Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Zai Ngajak Lea Berangkat Ke Sekolah


__ADS_3

"Kita berhak mengistirahatkan diri dari apa-apa yang membuat sakit.Kita berhak menghindari diri dari orang-orang yang membuat mental download.Karena yang penting itu adalah kebahagiaan dan ketenangan kita."


Esok Harinya.........


Pagi ini Zai bangun lebih awal dari biasanya, ayah yang sedang berdiri di depan pintu kamar Zai untuk membangunkan.Tiba-tiba saja pintu kamar Zai terbuka.


Ceklek................. Ceklek


"Ayah."Setelah pintu kamar di buka Zai sudah berdiri di depan pintu kamar, Zai melihat ayah yang berdiri di depan pintu kamarnya.


"Wah anak ayah ternyata udah bangun, baru aja ayah mau bangunin Zai." Ayah tampak senang melihat Zai sudah bangun terlebih dahulu, biasanya Zai itu harus di bangunkan oleh orang lain. Soalnya Zai itu susah sekali bangunanya makanya orang lain yang harus membangunkan dia.


"Iya aku udah bangun, aku mau mandi dulu ya ayah." Zaipun berjalan keluar dari kamarnya, Zai menutup pintu kamar terlebih dahulu. Zai berpamitan kepada ayah untuk mandi setelah itu Zai pergi menjauh dari ayah yang masih berada di depan pintu kamar Zai.


Ayah yang masih berdiri di kamar Zai lalu dia berjalan ke arah kamar yang ada di sebelah kamar Zai yaitu kamar Ucup.


Tok......... Tok


"Ucup." Ayah yang sudah berada di depan pintu kamar Ucup segera mengetuk pintu kamar Ucup dan memanggil nama Ucup.


"Ucup bangun." Pintu kamar Ucup belum juga terbuka akhirnya ayah kembali memanggil nama Ucup dan juga membangun Ucup.


Ayah yang merasa bahwa Ucup belum juga bangun dari tidurnya segera membuka pintu kamar Ucup. Setelah pintu kamar Ucup terbuka ayah berjalan masuk ke dalam kamar Ucup. Ayah melihat Ucup masih berbaring di atas tempat tidur. Ayah menghampiri Ucup yang masih berada di atas tempat tidur.


Ayah yang sudah berada di samping tempat tidur Ucup memegang lengan Ucup untuk membangun kan Ucup tidur. Saat ayah memegang lengan Ucup dia merasa lengan Ucup terasa hangat. Untuk memastikan nya lagi ayah menempel telapak tangannya di kening Ucup.


"Panas, bangun Ucup." Ternyata suhu badan Ucup emang panas, ayah mencoba membangun Ucup.


Ucup yang mendengarkan suara ayahnya lalu dia mencoba membuka matanya secara berlahan-lahan. Walaupun mata Ucup terasa begitu berat tetapi Ucup mencoba untuk membuka matanya sehingga mata Ucup pun bisa terbuka.


"Ucup udah bangun?" Ayah melihat ke arah Ucup yang sudah membuka kedua matanya.

__ADS_1


"Iya ayah." Ucup yang mencoba bangun dari tidur nya.


"Ucup sebaiknya tidak usah bangun lebih baik berbaring dulu." Ayah tidak memperbolehkan Ucup untuk bangun dari tidurnya, ayah menyuruh Ucup untuk tetap berbaring di atas tempat tidurnya.


"Baiklah ayah." Ucup berbicara dengan suara yang begitu pelan.


"Apa Ucup yang sakit?" Ayah menatap Ucup dengan khawatir.


"Ucup tidak sakit ayah." Ucup yang melihat ada kekhawatiran di wajah ayah.


"Badan Ucup panas seperti ini masih bilang tidak sakit ama ayah, lalu ini apa Ucup?" Ayah mendesak Ucup agar berbicara sebenarnya kepada dia.


"Iya aku cuma sedikit sakit ayah." Akhirnya Ucup tidak dapat mengelak bahwa dia emang sakit.


"Nah berarti Ucup sedang sakitkan," kata ayah.


