Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Naik Angkot


__ADS_3

"Berjanji lah tetap pakai tanda ( , ) agar kita bisa berhenti sejenak, tanda ( ! ) agar kita tahu yang semestinya dan apa yang dilarang, tanda ( __ ) agar kita paham bagian mana yang terpenting, dan tanda ( ? ) agar kita bisa saling bertanya saat kita tidak saling mengerti, tapi aku mohon jangan ada tanda ini ( . ) di antara kita karena tanda ini berarti artinya selesai."


Pak Dosen menyudahi mata kuliah di kelas tersebut setelah itu pak dosen berjalan pergi meninggal kelas tersebut.


"Alhamdulillah pak dosen udah pergi." Gustaf bisa bernafas legah setelah melihat pak dosen pergi meninggal kelas tersebut.


"Hampir aja tadi."Feri yang menoleh ke arah Gustaf.


" Btw, tadi itu kamu ngetawain apa sih? " Ucup yang terlihat penasaran.


"Ya ngetawain kamu lah, hehehe." Gustaf kembali tertawa lagi.


"Lah apa yang lucu dari Ucup sampai kamu ketawa?" tanya Feri.


"Ada deh." Gustaf berhenti tertawa lalu dia sengaja berkata seperti itu agar Ucup dan Feri menjadi penasaran.


"Kasih tahu aku dong," kata Feri.


"Kan mata kuliah udah selesai, mendingan sekarang kita cabut dari sini, gimana?"Gustaf yang sengaja mengalihkan pembicaraan.


" Betul juga kata kamu, lebih baik kita cabut dari sini sekarang."Feri yang berdiri dari tempat duduknya lalu dia berjalan ke arah pintu kelas.


"Tunggu aku." Gustaf segera berdiri tempat dulu lalu dia membawa tas di punggungnya. Gustaf berjalan mengejar Feri yang sudah terlebih dahulu keluar kelas.


Feri yang sudah berada di luar kelas lalu dia berhenti berjalan. Feri membalik badannya melihat Gustaf yang berlari ke arah Ucup.


"Ucup mana?" Feri yang hanya melihat Gustaf sudah berada di hadapan nya.


"Masih di kelas," jawab Gustaf.


"Panggil sana." Feri menyuruh Gustaf untuk memanggil Ucup.


"Iya, aku panggil dia." