
"Antara manisnya syahadat dan dahsyatnya syafaat, antara hitungan tasbih aku percaya bahwa sujud aku dan sujud kamu akan bertemu di aamiin yang sama."
Sore Harinya.......
Ayah dan Ucup yang baru saja sampai di depan halaman rumah. Ucup memakirkan motor ayahnya di halaman rumah. Ayah dan Ucup turun dari motor, mereka sudah berdiri di samping motor ayah.
"Ucup," kata ayah.
"Ada apa ayah?" Ucup merasa ayah akan menyampaikan sesuatu kepadanya.
"Ayah mau minta tolong kepada Ucup, apakah bisa?" tanya ayah.
"Bisa,ayah mau minta tolong apa?" tanya Ucup.
"Kamu kasih kambing makan, apa kamu bisa?" tanya ayah.
"Bisa, kalau begitu aku ke kandang kambing dulu ayah," jawab Ucup.
"Kalau rumputnya sudah habis, kamu ngarit dulu ke lapangan sana," kata ayah.
"Iya ayah." Ucup berjalan ke arah kandang kambing yang berada di belakang rumahnya sedangkan ayah berjalan ke arah teras rumah.
Ayah sudah berdiri di depan pintu rumah lalu dia mengetuk pintu rumah.
Tok..........Tok
"Assalamualaikum," kata ayah.
"Walaikumsalam, tunggu sebentar." Ibu yang berada di dalam kamarnya mendengar suara seorang yang mengetuk pintu rumah. Ibu berjalan keluar kamar dengan melewati pintu kamar. Ibu yang sudah berdiri di depan pintu lalu dia membuka pintu rumah.
Ceklek.....Ceklek
"Apa ayah sudah lama pulang?" Ibu yang menoleh ke arah ayah, ayah yang sedang berdiri di depan pintu rumah.
"Ayah baru pulang," jawab ayah.
"Ucup mana ayah?" Ibu menyalim punggung tangan ayah, lalu ibu melihat ke arah belakang ayah.
"Ucup ayah suruh ngasih makan kambing ibu," jawab ayah.
"Ayah pasti capek, ayo masuk dulu ke dalam rumah!" Ibu mengajak ayah untuk masuk kedalam rumah.
"Iya ibu." Ayah berjalan masuk ke dalam rumah, ayah yang sudah berada di ruangan tamu lalu dia duduk di sofa.
"Ayah mau minum apa?" Ibu yang berdiri di samping ayah.
"Air putih yang dingin ibu," jawab ayah.
"Ayah tunggu di sini dulu biar ibu yang ambil." Ibu berjalan pergi ke arah dapur.
__ADS_1
Ibu yang sudah berada di dapur lalu dia berjalan ke arah kulkas. Ibu sudah berdiri di depan kulkas, ibu membuka kulkas setelah itu ibu mengambil sebotol air putih dari dalam kulkas. Ibu menutup kembali kulkas tersebut lalu dia berjalan ke arah ruangan tamu sambil membawa sebotol air putih.
Saat ibu berjalan melewati ruangan keluarga dia berpapasan dengan Zai yang sedang berjalan sambil membawa handuk di bahunya.
"Itu minum buat siapa ibu?" Zai yang melihat ke arah ibu yang sedang memegang sebotol air putih.
"Ayah, dek baru mau mandi?" tanya ibu.
"Iya ibu," jawab Zai.
"Ya sudah sana dek mandi, ibu mau bawa minum untuk ayah dulu." Ibu berjalan melewati Zai.
Ucup yang sudah selesai memberi makan kambing berjalan ke arah pintu dapur. Ucup yang sudah berdiri di depan pintu dapur, Ucup mengucapkan salam karena tidak ada yang menjawab salam Ucup lalu dia membuka pintu dapur.
Ceklek......Ceklek
Ucup berjalan masuk ke dalam dapur, Ucup yang sudah berada di dapur tidak melihat ada orang di sana. Ucup menutup pintu dapur lalu dia mengunci pintu dapur tersebut. Ucup yang merasa badan lengket dan kotor memutuskan untuk mandi.
Setelah selesai mandi Ucup memakai handuk, dia memasang handuk di bagian pinggangnya. Ucup berjalan keluar dari pintu kamar. Ucup berjalan melewati ruangan keluarga, di sana Ucup melihat ayah, ibu dan Zai sudah berpakaian rapi.
"Pada mau kemana?" Ucup yang berdiri di depan ruangan keluarga.
"Mau pergi ke rumah Fiqrie, apa Ucup mau ikut?" tanya ayah.
"Maaf ayah, aku tidak ikut," jawab Ucup.
"Kenapa Ucup tidak mau ikut?" tanya ibu.
