Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Zai Sakit


__ADS_3

"Hidup ini seperti rumus, tidak perlu dihapalkan, namun hanya perlu di pahami dan di mengerti bagaimana alurnya berjalan."


Zai tidak menjawab pertanyaan dari Ucup, dia terus memakan mie rebus dari piring tersebut. Ucup membaca doa sebelum makan lalu dia memakan mie rebus yang ada di dalam piring tersebut.


"Pelan makannya natik kamu keselek." Ucup yang melihat Zai makan terburu-buru.


Zai yang terus saja makan terburu-buru tanpa mendengarkan perkataan Ucup, sehingga akhirnya Zai keselek.


"Uhuk....... Uhuk." Zai yang keselek saat memakan mie rebus buatan Ucup.


"Nih minum dulu." Ucup mengambil gelas yang berada si atas meja lalu dia menuangkan air dari teko ke dalam gelas yang berada di atas meja tersebut. Setelah itu Ucup memberikan segelad air kepada Zain.


"Iya abang." Zai menerima segelas air tersebut dari tangan Ucup.


"Kan udah abang bilang kalau makan itu pelan-pelan. Lagian kamu itu gak perlu takut karena tidak ada yang akan mengambil mie rebus mu itu." Ucup memberitahukan kepada Zai bahwa Zai tidak usah makan dengan buru-buru.


"Glug....... glug, habis aku lapar abang." Zai meminum air dari dalam gelas tersebut dengan sekali teguk setelah itu dia meletakkan gelas kosong ke atas meja lalu dia berbicara dengan Ucup.


"Sama abang juga lapar belum makan dari tadi, kalau gitu abang makan dulu ya." Ucup membaca doa sebelum makan lalu dia memulai memasukkan mie rebus ke dalam mulutnya menggunakan sendok.


Zai terlebih dahulu sudah selesai memakan mie rebus nya, dia melihat ke arah Ucup yang sedang memakan mie rebus.


"Kenapa kamu dari tadi melihat abang seperti itu?" Ucup berhenti makan lalu dia melihat Zai yang dari tadi terus melihat ke arahnya.


"Emang aku gak boleh ngelihat abang?" tanya Zai.


"Boleh, tapi kenapa cara kamu lihat abang itu berbeda?" tanya Ucup.


"Itu cuma perasaan abang aja," jawab Zai.


"Bukan cuma perasaan abang aja, sekarang coba kamu katakan kenapa kamu ngelihat abang kayak gitu?" Ucup yang menatap Zai dengan tatapan penasaran.


"Gak ada, aku ngeliat abang kayak biasa aja," jawab Zai.


"Masak sih?"Ucup memasukkan mie rebus kedalam mulutnya menggunakan sendok.


" Iya abang." Zai melihat Ucup yang sedang memakan mie rebus, Zai menahan air liurnya untuk tidak menetes saat melihat Ucup makan.


"Kamu mau?" Ucup yang dari tadi memperhatikan Zai yang melihat tidak makan.


"Gak." Zai yang mengangguk kepalanya.

__ADS_1


"Katanya gak tapi kok kepala kamu mengangguk?" Ucup terlihat bingung dengan Zai, mulut Zai berkata tidak tetapi gerakan kepalanya mengatakan iya.


"Ah itu abang." Zai yang terlihat bingung memberikan alasan kepada Ucup.


"Ya udah nih buat kamu aja." Ucup mengambil piring miliknya yang masih ada mie rebus di dalam di piring tersebut. Setelah piring tersebut berada di tangan Ucup lalu dia meletakkan piring tersebut di atas meja yang berada di depan Ucup.


"Lah kok buat aku sih abang?" tanya Zai.


"Soalnya abang udah kenyang jadi mie rabusnya buat kamu aja." Ucup yang sengaja berbohong kepada Zai, Ucup tahu kalau Zai menginginkan mie rebus miliknya maka dari itu Ucup memberikan mie rebus miliknya kepada Zai.


"Ini benaran untuk aku abang?" Zai yang terlihat ragu untuk menerima mie rebus milik Ucup.


"Iya buat kamu, kamu habiskan ya." Ucup menyuruh Zai untuk menghabiskan mie rebus.


"Dengan senang hati, makasih abang." Zai tersenyum melihat ke arah Ucup.


Esokan Harinya...........


Pagi ini seperti biasa Ucup sudah bersiap-siap untuk pergi ke mesjid untuk melaksanakan shalat shubuh berjamaah.Ucup yang baru saja keluar dari pintu kamarnya lalu dia berpapasan dengan ayah dan ibu.


