Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Siapa Juga Yang Minta Di Jengukin?


__ADS_3

"Dream big, work hard, never give up, menang tidak terbang, kalah tidak patah.


Mengapa harus menyerah?


Sedangkan Allah selalu menyemangati dengan


Hayya alal falah, bahwa jarak kemenangan hanya berkisaran kening dan sajadah."


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=> Ray <\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


"Aku gak mau makan abang." Zai menutup mulutnya sambil mengelengkan kepalanya.


"Buka mulut kamu." Ucup menyuapi Zai, lalu dia menyuruh Zai untuk membuka mulutnya.


Zai tidak mau membuka mulutnya walaupun Ucup menyuapinya.


"Kamu mau buka mulut sendiri atau mau abang paksa?" Ucup menatap tajam ke arah Zai sambil dia mengancam Zai.


"Nih aku udah buka mulut." Zai membuka mulutnya.


"Kamu baca dulu doa sebelum makan." Ucup menyuruh Zai untuk membaca terlebih dahulu doa sebelum makan.


"Iya ini aku baca doa sebelum makan." Zai mengadahkan kedua tangan lalu dia membaca doa sebelum makan. Setelah selesai membaca doa sebelum makan Zai menurunkan tangannya.


"Aaaaaaakkkkk." Ucup menyuapi bubur ayam dengan mengunakan sendok ke arah mulut Zai.


"Nyam...... nyam." Bubur ayam yang di suapin ama Ucup masuk ke dalam mulut Zai. Zai memakan bubur ayam yang di suapin oleh Ucup.


Setelah Zai memakan bubur yang Ucup suapin, lalu Ucup kembali menyuapi bubur ayam kepada Zai lagi. Zai memakan bubur yang Ucup suapin, Ucup yang akan kembali menyuapi bubur ayam kepada Zai.


"Abang gak usah suapin aku lagi, biar aku makan sendiri." Zai merasa risih di suapin oleh Ucup, dia merasa seperti bocil saat di suapin oleh Ucup.


"Kalau kamu makan sendiri natik buburnya gak kamu habiskan, jadi mendingan kamu makan abang suapin." Ucup yang tidak mengizinkan Zai untuk makan sendiri.


"Aku gak mau di suapin abang lagi." Zai menolak untuk di suapin oleh Ucup.


"Kenapa kamu tidak mau abang suapin?" tanya Ucup.


"Aku merasa seperti boci saat abang nyuapin aku makan. " Zai memberitahu kepada tentang yang dia rasakan.


"Kenapa kamu bisa merasa seperti?" tanya Zai.


"Karena hanya bocil yang makan di suapin abang," jawab Zai.

__ADS_1


"Ooo.... jadi itu yang kamu pikirkan." Ucup akhirnya mengerti yang Zai pikirkan.


"Makanya aku makan sendiri aja gak usah di suapin." Zai mengambil wadah bubur ayam dan sendok yang ada di tangan Ucup.


"Tapi kamu harus habiskan bubur ayam itu," kata Ucup.


"Pasti aku habiskan, apa abang udah sarapan?" Zai yang sudah memegang wadah bubur ayam dan sendok.


"Belum, " jawab Ucup.


"Ya udah sana abang sarapan dulu." Zai menyuruh Ucup untuk sarapan.


"Kamu habiskan bubur ayam itu baru abang sarapan." Ucup menyuruh Zai untuk menghabiskan bubur ayam tersebut, setelah bubur ayam Zai habis baru lah Ucup sarapan.


"Baiklah abang akan aku habiskan bubur ayam ini sampai tidak tersisa."Zai menyuapi bubur ayam mengunakan sendok ke dalam mulutnya sendiri. Zai terus saja memakan bubur ayam yang berada di dalam wadah tersebut hingga bubur ayam yang berada di dalam wadah tersebut habis tidak tersisa.


" Nih minumnya." Ucup mengambil wadah bubur ayam dan sendok dari tangan Zai, lalu dia memberikan Zai segelas air putih.


"Glug......... glug." Zai mengambil gelas dari tangan Ucup lalu dia meminum air putih dari gelas tersebut.


Ucup berdiri dari atas tempat tidur lalu dia berjalan sambil membawa wadah bubur ayam dan sendok.


"Abang ini sekalian." Setelah air putih dari gelas tersebut habis, Zai memberikan gelas tersebut ke arah Ucup.