"Rumah kita gak perlu di jaga abang, lagian tidak ada barang berharga. Sebaiknya abang ikut aja kerumah abang Fiqrie." Zai yang mencoba membujuk Ucup agar mau pergi kerumah Fiqrie.
"Apa Ucup yakin mau jaga rumah?" tanya ibu.
"Aku yakin ibu, lagian aku mau istirahat," jawab Ucup.
"Ya sudah kalau begitu kami berangkat dulu." Ayah berpamitan ama Ucup.
Ucup menyalim punggung tangan ayah dan ibu secara bergantian, lalu Ucup mengulurkan tanganya ke arah Zai. Zai menyalim punggung tangan Ucup. Setelah itu mereka berjalan pergi meninggalkan Ucup.
Malam Harinya......
Setelah selesai makan malam Ucup duduk di ruangan keluarga sambil menoton televisi. Ucup menoton sinetron yang ada di salah satu chanel televisi. Ucup menoton televisi sambil di temanin sebungkus rokok. Kebiasan Ucup setelah makan dia pasti akan menghisap rokok, bagi Ucup kalau sesudah makan belum menghisap rokok maka dia merasa mulutnya akan pahit.
Saat Ucup sedang asik menoton televisi sambil menghisap sebatang rokok. Tiba-tiba saja Ucup mendengar suara pintu rumahnya di ketuk oleh seseorang.
Tok.......Tok
"Assalammualaikum."
"Walaikumsalam." Ucup segera berdiri dari tempat duduknya lalu dia berjalan ke arah pintu rumahnya. Ucup yang sudah berada di depan pintu rumah lalu dia membuka kunci pintu rumahnya. Setelah itu Ucup membuka pintu rumahnya.
__ADS_1
Ceklek.......Ceklek
"Pak Jumadinya ada Ucup?" Seorang pria yang sudah berdiri di depan pintu rumah Ucup.
"Maaf pak Rt, ayah tidak ada di rumah. Apakah pak Rt ada perlu ama ayah saya?" Ucup yang melihat ke arah si pria tersebut, pria tersebut adalah pak Rt.
"Iya Ucup," jawab pak Rt
"Kalau begitu pak Rt bisa menyampaikannya kepada saya, bagaimana pak Rt?" tanya Ucup.
"Kalau begitu saya sampaikan kepada Ucup saja," jawab pak Rt.
"Pak Rt sebaiknya kita berbicara di dalam rumah saja, ayo silahkan masuk pak Rt!" Ucup yang mengajak pak Rt untuk masuk kedalam rumahnya.
"Tidak usah, sebaiknya kita bicara di teras saja Ucup." Pak Rt berjalan ke arah bangku yang ada di teras rumah Ucup.
"Baiklah pak Rt, Ayo silahkan duduk pak Rt!" Ucup berjalan melewati pintu rumahnya, setelaah itu Ucup berjalan kearah teras rumahnya. Ucup yang sudah berada di dekat bangku rumahnya lalu dia duduk di bangku teras rumahnya.
"Iya Ucup." Pak Rt juga duduk di bangku teras rumah Ucup.
"Sebenarnya ada apa pak Rt mencari ayah?" Ucup melihat ke arah pak Rt.
"Besok di lingkungan kita akan mengadakan gotong royong, setiap rumah harus mengirimkan seorang untuk ikut gotong royong. Kalau ada yang tidak ikut maka akan dikenakan denda," kata pak Rt.
"Denda berupa apa pak Rt?" tanya Ucup.
"Membayar uang sebesar seratus ribu rupiah," jawab pak Rt.
"Besok jam berapa gotong royongnya pak Rt?" tanya Ucup.
"Pukul 07.30 wib Ucup," jawab pak Rt.
"Kita berkumpul dimana pak Rt?" tanya Ucup.
"Kita semua akan berkumpul di depan rumah saya sebelum mengandakan gotong royong," jawab pak Rt.
"Apa saja peralatan yang di bawa untuk gotong royong pak Rt?" tanya Ucup.
"Ucup bisa membawa cangkul," jawab pak Rt.
"Baiklah kalau begitu pak Rt," kata Ucup.
"Kalau pak Jumadi sudah pulang tolong di sampaikan pesan saya," kata pak Rt.
"Saya akan menyampaikan pesan pak Rt," kata Ucup.
"Ingat wajib datang, kalau tidak natik kena denda." Pak Rt yang berbicara dengan tegas kepada Ucup.
"Insyallah salah satu dari kami akan datang pak Rt." Ucup menyakinkan kepada pak Rt bahwa salah satu dari keluarganya akan datang.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu saya pamit. Soalnya saya harus kerumah yang ada di depan rumah Ucup." Pak Rt berdiri dari tempat duduknya lalu dia berjalan pergi meninggalkan Ucup.
...~ Bersambung ~...