
"Jika air minum bisa melepaskan dahaga, semoga air wudhu menghapuskan dosa."
"Ibu pasti udah ngasih uang lebih buat adek," jawab Ucup.
" Abang kok tahu aja sih, ya jadi gagal dapat uang lebih dari abang." Zai mengambil uang dari tangan Ucup lalu Zai berjalan ke arah teras rumah.
Malam Harinya.......
Setelah makan malam bersama, Ucup berdiri dari kursi lalu dia mengambil peralatan makan yang kotor. Ucup mengumpulkan peralatan makan yang kotor di atas meja makan lalu Ucup membawa semuanya ke westafel yang ada di dapur.
Ucup meletakan peralatan makan yang kotor di westafel. Ibu yang melihat Ucup sudah berdiri di depan westafel lalu menghampiri Ucup.
"Ucup mau apa?" tanya ibu.
"Mencuci peralatan makan yang kotor." Ucup memasukan tangannya ke dalam baskom kecil yang berisi spons dan sabun pencuci piring.
"Tidak usah, biar ibu saja yang mencuci semua ini." Ibu yang sudah berdiri di samping Ucup lalu ibu memegang lengan Ucup.
"Tapi ibu." Ucup yang sudah memegang spons cuci piring di tangannya.
"Tidak ada tapi-tapi sini biar ibu yang mencuci semua ini." Ibu mengambil spons dari tangan Ucup lalu ibu menyuruh Ucup untuk duduk.
"Ucup dengarkan yang ibu katakan," kata ayah.
"Iya ayah." Ucup memutar air kran yang ada di westafel lalu Ucup mencuci tangan yang terkena sabun pencuci piring. Setelah itu Ucup menghampiri ayah dan Zai yang duduk di kursi.
"Apa ayah mau kopi?" Ucup yang berdiri di samping ayah.
"Iya," jawab ayah.
"Kalau begitu akan aku buat kopi untuk ayah." Ucup yang berjalan ke arah rak piring.
Ucup mengambil panci kecil dari rak piring, lalu Ucup mengisi panci kecil tersebut dengan air yang ada dispenser. Setelah itu Ucup membawa air tersebut ke arah kompor, dia meletakan panci keci di atas kompor lalu menyalakan kompor.
Ucup mengambil dua gelas dari rak piring lalu dia meletakan ke dua gelas tersebut di samping kompor. Ucup memasukan kopi dan gula secukupnya ke dalam gelas tersebut. Ucup menunggu air di dalam panci mendidih terlebih dahulu.
Setelah air dalam panci mendidih Ucup menunggu air tersebut sampai masak terlebih dahulu. Kalau air cuma mendidih tetapi belum masak maka setelah kopi di minum maka akan sakit perut. Makanya Ucup menunggu air di dalam panci sampai masak.
Setelah air di dalam panci masak Ucup mematikan kompor nya, lalu mengambil kain yang berada di samping kompor. Ucup memakai kain tersebut untuk mengangkat panci yang berada di atas kompor. Panci tersebut di angkat oleh Ucup lalu dia menuangkan air panas yang ada di panci ke dalam gelas secara bergantian.
Setelah itu Ucup meletakan panci di atas kompor. Ucup mengambil sendok dari rak piring lalu dia memasukkan sendok ke dalam gelas tersebut Ucup mengaduk-ngaduk kopi, gula dan air panas yang berada di dalam gelas tersebut.
__ADS_1
Ibu yang sudah selesai mencuci peralatan makan yang kotor menghampiri Ucup.
"Ucup buat siapa kok ada dua gelas?" tanya ibu.
"Buat aku dan ayah ibu." Ucup yang telah selesai mengaduk lalu mengambil sendok dari dalam gelas tersebut, dia meletakan sesendok tersebut di westafel.
"Sini biar ibu aja yang bawa kopi buat ayah." Ibu mengambil segelas kopi lalu ibu membawa gelas tersebut ke arah ayah yang masih duduk di kursi yang berada di dapur.