"Abang jangan lupa tutup pintunta." Zai yang menyuruh Ucup untuk menutup pintunya setelah keluar dari kamarnya.


Ucup berjalan ke arah pintu kamar yang sudah terbuka, lalu Ucup berjalan melewati pintu kamsr Zai. Setelah Ucup pergi meninggalkan Zai, Zai yang masih duduk di atas tempat tidur mencari keberadaan ponsel nya. Zai melihat kesegala arah tempat tidurnya untuk mencari keberadaan ponselnya. Tetapi Zai tidak menemukan ponselnya di atas tempat tidur.


Zai melihat ke arah meja belajar ternyata ponsel Zai berada di atas meja belajar. Zai turun dari tempat tidur lalu dia berjalan ke arah meja belajar. Zai yang sudah berada di depan meja belajar lalu dia mengambil ponselnya dari atas meja belajar.


Ponsel Zai sudah berada di tangan Zai lalu dia melihat ada chat masuk di ponsel nya.


πŸ“©"Assalamu'alaikum," kata Aska.


πŸ“©"Zai tadi abang Ucup ke sekolahan," kata Aska


πŸ“©"Waalaikumsalam, ngapain abang Ucup ke sekolahan? "tanya Zai.


πŸ“©" Aku dari tadi nungguin balasan chat kamu akhirnya kamu balas juga, abang Ucup minta izin ama ibu guru kalau kamu tidak bisa bersekolah karena sakit. Apa benar kamu sakit?" tanya Aska.


πŸ“©"Kata abang Ucup aku sakit," jawab Zai.


πŸ“©"Lah kok bisa kata abang Ucup sih?" Aska yang merasa heran dengan jawaban dari Zai.

__ADS_1


πŸ“©"Soalnya tadi pagi abang Ucup bilang suhu panas di badan aku tinggi," jawab Zai.


πŸ“©"Gimana dengan sekarang?" tanya Aska.


πŸ“©Kalau sekarang suhu badan aku sudah normal, makanya dari tadi pagi aku mau berangkat ke sekolahan." Zai yang merasa bahwa keadaan dia yang sehat.


πŸ“©" Lah terus kenapa kamu tidak berangkat kesekolah?" tanya Aska.


πŸ“©"Abang Ucup yang tidak memperbolehkan aku bersekolah," jawab Zai.


πŸ“©"Apa alasan abang Ucup tidak memperbolehkan kamu bersekolah?" tanya Aska.


πŸ“©"Abang Ucup bilang aku masih sakit jadi butuh banyak istirahat, makanya itu dia tidak memperbolehkan aku untuk bersekolah," kata Zai


πŸ“©"Apa yang kamu rasakan saat ini?" tanya Aska.


πŸ“©"Mulut aku rasanya pahit," jawab Zai.


πŸ“©"Berarti kamu emang sakit," kata Aska.


πŸ“©"Gak aku sehat kok." Zai yang merasa tidak sakit.


πŸ“©"Alhamdulillah kalau kamu sehat, berarti aku dan teman-teman gak perlu jenguk kamu kesana kan?" tanya Aska.


πŸ“©"Gak perlu kan aku gak sakit, ngapain juga kalian jengukin aku kesini," kata Zai.


πŸ“©"Padahal kami kesana mau jengukin kamu sambil bawa buah tangan," kata Aska.


πŸ“©"Heleh, gaya kalian mau ke sini bawa buah tangan paling-paling mau bawa brondolan (buah sawit),"kata Zai.


πŸ“©"Hahahaha, kok kamu tahu aja sih. Kalau aku kesana entar mau bawa brondolan ( buah sawit)." Aska yang tertawa sambil membaca chatnya ama Zai.


πŸ“©"Kalau bawa brondolan (buah sawit) yang banyak 1 karung 50 kg biar lumayan entar aku jual bisa dapat uang banyak," kata Zai.


πŸ“©"Waduh brondolan (buah sawit) siapa mau aku ambil sebanyak itu?" tanya Aska.


πŸ“©"Mana aku tahu," jawab Zai.


πŸ“©"Ya udah kalau gitu aku gak jadi jengukin kamu," kata Aska.


πŸ“©"Siapa juga yang minta di jengukin ama kamu," kata Zai.


...~Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2