
"Ujung - ujungnya bukan tentang siapa yang menarik, tetapi tentang siapa yang mampu menerima kekurangan dengan baik."
"Apa kamu sudah tahu lowongan pekerjaan yang kami butuhkan itu sebagai apa?" tanya Eko.
"Tidak tahu, karena di kertas tersebut tidak tertulis lowongan pekerjaan berprofesi sebagai apa yang di butuhkan," jawab Ucup.
"Kalau kamu tidak tahu lowongan pekerjaan yang di butuhkan itu sebagi apa, kenapa kamu bertekad buat melamar pekerjaan di sini?" tanya Eko.
"Saya sangat membutuhkan pekerjaan saat ini makanya Saya melamar kejar di sini tanpa bertanya terlebih dahulu pekerjaan apa yang akan Saya lakukan di sini?" tanya Ucup.
"Disini di butuhkan_____," jawab Eko.
"Apa kamu masih mau berkerja di sini?tanya Eko.
"Saya mau." Ucup yang begitu bersemangat mengatakan bahwa dia mau bekerja di sana.
"Bagaimana dengan kuliah kamu?" tanya Eko.
"Apa saya bisa bekerja sambil kuliah pak?" tanya Ucup.
"Kamu harus memilih salah satu, kalau kamu mau bekerja di sini maka kamu harus berhenti kuliah, bagimana?" Eko menyuruh Ucup memilih kuliah atau bekerja.
"Itu cukup berat bagi saya, apa saya tidak bisa memilih keduanya pak?" tanya Ucup.
"Tidak bisa, jadi sekarang semua bergantung ada pada kamu. Kamu harus memilih salah satu kuliah atau kerja?" tanya Eko.
"Apa pak bisa kasih saya waktu untuk berpikir?" tanya Ucup.
"Saya kasih kamu waktu sampai besok sore," jawab Eko.
"Baiklah kalau gitu pak," kata Ucup.
__ADS_1
"Apa ada yang ingin kamu tanya lagi?" tanya Eko.
"Bagaimana dengan gaji di sini pak?"Ucup yang penasaran dengan gaji lalu dia segera bertanya gaji terhadap Eko.
" Gaji di sini kecil saya hanya bisa membayar kamu di bawah UMR," jawab Eko.
"Ooo, apa kerja di sini berat pak?" Ucup yang penasaran dengan pekerjaan yang akan dia lakukan.
"Coba kamu lihat mereka, seperti itulah pekerjaannya." Eko menujukan jarinya ke arah beberapa orang yang sedang sibuk berkerja di dalam ruko tersebut.
"Ooo... jadi seperti itu pak." Ucup mengangguk kepalanya, dia sudah mengerti tentang pekerjaan yang akan dia lakukan kalau bekerja di sini.
"Kerja di sini membutuhkan otot bukan otak." Eko memberi tahu Ucup bahwa kerja di tempat tersebut membutuhkan otot bukan otak.
"Saya sudah paham." Ucup yang sudah mengerti.
"Saya tunggu kabar dari kamu paling lambatnya sore hari." Eko memberitahukan Ucup bahwa paling lambat dia menerima kabar dari Ucup tersebut besok sore harinya.
"InsyaAllah besok Saya akan memberikan kabar kepada pak, kalau begitu Saya pamit dulu pak." Ucup yang berpamitan kepada Eko.
Setelah berpamitan Ucup berjalan pergi meninggalkan ruko tersebut. Ucup yang sudah berada di samping motornya lalu dia segera menaiki motornya. Ucup menaikan motornya, dia mengendarai motornya meninggalkan ruko tersebut.
Ucup yang sedang mengendarai motornya sambil terus berpikir. Ucup yang terus saja memikirkan perkataan Eko untuk memilih kuliah atau bekerja. Karena tidak fokus mengendarai motornya hampir saja Ucup menyerempet mobil yang berada di depan motornya untung saja Ucup segera sadar dari lamunannya.
Setelah itu Ucup membelokkan motornya ke arah kanan. Ucup memberhentikan motor tepat di sebuah warung. Ucup memikirkan motornya lalu dia turun dari motornya. Ucup berjalan masuk ke dalam warung tersebut, Ucup berjalan ke arah kulkas yang berada di warung tersebut.
