Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Kopi Serasa Air Laut


__ADS_3

"Biar tak pandai bergaya, asal pandai cari kerja. Karena hidup itu butuh biaya bukan banyak gaya."


"Lah kenapa Ucup?" Gustaf dan Feri serentak bertanya.


"Tuh kamu coba sendiri kopi buatan kamu." Ucup meletakan gelas yang berisi kopi tersebut di atas meja.


"Baiklah nih aku coba." Feri mengambil segelas kopi dari atas meja, lalu dia meminum kopi tersebut ketika kopi tersebut sudah masuk kedalam mulut segera Feri mengeluarkan nya.


Byuuurr.......... Byuuurr


"Gimana enakan rasa kopi buatan kamu?" Ucup yang melihat Feri juga menyemburkan air kopi buatannya keluar dari mulut nya.


"Tidak, ini tidak kopi buatan aku." Feri mengelengkan kepala nya setelah itu dia meletakkan kembali gelas berisi kopi tersebut di atas meja.


"Lah kalau bukan kamu yang buat kopi ini lalu siapa yang buat kopi ini?" tanya Ucup.


Flashback.............


Saat aku sedang berada di depan kompor menunggu air yang ada di panci tersebut masak.


"Abang lagi ngapain di situ?" Zai yang berdiri di depan pintu kulkas.


"Ya elah ternyata kamu Zai, bikin abang kaget aja untuk gak copot jantung abang." Feri yang terkejut mendengar suara seorang yang berbicara kepada dia. Feri menoleh ke arah sumber suara tersebut, saat Feri sudah melihat sumber suara tersebut ternyata berasal dari suara Zai.


"Maaf aku gak sengaja abang, abang lagi masak apa di kompor?" Zai membuka pintu kulkas tersebut lalu dia mengambil sebuah botol dari dalam kulkas tersebut. Setelah itu Zai segera menutup kembali pintu kulkas tersebut. Zai membuka tutup botol minuman tersebut lalu Zai meminum air yang berada di dalam botol tersebut.


"Masak air," jawab Feri.


"Emang buat apa abang masak air?" Zai yang sudah selesai meminum air dalam botol tersebut.


"Abang mau buat kopi," jawab Feri.


"Untuk siapa abang buat kopi?" Zai membuka kembali pintu kulkas dia memasukan kembali botol tersebut kedalam kulkas setelah itu Zai menutup kembali kulkas tersebut.


"Abang, Ucup dan Gustaf," jawab Feri.


"Kenapa gak Ucup yang buat kopinya?" Zai berjalan Feri yang berdiri di depan kompor.

__ADS_1


"Ucup lagi mager makanya abang yang buat, aduh air kok dari tadi belum mendidih?" Feri yang terus saja melihat ke arah panci yang berada di atas kompor.


"Tumben abang Ucup mager, bentar lagi juga mendidih airnya abang." Zai yang sudah berdiri di samping Feri juga melihat ke arah panci yang ada di atas kompor.


Pruuutt........ Pruuutt


"Aduh perut aku mules banget nih, kamu aja yang buatin kopinya buat kami." Feri terkentut lalu dia merasa perutnya mules sehingga mau BAB (buang air besar). Feri yang memegangi perutnya lalu dia segera berlari ke arah kamar mandi.


"Ckckck, abang Feri makan apa sih kentutnya bauk bangkai." Zai yang mencium aroma baik kentut Feri yang begitu bauk lalu dia segera menutup hidungnya.


Air yang ada di panci tersebut sudah mendidih, Zai segera mengambil tiga buah gelas dari rak piring. Zai meletakkan tiga buah gelas tersebut di samping kompor, dia membuka toples yang berisi kopi.


Zai memasukkan kopi kedalam ketiga buah gelas tersebut secara bergantian. Setelah itu Zai melihat ada dua buah toples yang bentuk hampir sama dan warna sama putih. Zai mengambil sebuah toples tersebut lalu dia membuka toples tersebut dia memasukkan sesuatu yang berada di dalam toples tersebut kedalam gelas secara bergantian.


