Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Air Mata Bawang


__ADS_3

"Orang yang terbiasa jujur akan memiliki kebebasan untuk berkata dan berbuat sesuatu tanpa keraguan. Sebaliknya orang yang terbiasa berbohong, pasti tidak memiliki kebebasan karena terbelenggu dan tertangkap oleh kebohongannya."


"Mau ibu goreng Ucup." Ibu mengambil baskom yang berisi buah singkong yang sudah di bentuk.


Esokan Harinya.........


Ucup, Gustaf dan Feri sudah berada di parkiran kampus.


"Kamu setelah ini mau kemana?" Feri yang melihat Ucup yang sedang berdiri di samping motornya.


"Pulang," jawab Ucup.


"Ayo ikut kami nongkrong!" Feri mengajak Ucup untuk nongkrong di cafe.


"Gak ah." Ucup menolak ajakan Feri.


"Kamu gak asik sekarang," kata Feri.


"Kamu mau ngapain sih di rumah?" tanya Gustaf.


"Aku mau tidur, kalau begitu aku pulang dulu." Setelah berpamitan dengan Feri dan Gustaf, Ucup mengendarai motornya meninggalkan parkiran kampus.


Motor yang di kendarai Ucup sudah melewati gerbang kampus, tiba-tiba seorang perempuan berdiri di jalan raya sambil merentangkan tangan. Ucup yang sedang melajukan kendaraannya lalu dia menarik rem tangan motornya sehingga menimbulkan bunyi.


Ciiitt............ Ciiitt


"Hei, kau mau mati ya berdiri di situ."Ucup membuka kaca helem motornya, dari berbicara dengan nada membentak ke si perempuan tersebut.


"Tidak." Si perempuan tersebut berjalan sambil mengelengkan kepalanya.


"Terus kamu mau ngapain?" Ucup yang melihat si perempuan tersebut sudah berjalan mendekat ke arahnya.


"Aku mau nebeng ama kamu." Si perempuan tersebut langsung naik ke atas motor Ucup.


"Eh, kau ngapain naik ke atas motor aku?" tanya Ucup.


"Udah cepatan jalan motornya." Si perempuan tersebut menyuruh Ucup untuk mengendarai motornya.


"Aku gak mau, sekarang cepatan kau turun dari motor aku." Ucup menyuruh si perempuan tersebut untuk turun dari motor Ucup.


"Aku gak mau turun, mendingan sekarang kamu anterin aku pulang." Si perempuan tersebut bersi kokoh tidak mau turun dari motor Ucup.


"Aku tidak mau mengantarin kau pulang, jadi mendingan kau turun dari motor aku." Ucup berbicara dengan membentak si perempuan tersebut.

__ADS_1


"Tenang aja gak gratis aku bayar kok, gimana kamu mau kan?" tanya si perempuan tersebut.


"Emang kau pikir aku abang gojek?"mendingan kau pesan abang gojek aja." Ucup menyuruh si perempuan tersebut untuk memesan gojek.


"Iya, makanya kamu antarin aku sekarang. Kalau kamu gak mau aku nagis nih." Si perempuan tersebut mengacam Ucup kalau Ucup tidak mau mengantarkan dia maka dia bakal nagis.


"Nangis aja aku tidak peduli ama kau." Ucup merasa tidak takut mendapatkan ancam tersebut.


"Hiks hiks hiks." Setelah mendengar perkataan Ucup si cewek tersebut mulai menangis, dia menagis tersedu-sedu sehingga menimbulkan perhatian pengendara motor yang melewati mereka.


"Sudah-sudah lebih baik kau tidak usah menangis lagi, aku akan mengantarkan kau pulang kerumah kau." Ucup yang menyadari bahwa dari tadi pengendara motor tersebut melihat ke arahnya selain itu pengendara motor tersebut berbisik menatap tidak suka melihat ke arah Ucup. Sehingga dengan berat hati akhirnya Ucup mau mengantarkan si perempuan tersebut pulang ke rumahnya.


"Nah gitu dong, gak sia-sia juga air mata aku tadi." Setelah mendengarkan perkataan Ucup si perempuan tersebut menghapus air matanya dengan menggunakan baju di lengannya.


"Ckckckck dasar air mata buaya." Ucup berbicara dengan kesal kepada di perempuan tersebut.


