Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Suwer Terkewer-Kewer


__ADS_3

"Ry hanya ingin tetap seperti ini dengan versi Ry. Ry ingin hidup menurut versi Ry, yang menurut Ry baik selama tidak merugikan orang lain. Bukan versi baik menurut orang lain, toh pada akhirnya hidup hanya sekali."


Lea berhenti berlari setelah tidak melihat kuntilanak tersebut.


"Untung aja itu kuntilanak gak ngikutin kita." Lea yang masih memegang tangan seorang cowok.


"Hm." Si cowok tersebut merasakan tangan Lea yang dingin.


"Sebenarnya aku merasa takut untuk masuk ke sini, tapi rasa penasaran aku jauh lebih besar sehingga membuat aku masuk kesini," kata Lea.


"Tapi aku senang bisa masuk ke sini bersama abang." Lea melihat ke arah si cowok yang dia yakini itu Ucup, suasana di dalam rumah hantu tersebut yang pencahayaan sangan minim sekali sehingga terlihat redup.


Aska yang berhenti belari setelah memastikan bahwa kuntilanak tersebut tidak mengikuti dia.


"Aduh kok aku bodoh sih, ngapain juga tadi aku ikut lari ama mereka." Aska yang baru menyadari bahwa kalau kuntilanak yang tadi dia lihat itu hanya orang biasa yang make over supaya terlihat seperti kuntilanak.


Aska menoleh ke arah kanan dan kiri untuk mencari keberadaan Lea dan Zai.


"Kok mereka gak kelihatan."


"Aku tunggu di sini atau aku jalan lagi?"Aska yang sedang berpikir mau menunggu mereka atau dia melanjutkan berjalan di rumah hantu.


"Aku tunggu aja lah di sini, di sini kok minim banget cahaya lampunya."


Aska sedang berdiri sambil menunggu mereka, tetapi mereka belum juga muncul di hadapan Aska. Aska melihat ke arah depan, penglihatan Aska yang terlihat samar-samar karena pencahayaan lampu yang kurang. Aska melihat seorang yang melompat-lompat ke arah Aska berdiri.


Aska yang penasaran akhirnya dia mengeluarkan ponsel dari saku celananya setelah dia mengeluarkan ponsel dari saku celana. Aska menyalakan senter yang ada di ponsel nya, sehingga dari ponsel Aska terdapat cahaya. Aska menyenter ke arah depan lalu dia melihat sosok pocong.


"Po...po...cong."Aska yang terkejut lalu dia berteriak sambil berbicara dengan terbata-bata menyebut pocong. Aska yang melihat pocong melompat-lompat ke arahnya lalu dia lari terbirit-birit.


Aska berlari terbirit-birit meninggalkan tempat tersebut. Aska yang terus saja berlari hingga tidak sadar Aska menabrak punggung seseorang.


Brak......Brak


"Aduh mampus aku nabrak apaan nih?" Aska yang menunduk wajahnya sambil menutup kedua matanya, dia merasa ketakutan.


"Dimana-mana kalau udah nabrak orang itu minta maaf." Seorang yang di tabrak Aska membalikkan badannya. Seorang tersebut melihat ke arah Aska, dia melihat wajah Aska yang tertunduk sambil menutup mata.


"Emang situ orang bukan hantu?" tanya Aska.

__ADS_1


"Aku ini orang bukan hantu, coba aja kamu lihat sendiri," kata seorang tersebut.


"Abang." Aska mengangkat wajahnya lalu dia mengarahkan senter ke arah seorang yang berdiri di hadapan Aska. Cahaya dari senter yang ada di ponsel Aska sehingga mengenai wajah seorang tersebut. Aska melihat ke arah wajah seseorang tesebut, dia begitu sangat mengenali seorang yang berdiri di hadapannya tersebut.


"Eh ternyata kamu." Ucup melihat ke arah Aska, karena cahaya senter dari ponsel Aska sehingga Ucup mengetahui bahwa yang berdiri di hadapannya itu adalah Aska.


"Iya, maafkan aku tadi gak sengaja nabrak abang." Aska yang wajahnya terlihat merasa menyesal karena sudah menabrak punggung Ucup.


