Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Membuat Keripik Singkong


__ADS_3

"Kamu layaknya karya seni, tidak semua orang akan mengerti dirimu, tetapi orang yang mengerti tidak akan pernah melupakanmu."


Sore Harinya.........


Semua batang singkong yang ada di kebun tersebut tercabut, mereka yang berada di kebun tersebut memasukkan semua buah singkong ke dalam mobil truk yang sudah berada di kebun tersebut. Semua buah singkong yang bagus sudah di masukan ke dalam truk tersebut.


Setelah itu si pengemudi truk tersebut melajukan mobil nya untuk meninggalkan kebun tersebut. Mobil truk tersebut sudah tidak terlihat dari padangan mereka. Mereka beristirahat di dalam pondok, karena pondok tersebut tidak muat menampung meraka yang banyak.


Sehingga Ucup, Zai dan teman-temannya duduk di atas tanah. Mereka duduk sambil meluruskan kakinya yang capek dari tadi berdiri terus saat mencabut batang singkong.


"Kalian pasti capek kan?" Ucup melihat ke arah Zai dan teman-temannya.


"Kita capek banget abang," jawab teman-temannya Zai serentak.


"Apa kalian baru ini mencabut singkong?" tanya Ucup.


"Kalau aku baru ini abang," jawab Aska.


"Aku udah pernah," jawab Anton.


"Kalau aku sih sering abang," jawab Ridho.


"Pantas aja di antara kalian berempat Ridho yang tenaga kuat." Ucup akhirnya mengerti Ridho kuat mencabut batang singkong yang besar tersebut, soalnya Ridho sering mencabut batang singkong.


"Dia itu kecil-kecil cabe rawit," kata Zai


"Walaupun badan dia paling kecil di antara kami berempat tapi tenaga dia lebih kuat dari Anton," kata Aska.


"Si Anton cuma besar badan doang tapi tenaga gak ada."Ucup melirik ke arah Anton setelah itu dia melirik ke arah Ridho.


"Benar banget yang abang Ucup katakan" Ridho membenarkan perkataan Ucup bahwa Anton itu cuma badan saja yang besar dari mereka tapi tenaga tidak ada.


"Isisis kalian tega banget ngomong aku di depan orangnya langsung sih." Anton yang mendengarkan mereka membicarakan dirinya di depan lalu wajah dia berubah menjadi cemberut.


"Kan lebih bagus begitu Anton kita ngomongin kamu, di depan kamu secara langsung malah," kata Aska.


"Dari pada kita ngomongin kamu di belakang, lebih baik mana menurut kamu?" tanya Ridho.

__ADS_1


"Gak ada baiknya kalian mau ngomongin aku di depan atau di belakang aku sama saja itu dosa," kata Anton.


"Nah benar juga yang Anton bilang, kalau kita ngomong dia entah di depan atau di belakang tetap saja dosa selain itu pahala kita malah berkurang ke dia gara-gara kita ngomongin dia." Aska yang membenarkan kata Ridho.


"Iya deh pak Ustad Aska kita ganti topik yang lain aja," kata Ridho.


"Ini sudah sore apa kalian tidak pulang?" tanya Zai.


"Ya pulang lah," jawab mereka secara serentak.


"Terus ngapain kalian masih di sini?" tanya Zai.


"Kami nunggu di usir ama kamu," jawab Aska dan Ridho secara serentak.


"Bukan itu." Anton menggelengkan kepalanya, kali ini Anton tidak sama dengan Aska dan Zai.


"Terus kamu nunggu apa?" tanya Zai.


"Aku mau minta itu boleh kan?" Anton yang tersenyum sambil cengegesan menujukkan jarinya ke arah buah singkong yang berada di dekat mereka.


"Jadi kamu mau buah singkong?" tanya Zai.


"Abang apa boleh buah singkong itu untuk Anton?" Zai melirik ke arah Ucup.


"Boleh, kalian ambil aja buat di bawa pulang." Ucup menyuruh teman-teman Zai untuk mengambil buah singkong yang berada tidak jauh dari mereka.


