
"Meskipun singkat pasti aku balas cepat.Karena aku tau rasa menunggu itu berat apalagi saat chat kamu cuma dilihat tapi tidak balas."
"Kamu dengarkan baik-baik yang ayah katakan, kamu boleh pergi tapi di antarin ama Ucup,"kata ayah.
"Lah kok gitu sih ayah." Zai yang wajahnya berubah menjadi cemberut.
"Emang kamu mau kemana malam-malam kayak gini?" tanya Ucup.
"Bukan urusan abang."Zai berbicara dengan ketus.
"Nih anak di tanya baik malah jawab ketus kayak gitu."Ucup yang tidak senang mendengarkan perkataan Zai.
"Sudah-sudah kalian tidak usah ribut di sini."Ibu melihat ke arah Ucup dan Zai secara bergantian.Ibu yang merasa akan terjadi perdebatan di antara Ucup dan Zai maka ibu terlebih dahulu menghentikannya.
"Habis ini semua gara-gara abang."Zai yang menyalahkan Ucup.
"Lah kok gara-gara aku sih, aku aja gak tahu apa-apa." Ucup yang di buat bingung oleh Zai, dia yang tidak tahu apa-apa malah di salahkan oleh Zai.
"Sekarang semua terserah pada kamu, kalau kamu mau pergi harus di antar ama Ucup.Kalau kamu tidak mau di antar ama Ucup maka ayah tidak memperbolehkan kamu pergi," kata ayah.
"Kalau adek mau pergi turuti saja persyaratan dari ayah."Ibu sekarang berganti membujuk Zai untuk menerima persyaratan yang ayah berikan.
" Baiklah aku mau di antar ama abang." Dengan berat hati akhirnya Zai menuruti persyaratan yang ayah berikan kepada Zai.
"Emang kamu mau kemana?"tanya Ucup.
"Kerumah teman aku," kata Zai
"Kamu mau minta di kapan?"tanya Ucup.
"Tahun depan, ya sekeranglah abang."Zai menjawab pernyataan Ucup dengan kesal.
"Kalau gitu abang ganti pakain dulu."Setelah mengatakan itu Ucup berjalan pergi meninggalkan ruangan keluarga.
"Ayah ibu."Zai memanggil kedua orang tuanya.
"Ada apa lagi dek?"tanya ibu.
"Itu ibu."Zai yang terlihat ragu untuk memberitahukan ibu.
"Itu apa dek?"tanya ibu.
__ADS_1
"Sebenarnya kamu itu mau ngomong apa?"Ayah yang dari tadi memperhatikan Zai. Ayah penasaran dengan yang ingin Zai katakan.
"Masak ayah dan ibu gak tahu ama yang ingin aku katakan," kata Zai.
Ayah dan Ibu menatap ke arah Zai sambil mereka memikirkan yang ingin Zai katakan kepada mereka.
"Apa ibu tahu yang ingin Zai katakan?"Ayah menoleh ke arah ibu, ayah menatap wajah ibu.
"Sepertinya ibu tahu apa yang mau Zai katakan."Ibu menatap balik ayah sehingga mereka saling menatap.
"Kalau ibu tahu yang ingin Zai katakan, coba katakan."Ayah menyuruh ibu untuk mengatakan yang ingin Zai katakan.
"Apalagi kalau bukan uang, bukan begitu dek?"Ibu yang menoleh ke arah Zai.
"Betul sekali yang ibu katakan aku mau uang jajan ayah,"jawab Zai.
Rumah Anton
Aska, Ridho dan Anton sedang duduk di bangku yang berada di teras rumah Anton.
"Menurut kalian Zai datang atau tidak?"Anton menoleh ke arah Ridho dan Aska secara bergantian.
"Tidak,"jawab Ridho.
"Kenapa kamu begitu yakin bahwa Zai akan datang?"Ridho yang begitu penasaran terhadap Aska yang yakin bahwa Zai akan datang ke rumah Anton.