"Udah abang maafkan, bukan tadi kamu sama Lea dan Zai. Mereka mana?" Ucup memcari keberadaan Lea dan Zai.


"Aku gak tahu Abang," jawab Aska.


"Loh kamu kok bisa gak tahu sih?" Ucup yang keningnya berkerut.


"Tadi kami terpisah," jawab Aska.


"Kenapa kalian bisa terpisah?" tanya Ucup.


"Tadi kami ngelihat sosok kuntilanak sambil ketawa.Kami yang ketakutan melihat kuntilanak sambil tertawa lalu kami lari terbirit-birit meninggalkan tempat itu sehingga kami terpisah.


"Hahaha, jadi kalian takut saat melihat seorang yang berpenampilan seperti kuntilanak." Ucup yang tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Aska.


"Tidak, abang itu takutnya cuma sama Allah," kata Ucup.


"Itu sudah seharusnya Abang," kata Aska.


"Kamu mau di tetap di sini atau keluar dari sini?" tanya Ucup.


"Aku mau keluar dari sini abang, Ayo kita pergi abang!" Ajakan Aska.


"Ya udah kamu jalan duluan biar abang yang di belakang kamu." Ucup menyuruh Aska untuk berjalan terlebih dahulu.


"Aku gak mau, sebaiknya kita jalan secara bersamaan saja abang," kata Aska.


"Ya udah kalau gitu abang jalan duluan." Ucup yang berjalan terlebih dahulu meninggalkan Aska.


"Abang tunggu aku dulu." Aska yang mencoba berlari ke arah Ucup.


Ucup dan Aska sudah berada di depan pintu rumah hantu, mereka berdiri sambil menunggu Lea dan Zai yang belum keluar dari rumah hantu.

__ADS_1


"Kenapa mereka belum keluar juga abang?" tanya Aska.


"Sabar paling bentar lagi mereka keluar," jawab Ucup.


"Sabar.....sabar, entar yang ada jidat aku makin lebar abang," kata Aska.


"Apa pulak hubungannya sabar jadi buat jidat kami makin lebar?" tanya Aska.


"Hehehe, gak ada hubungannya sih abang." Aska yang tertawa sambil cengesan.


"Ah, sudah lah entar aku jadi ikutan gaje pulak kayak kamu nih," kata Ucup.


"Aku mana ada gaje abang," kata Aska.


"Aku mau tanya sesuatu ama kamu, apa boleh?" tanya Ucup.


"Boleh, abang mau tanya apa?" Aska yang menoleh ke arah Ucup.


"Apa Lea dan Zai ada masalah?" tanya Ucup.


"Kenapa abang bertanya seperti itu?" tanya Aska.


"Abang merasa sikap Zai ke Lea sudah berubah, apa kamu tahu alasan Zai merubah sikapnya kepada Lia?" tanya Ucup.


"Aku juga tidak tahu alasannya abang, tapi aku juga merasakan hal yang sama sikap Zai yang telah berubah kepada Lea," kata Lea.


"Apa benar kamu tidak tahu alasan perubahan sikap Zai kepada Lea?" Ucup yang menatap ke arah Aska dengan tatapan mencurigakan, Ucup merasa yakin bahwa sebenarnya Aska mengetahui alasan perubahan sikap Aska kepada Lea.


"Benaran aku gak tahu, suwer terkewer-kewer abang." Aska yang mengangkat tangan lalu dia membentuk huruf V di jarinya.


Tidak lama kemudian mereka melihat ke arah pintu keluar rumah hantu tersebut. Mereka melihat Lea yang berjalan sambil mengandeng tangan Zai.


"Abang aku gak salah lihat kan, apa benar itu Lea dan Zai?" Aska yang mengucek-ngucek kedua matanya dengan tangannya.


"Iya itu Lea dan Zai." Ucup yang melihat ke arah Lea dan Zai yang berjalan sambil bergandengan tangan.


"Apa mereka udah jadian ya?" tanya Aska.


"Gak tahu, mendingan kamu tanya aja langsung ama mereka," jawab Ucup.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2