Zai yang berdiri dari kursi lalu ayah menoleh ke arah Zai.
"Adek mau kemana?" tanya ayah.
"Mau ke kamar ayah." Zai berjalan meninggalkan dapur.
"Kopinya mau di letakkan dimana ayah?" Ibu yang sedang berdiri di samping ayah sambil memegang segelas kopi.
"Di sini aja ibu," jawab ayah.
Ibu meletakan segelas kopi di atas meja yang berada di hadapan ayah. Ibu duduk di kursi yang berada di samping ayah. Ucup berjalan sambil membawa segelas kopi.
"Ucup mau kemana?" Ayah yang melihat Ucup sedang membawa gelas di tangannya.
"Mau ke teras ayah." Ucup yang berhenti berjalan lalu menoleh ke arah ayah.
Saat Ucup sedang asik menikmati sebatang rokok. Terdengar suara motor berhenti di halaman rumah Ucup. Seorang pria yang mengendarai motor tersebut lalu memakirkan motornya di halaman rumah Ucup.
Kedua pria tersebut turun dari motor lalu berjalan ke arah rumah Ucup. Ucup yang melihat dua orang pria berjalan kerumahnya.
"Assalamualaikum," kata kedua pria tersebut.
"Walaikumsalam." Ucup melihat ke arah kedua pria yang sudah berdiri di depan teras rumahnya.
"Apa kami boleh masuk Ucup?" tanya seorang pria tersebut.
"Boleh sini masuk." Ucup membuang rokoknya ke arah samping rumah.
"Apa kabar Ucup?" Seorang pria yang melepas sandal lalu berjalan ke arah teras rumah Ucup.
"Seperti yang kalian lihat," jawab Ucup.
"Apa kedatangan kami menganggu Ucup?" tanya si pria yang satu lagi dia juga melakukan hal yang sama seperti tadi lalu dia berjalan menghampiri Ucup.
__ADS_1
"Tidak, kalian berdua silahkan duduk." Ucup menyuruh kedua pria tersebut untuk duduk.
"Iya Ucup." Kedua pria tersebut duduk di kursi yang berada di samping Ucup.
"Tumben kalian ke sini ada apa?" Ucup melirik ke arah kedua pria tersebut.
"Kita kangen ama Ucup, emang gak boleh ya kalau kita main ke rumah Ucup?" tanya seorang pria tersebut.
"Boleh, apa kabar kalian berdua?" tanya Ucup.
"Kabar kami sehat Ucup," jawab kedua pria tersebut.
"Selama libur kuliah Ucup ngapain aja?" tanya seorang pria tersebut.
"Membantu kedua orang tua aku di kebun singkong, kalau kalian berdua ngapain aja?" tanya Ucup.
"Kita berdua baru pulang dari touring," jawab si pria tersebut.
"Kalian touring kemana?" tanya Ucup.
"Sumbar," jawab pria yang satu lagi.
"Berapa hari kalian touring?" tanya Ucup.
"Seminggu," jawab pria tersebut.
"Ucup kami gak di buatin minuman haus nih," kata pria yang satu lagi.
"Kalian mau minum apa?" Ucup yang melihat ke arah mereka berdua.
"Kopi," jawab kedua pria tersebut.
"Ya udah kalian tunggu dulu di sini aku buatin kopi dulu." Ucup yang berdiri dari kursinya.
"Gpl ya Ucup," kata si pria tersebut.
Ucup berjalan masuk ke dalam rumah meninggal ke dua pria tersebut. Ucup berjalan melewati ruangan keluarga ternyata di ruangan keluarga ada ayah dan ibu yang sedang duduk di atas tikar sambil menoton televisi.
"Ucup ada siapa di depan?" Ayah yang melihat ke arah Ucup.
"Ada tamu ayah." Ucup yang berhenti berjalan menoleh ke arah ayah dan ibunya.
__ADS_1
"Siapa tamunya Ucup?" Ibu yang penasaran dengan tamu yang datang ke rumah mereka.
...~ Bersambung~...