"Ini itu bukan air mata buaya," kata si perempuan tersebut.


"Nah, kalau bukan air mata buaya, jadi apa namanya?" tanya Ucup.


"Air mata bawang," jawab si perempuan tersebut.


"Lah terus bawang mana?" tanya Ucup.


"Ada di pasar, cepatan jalan." Si perempuan tersebut asal berbicara kepada Ucup, dia menyuruh si Ucup untuk segera menjalankan motornya


"Eh kamu lelet banget si bawak motornya aku berasa kayak naik odong nih." Si perempuan tersebut menegur Ucup yang membawa motor dengan kecepatan standar.


"Ckckckck dasar kau perempuan cerewet." Ucup yang tidak suka mendengar perkataan si perempuan tersebut berguman.


"Dimana-mana perempuan itu emang cerewet, emang ibu kamu gak cerewet?" Si perempuan tersebut membenarkan bahwa perempuan itu emang cerewet.


"Gak secerewet kau," jawab Ucup.


"Baguslah kalau calon ibu mertua aku gak cerewet kayak aku," kata si perempuan tersebut.


"Apa maksud perkataan kau calon ibu mertua." Ucup yang mendengar perkataan si perempuan tersebut secara spontan menarik rem tangan di motornya.


Ciiiiittt............. Ciiiiittt


"Heleh bilang aja kamu sengaja pengen aku peluk pakai modus ngerem mendadakan." Karena Ucup mengerem mendadak sehingga dada si perempuan tersebut menyentuh punggung Ucup.


"Ckckckck, mada ada aku modusin kamu." Ucup yang tidak Terima dengan perkataan si perempuan tersebut yang menuduh dia modus.

__ADS_1


"Udah kamu ngaku aja, aku gak keberatan kalau kamu mau modusin aku." Si perempuan tersebut yang mendesak Ucup untuk mengakui bahwa Ucup modusin dia.


"Udah di bilang gak masih aja gak percaya nih anak." Ucup kembali melajukan motornya sambil bergumam.


"Heleh kamu itu bukan pembohong yang baik," kata si perempuan tersebut kepada Ucup.


"Lah kok kamu ngatain aku bukan pembohongan yang baik itu apa maksudnya?" tanya Ucup.


"Habis kamu itu gak bisa bohong makanya aku bilang kamu itu bukan pembohong yang baik," jawab si perempuan.


"Aku itu emang jujur orang nya gak bisa bohong, karena menurut pendapat aku seburuk-buruknya ke jujuran lebih baik jujur dari pada kebohongan yang cuma menghibur," kata Ucup.


"Betul betul betul, " kata si perempuan tersebut.


"Kalau gitu kamu mirip upin ipin." Ucup yang tersenyum sambil melihat si perempuan tersebut dari kaca spion motor.


"Mirip sangkah awak macem mereka (mirip sekali kah aku seperti mereka)?" tanya si perempuan tersebut.


"Tak lah (tidak terlalu)," jawab Ucup.


Ucup sudah berada di depan rumah si perempuan tersebut. Ucup memberhentikan motornya.


"Akhirnya sampai juga aku." Si perempuan tersebut turun dari motor Ucup.


"Jadi ini rumah kamu," kata Ucup.


"Bukan ini rumah orang tua aku," kata si perempuan tersebut.


"Iya aku tahu, kamu tinggal sini juga kan?" tanya Ucup.


"Ya iyalah aku tinggal di sini masak aku tinggal di kolong jembatan." Si perempuan tersebut sudah berdiri di samping motor Ucup.


"Nah berarti ini rumah kamu," kata Ucup.


"Bukan ini rumah orang tua aku, aku di sini itu cuma numpang ama kedua orang tua aku," kata si perempuan tersebut.


"Iya deh aku malas berdebat ama perempuan kayak kamu. Kalau gitu aku pulang dulu." Ucup yang hendak mengendari motornya.


"Tunggu nih." Si perempuan tersebut memberikan selembar uang kertas berwarna hijau ke arah Ucup.


"Ini apa?" tanya Ucup.


"Ya elah pakai nanya lagi, ini uang buat kamu." Si perempuan tersebut meletakkan selembar uang kertas berwarna hijau tersebut di tangan Ucup.

__ADS_1


"Tapi maksud aku kenapa kamu memberikan uang ini kepada aku?" tanya Ucup.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2