" Kalau Zai tidak datang dia pasti sudah chat kita, tapi ini dia tidak ada chat kita itu berarti Zai akan datang."Aska menjelaskan kepada Ridho, bahwa Zai akan datang.
"Ya sudah kalau begitu kita tunggu saja Zai,"kata Anton.
Saat mereka masih bicara terdengar suara motor yang begitu dekat dengan rumah Anton.
"Coba lihat itu siapa?"Aska yang mendengar suara motor lalu dia menoleh ke arah suara motor tersebut.Dia melihat ke arah sebuah motor yang sudah berada di halaman rumah Anton.
"Itu kayak abang Zai deh."Ridho yang penasaran lalu dia berdiri dari bangku tersebut. Ridho berjalan ke arah halaman rumah Anton.
"Bukan itu Zai."Anton yang melihat dari kejauhan yakin bahwa itu Zai.
"Lebih baik kita pastikan itu siapa."Aska yang penasaran lalu dia berdiri dari bangkunya.Aska berjalan menyusul Ridho yang terlebih dahulu sudah berada di depan motor tersebut.
"Kan benar ini abang Ucup."Ridho yang sudah berdiri di depan motor itu melihat ke arah pengendara motor tersebut ternyata Ucup.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum."Ucup memikirkan motornya di halaman rumah Anton.
" Walaikumsalam," kata Aska dan Ridho yang sudah berada di depan motor Ucup.
"Ternyata Ridho benar ini abang Ucup, abang ngapain kesini?"Aska yang menoleh ke arah Ucup yang masih berada di atas motor.
"Zai mana abang?"tanya Ridho.
"Ada tuh di belakang," jawab Ucup.
"Lah ternyata kamu di sini."Setelah mendengarkan Ucup mengatakan Zai berada di belakang, Aska segera berjalan ke arah samping motor Ucup. Dia sudah berada di samping Zai.
"Iya."Zai turun dari motor Ucup.
"Ternyata kamu datang juga Zai tadi aku kira kamu tidak datang."Ridho yang melihat ke arah Zai yang sedang berdiri di hadapan Aska.
"Apa kamu tidak ingin aku datang? kalau begitu aku pulang lagi nih."Zai yang hendak naik ke atas motor Ucup.
"Bukan begitu maksud aku Zai."Ridho segera menghampiri Ucup agar tidak terjadi kesalah pahaman.
"Terus apa maksud kamu?"Zai yang tidak jadi naik ke atas motor Ucup.
"Aku tidak ada maksud apa-apa kok Zai."Ridho menjelaskan kepada Ucup bahwa perkataan nya tadi tidak ada maksud apa-apa.
Aska yang melihat situasi seperti itu segera mengajak Zai dan Ucup untuk segera kerumah Anton.Sedang Ucup masih duduk di atas motor sambil berpikir untuk ikut Zai ke rumah Anton atau pergi.
"Abang Ucup kok malah diam aja di sini,"kata Ridho.
"Jadi gimana abang Ucup?"Aska, Zai dan Ridho masih berada di samping motor Ucup.
Ucup melirik ke arah Zai, Zai memberikan isyarat kepada Ucup dengan mengelengkan kepala nya. Zai tidak ingin Ucup ikut ngumpul ama teman-teman Zai.
"Aduh maaf abang baru ingat, kalau malam ini abang udah janji ama teman abang.Jadi abang gak bisa ikut ngumpul ama kalian."Ucup terpaksa berbohong kepada mereka.
"Ya abang Ucup gak asik nih."Raut wajah Ridho berubah menjadi sedikit lesu.
"Ya mau gimana lagi abang juga udah punya janji ama teman abang." Ucup mencoba memberi pengertian kepada Ridho.
"Gimana lain kalau lain kali abang ikut ngumpul ama kita?"tanya Ridho.
" Insyallah kalau abang ada waktu ya Ridho,"jawab Ucup.
__ADS_1
"Ya abang luangkanlah sedikit waktu buat kita, gimana?" tanya Ridho.
...~Bersambung ~...