"Ayah ibu mau kemana?" Ucup yang sudah berdiri dihadapan ayah dan ibu.


"Ayah ibu mau pergi Ucup," jawab ayah.


"Ke Rumbai," jawab ayah.


"Mau ngapain ayah ibu pergi ke Rumbai?" tanya Ucup.


"Mau kerumah Pakde," jawab ayah.


"Emang kenapa ayah pergi ke rumah pakde?" tanya Ucup.


"Rumah pakde ada acara jadi ayah ibu harus kesana Ucup," jawab ayah.


"Berapa lama ayah dan ibu di sana?" tanya Ucup.


"Cuma sehari aja," jawab ayah.


"Kalau begitu ayah ibu titip Zai ama kamu ya?" tanya ibu.


"Iya,aku akan selalu jagain Zai jadi ibu gak usah khawatir." Ucup memberitahukan ibu agar tidak udah mengkhawatirkan Zai.

__ADS_1


"Ibu percaya Ucup bisa jagain Zai." Ibu merasa legah karena Ucup akan menjaga Zai.


"Ya udah kalau gitu ayah ibu pamit dulu Ucup." Ayah yang berpamitan kepada Ucup.


"Iya ayah ibu." Ucup menjalim punggung tangan ayah ibu secara bergantian.


"Ini uang buat kalian berdua selama ayah ibu pergi." Ibu mengeluarkan dompet dari tas slempang,ibu membuka dompet lalu dia mengambil selembar uang berwarna merah. Ibu memberikan selembar uang berwarna merah kepada Ucup.


"Terimakasih ibu." Ucup mengambil uang tersebut dari tangan ibu.


"Sama-sama kalau begitu ayah ibu pergi dulu." Setelah itu ibu dan ayah pergi meninggalkan Ucup yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.


"Hati-hati di jalan ayah ibu." Ucup berjalan menyusul ayah dan ibu.


Sekarang Ucup sudah berdiri di teras rumah sambil melihat ke arah halaman rumah. Ayah yang sudah berada di atas motornya lalu ibu naik ke atas motor ayah. Ayah menyalakan motor lalu dia melajukan motornya. Saat motor ayah melaju pergi meninggalkan Ucup, Ucup melambaikan tangan ke arah ayah dan ibu.


Setelah ayah ibu pergi meninggalkan Ucup, lalu Ucup berjalan ke arah pintu rumahnya. Dia mengunci pintu rumahnya lalu dia memasukkan kunci pintu rumah ke dalam saku baju kokonya. Setelah itu Ucup berjalan ke arah mesjidnya.


Setelah melaksanakan shalat subuh berjamah di mesjid, Ucup berjalan keluar mesjid. Ucup yang sudah berada di luar mesjid lalu dia berjalan meninggalkan mesjid. Ucup sudah berada di depan pintu rumahnya. Ucup mengambil kunci rumah dari saku baju kokonya, Ucup membuka pintu rumahnya.


Ceklek............... Ceklek


"Assalamu'alaikum." Ucup mengucapkan salam tetapi tidak ada yang menjawab. Dia berjalan masuk ke dalam rumahnya, setelah berada di dalam rumah Ucup menutup pintu dan mengunci pintu rumahnya.


Ucup berjalan ke arah kamarnya, sesampainya Ucup di dalam kamar lalu dia mengantikan pakaian dengan mengunakan kaos oblong dan celana training. Setelah itu Ucup berjalan ke arah dapur, sesampainya di dapur Ucup melihat tudung saji yang masih kosong.


Ucup memasak nasi goreng untuk sarapan pagi dengan telur dadar. Setelah selesai memasak nasi goreng Ucup berjalan ke arah kamar Zai. Ucup yang sudah berada di depan pintu kamar Zai.


Tok........ Tok


"Zai."


"Bangun sekolah."


"Natik kamu terlambat." Ucup berteriak agar Zai bangun dari tidurnya. Tetapi Ucup tidak mendengar tanda -tanda Zai bangun dari tidur.


Ucup membuka pintu kamar Zai, Ucup yang sudah berada di dalam kamar Zai menyalakan lampu kamar. Dia berjalan menghampiri Zai yang masih tidur di atas tempat tidur.


"Kamu sekolah gak?" Ucup menarik selimut Zai yang menutupi badannya Zai.


"Bangunin natik kamu terlambat." Ucup memegang lengan Zai.

__ADS_1


"Panas, kamu sakit ya? " Ucup merasa lengan Zai panas, lalu Ucup memegang kening Zai dengan telapak tangannya.


...~ Bersambung~...


__ADS_2