Ucup yang sudah berada di depan kulkas lalu dia membuka pintu kulkas. Dia melihat isi kulkas tersebut ada berbagai macam minum kemasan berada di dalam kulkas tersebut. Ucup mengambil sebuah minuman botolan dari dalam kulkas tersebut. Setelah mengambil sebuah minuman botolan dari dalam kulkas tersebut Ucup menutup pintu kulkas tersebut.
Ucup berjalan ke arah seorang wanita sedang duduk di kursi yang di hadapannya ada sebuah meja. Ucup sudah berdiri di depan meja tersebut.
"Ibuk ada rokok On Bload?" Ucup serkarang sudah berganti rokok, karena harga rokok merek S sudah naik sehingga Ucup tidak sanggup membeli rokok merek S sehingga Ucup menganti rokok dengan merek On Bload. Awalnya Ucup merasa tidak cocok saat menghisap rokok On Bload tetapi lama-kelamaan Ucup merasa sudah cocok menghisap rokok tersebut.
__ADS_1
Ucup sudah merasa cocok menghisap rokok on Bload selain itu harga rokok tersebut masih terjangkau di kantong Ucup. Bagi Ucup saat ini yang terpenting dia masih bisa ngepul ( alias berasap).
"Ada, mau berapa?" tanya si wanita tersebut.
"Sebungkus saja buk." Ucup yang meletakan dua minuman kemasan di atas meja yang berada di hadapan Ucup.
"Ini, apa ada lagi?" si wanita tersebut mengambil sebungkus rokok on Bload dari rak kaca lalu dia meletakkan sebungkus rokok on Bload tersebut di atas meja.
"Tidak ada, berapa semua nya ibuk?" tanya Ucup.
Ibuk tersebut memberi tahu Ucup total yang harus di bayar Ucup. Setelah itu Ucup mengeluarkan selembar uang kertas berwarna biru, dia memberikan selembar uang tersebut kepada si ibuk tersebut. Si ibuk tersebut mengambil uang tersebut dari tangan Ucup lalu dia memberikan uang kembalian kepada Ucup.
Setelah itu ibu tersebut memasukkan rokok dan sebotol minuman kedalam kantong plastik.
"Ini." Ibuk tersebut memberikan kantong plastik yang berisi rokok dan sebotol minuman kepada Ucup.
"Terimakasih." Ucup mengambil kantong plastik tersebut dari tangan si ibuk tersebut. Setelah itu Ucup berjalan sambil membawa kantong plastik di tangannya.
Ucup yang sudah berada di luar warung tersebut lalu dia berhenti berjalan. Dia mendudukkan pantatnya di atas bangku yang berada di depan warung tersebut. Ucup membuka kantong plastik yang berada di tangannya lalu dia mengambil sebotol minuman yang berisi kopi. Ucup membuka tutup botol minuman tersebut lalu dia meminum air kopi dalam botol tersebut.
Ucup meneguk air kopi yang berada dalam botol tersebut. Setelah meminum air kopi tersebut Ucup kembali menutup botol tersebut. Ucup meletakan botol tersebut di atas kursi, lalu Ucup mengambil sebungkus rokok dalam kantong plastik tersebut. Ucup membukak bungkus rokok tersebut.
Ucup mengambil sebatang rokok dari dalam bungkus tersebut. Ucup menutup bungkus rokok tersebut, saat Ucup ingin menyalakan rokok dia mencari korek api yang biasanya dia letakan di saku celananya.Tetapi Ucup tidak menemukan korek api di saku celananya.
Ucup berdiri dari bangku lalu dia berjalan masuk ke dalam warung tersebut, Ucup yang sudah berdiri di depan si ibuk.
"Mau beli apa?" si ibu yang melihat Ucup berdiri di depan meja.
"Ibuk apa saya bisa pinjam korek api?" Ucup yang memegang sebatang rokok di tangan kanannya.
"Boleh, nih korek apinya." Si ibu tersebut memberikan korek api kepada Ucup.
__ADS_1
"Terimakasih ibuk." Si Ucup mengambil korek api dari tangan si ibu lalu Ucup menyalakan korek api tersebut sehingga rokok yang berada di tangan Ucup menyala.
...~ Bersambung ~ ...