"Makasih, abang Ucup emang terbaik." Setelah mengatakan itu Anton segera berdiri dari tempat duduknya lalu dia berjalan ke arah buah singkong yang tergeletak di tanah tersebut.


Esokan Harinya.........


Seperti biasa setelah selesai makan malam Ucup selalu mencuci semua peralatan makan yang kotor. Ucup yang sudah selesai mencuci peralatan makan yang kotor melihat ke arah buah singkong yang kemarin dia bawak dari kebun.


Ucup berjalan ke arah buah singkong tersebut, Ucup yang sudah sampai di depan buah singkong tersebut lalu dia berjongkok sambil memegang buah singkong tersebut.


"Enaknya buah singkong ini di apain ya?" Ucup yang berguman.


"Di goreng aja, tapi aku udah sering makan singkong goreng."

__ADS_1


"Aduh buah singkong ini di buat apa ya?"


Ucup yang sedang berpikir ingin mengolah singkong menjadi apa. Setelah berpikir akhirnya Ucup menemukan ide untuk mengolah singkong nya menjadi sesuatu yang biasa dia makan. Dia berdiri dari jongkok lalu dia mengambil pisau yang berada di samping kompor.


Ucup duduk di atas lantai dapur sambil mengupas kulit buah singkong, setelah buah singkong di kupas kulitnya Ucup memasukkan buah singkong tersebut kedalam baskom yang berisi air. Ucup mencuci buah singkong tersebut sampai bersih baru lah Ucup mengiris buah singkong tersebut mengunakan pisau.


"Ucup mau buat apa?" Ibu yang sedang berdiri tidak jauh dari Ucup.


"Aku mau buat keripik singkong." Ucup berbicara sambil mengiris singkong tersebut mengunakan pisau.


"Kalau buat keripik singkong itu bukan seperti itu caranya Ucup." Ibu berjalan ke arah rak piring, ibu yang sudah berada di depan rak piring mencari sesuatu.


"Terus bagaimana caranya ibu?" Ucup yang terus mengiris buah singkong tersebut mengunakan pisau sampai buah singkong tersebut habis di iris oleh Ucup.


"Dimana ya?" Ibu yang sedang mencari sesuatu di rak piring.


"Ibu mencari apa?" Ucup yang sudah selesai mengiris buah singkong tersebut.


"Ibu lagi mencari sesuatu Ucup." Ibu yang sedang berusaha mencari sesuatu di rak piring tersebut.


"Ibu cari apa? biar aku bantu." Ucup melihat ke arah ibu yang sedang berdiri di depan rak piring.


"Ah tidak usah, udah ketemu." Akhirnya bisa menemukan sesuatu yang di cari dari tadi.


"Apa itu ibu?" Ucup melihat ke arah tangan ibu yang memegang sebuah benda.


"Ini alat pemotong keripik singkong, pakai ini kalau kamu mau buat keripik singkong." Ibu yang sudah berdiri di samping Ucup lalu dia memberikan alat tersebut kepada Ucup.


"Baiklah, tapi cara pakaianya kayak mana ibu?" Setelah alat pemotong keripik singkong berada di tangan Ucup, lalu dia bertanya kepada Ibu cara menggunakan alat pemotong keripik singkong.


Ibu duduk di samping Ucup lalu ibu mengambil alat tersebut dari tangan Ucup, ibu meletakan alat tersebut di atas baskom. Ibu mengambil sebuah singkong lalu ibu mengesekan buah singkong tersebut kepada alat tersebut sehingga buah singkong tersebut terpotong.


"Apa kamu sudah bisa?" Ibu yang sudah memberikan contoh membuat keripik singkong dengan alat tersebut.


"Iya aku sudah bisa, terima kasih ibu." Alat tetse5 sudah berada di tangan Ucup, lalu dia mulai mencoba mengunakan alat tersebut. Ucup bisa mengunakan alat tersebut.


"Ucup sini buah singkong yang sudah di potong."Ibu meminta buah singkong yang sudah di potong mengunakan alat tersebut.

__ADS_1


"Ini, mau ibu apakan?" Ucup menyerah satu baskom yang berisi buah singkong yang sudah berbentuk keripik kepada ibu.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2