry yang sengaja Ry tulis untuk menginspirasi anak-anak muda seperti Ucup. Ry harap agar anak-anak muda itu seperti Ucup yang memikirkan pendidikannya dan berusaha membantu kedua orang tuanya.


Maaf apabila banyak kekurangan dalam novel Perjuangan Ucup. Maaf juga kalau Ending tidak sesuaikan dengan yang readers ingin kan karena kisah Perjuangan Ucup itu emang seperti itu adanya. Sekali lagi Ry cuma menulis berdasarkan pengalaman yang Ucup🙏.

__ADS_1


Buat readers mampir juga ke karya Ry yang berjudul Ry Benci Pakpol. Kisah Ry yang membenci Pakpol karena kena tilang. Bagaimana kah akhinya rasa benci Ry terhadap PakPol apakah akan berubah? Yuk baca novel Ry Benci PakPol.



__ADS_2