Setelah itu Zai merasakan air di dalam panci sudah masak maka dia mematikan kompor tersebut. Zai mengangkat panci tersebut mengunakan kain lap agar dia tidak merasakan panas dari gagang panci tersebut. Zai menuangkan air panas tersebut kedalam gelas tersebut secara bergantian.


Setelah itu Zai meletakkan kembali panci tersebut di atas kompor. Zai mulai mengaduk-ngaduk gelas yang berisi kopi tersebut dengan mengunakan sebuah sendok.


"Ah air legah juga rasanya." Feri yang berjalan ke arah dapur, dia yang sudah berada di dapur melihat ke arah Zai yang sedang mengaduk kopi.


"Eh ternyata sudah ada abang Feri." Zai yang mendengar suara seorang lalu dia menoleh ke arah belakang, dia melihat Feri yang sedang berjalan menghampiri nya.


"Gimana kopi udah siap?" Feri yang sudah berada di samping Zai.


"Udah nih abang," jawab Zai.


"Makasih ya Zai." Feri melihat tiga buah gelas yang sudah berisi kopi.


"Sama-sama abang, kalau gitu aku ke kamar dulu." Setelah Zai pamit ama Feri dia berjalan meninggalkan dapur tersebut.


FlashOn...............


"Zai," jawab Feri.


"Apa kami nyuruh Zai buat kopi?' tanya Ucup.


" Gak nyuruh tapi aku minta tolong ama dia tadi soalnya kebelet BAB (Buang Air Besar)." Feri menjelaskan kepada Ucup bahwa dia minta tolong ama Zai.

__ADS_1


"Pantas aja rasa kopinya kayak gitu," kata Ucup.


"Apa Zai tidak pernah membuat kopi?" tanya Gustaf.


"Tidak pernah, nah ini kopi perdana buat Zai," jawab Ucup.


"Apa Zai tidak bisa membedakan mana gula dan garam?" tanya Feri.


"Seperti tidak maka rasa kopi asin kayak air laut," kata Ucup.


"Pantas aja kalian nyembur tadi minum kopinya, ternyata rasanya asin kayak air laut." Gustaf yang tertawa terpingkal-pingkal mendengar perkataan mereka.


"Kamu mah enak gak merasakan kopi rasa air laut," kata Ucup.


"Hahahaha, iyu untung saja aku belum sempat minum kopi rasa air laut." Gustaf masih tertawa. bahagia di atas penderitaan Ucup dan Feri yang meminum kopi rasa air laut


"Iya kami benar-benar lagi beruntung ini malam Gustaf," kata Feri.


"Semoga keberuntungan aku seterusnya gak cuma malam ini aja," kata Gustaf.


"Terus sekarang kita mau minum apa?" tanya Feri.


"Minum air putih aja lebih sehat, dari pada kopi rasa air laut yang ada entar kita bisa hipertensi," kata Gustaf.


"Aku setuju ama ya Gustaf katakan." Ucup menyetujui perkataan Gustaf.


"Apalagi kalau air putihnya yang dingin, makin segar deh rasanya di tenggorokan," kata Feri.


"Ya udah kalian ambil aja di kulkas sana di dapur." Ucup menyuruh kedua teman untuk mengambil air putih di dalam kulkasnya.


"Aku kan tadi udah sekarang giliran kamu lagi sana." Feri menyuruh Gustaf untuk mengambil air putih dari kulkas yang ada di dapur.


"Baiklah, aku cuma ngambil air putih dong. Apa cemilannya gak ada gitu Ucup?" Gustaf yang sudah berdiri dari tempat duduknya.


"Kalau begitu sekalian kamu bawak toples yang ada di meja makan itu ke sini," kata Ucup.


"Baiklah bos aqu, aku pergi dulu." Setelah mengatakan itu Gustaf segera berjalan pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


Gustaf mengambil satu botol yang berukuran besar dari dalam kulkas tersebut. Gustaf berjalan sambil membawa botol tersebut ke arah meja makan. Gustaf melihat toples yang berisi keripik Ubi, dia mengambil toples tersebut dari meja makan. Gustaf berjalan sambil membawa botol minuman dan toples, sehingga kedua tangannya penuh dengan barang bawakan.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2