"Aku sakit sedikit ayah, paling-paling aku bawa istirahat sebentar batik juga sembuh." Ucup mencoba berkata seperti itu agar ayah tidak terlalu khawatir dengan dia.


"Apakah ibu sudah masak ayah?" tanya Ucup.


"Tadi ibu lagi masak, paling sebentar lagi sarapan nya udah siap untuk di makan jawab ayah.


Setelah sarapan Zai buru-buru pamit kepada ayah ibu. Zai ingin segera pergi kerumah Lea, hari ini Zai ingin berangkat kesekolah bersama Lea. Setelah berpamitan kepada ayah ibu Zai berlari sambil membawa tas yang berada di punggung ke arah rumah Lea. Zai tidak ingin Lea lebih dulu berangkat ke sekolah tampak dirinya.


Zai sudah berada di depan pintu rumah Lea, dia merapikan dulu penampilan karena mau bertemu dengan Lea.


Tok....... Tok


" Permisi, Lea." Setelah mengetuk pintu rumah Lea Zai memanggil nama Lea.


"Tunggu sebentar." Bibik yang lagi berada di dapur mendengar suara seorang mengetuk pintu dan juga memanggil Lea. Bibik berjalan ke arah pintu rumah Lea. Bibik yang sudah berada di depan pintu rumah Lea lalu dia segera membuka pintu rumah Lea sehingga terbuka.

__ADS_1


"Bik, Lea ada?" Zai yang melihat Bibik yang membuka pintu rumah Lea, lalu Zai bertanya ama Bibik tentang Lea.


"Ada, kalau gitu biar Bibik panggilin non Lea duluan ya aden Zai," kata Bibik.


"Bibik bilang ama Lea kalau ada yang cariin dia tapi Bibik jangan bilang kalau itu aku." Zai meminta Bibik untuk memanggil Lea, tapi Zai menyuruh Bibik untuk tidak mengatakan bahwa dia yang mencari Lea.


"Kenapa begitu aden Zai?" Bibik yang penasaran akhirnya bertanya kepada Zai.


"Aku mau kasih kejutan buat Lea Bik." Zai tersenyum ke arah Bik.


"Ooo.... seperti itu, lalu aden Zai mau nunggu di dalam rumah atau di teras?" tanya Bibik.


"Aku nunggu Lea di sini aja Bik." Zai lebih memilih nunggu Lea di teras rumahanya.


Setelah Bibik memberitahukan ada seorang yang mencari Lea, Lea segera merapaikan penampilan nya lalu dia berjalan sambil membawa tas slempang di pundaknya. Lea berjalan sambil memikirkan siapa orang yang datang bertamu ke rumahnya pagi-pagi. Lea memikirkan bahwa jarang sekali orang mau pagi-pagi datang kerumah Lea.


Apalagi tahu kalau Lea pagi ini mau berangkat ke sekolah. Lea berjalan menurunin tangga rumahnya. Setelah itu Lea berjalan ke arah teras rumahnya karena Bibik mengatakan bahwa orang yang mencari Lea itu sudah berada di teras rumahanya.


Tak.......... Tak


Suara langkah kaki Lea yang sudah memakai sepatu sekolahnya. Lea sudah berada di depan pintu rumah lalu dia melewati pintu rumahnya.Lea sudah berada di teras rumahnya dia melihat punggung seorang laki-laki yang memakai baju seragam sekolah yang sama seperti yang Lea pakai.


"Ada apa kamu mencari aku?" Lea yang berjalan menghampiri si laki-laki tersebut.


"Aku ingin mengajak kamu berangkat sekolah bersama." Si laki-laki tersebut berbicara tanpa membalikkan badan ke arah Lea.


"Kamu Zaikan?" Lea yang sudah berdiri di belakang si laki-laki tersebut, Lea yang melihat punggung si laki-laki tersebut. Dia juga melihat tas yang di pakai si laki-laki tersebut sama dengan Zai maka dia merasa yakin bahwa si laki-laki tersebut adalah Zai.


"Ya, jadi kamu mau berangkat ke sekolah bareng aku?" Zai membalikkan badan lalu dia melihat ke arah Lea yang sudah berdiri di hadapannya.


...~ Bersamabung ~...

__ADS_1


__ADS_2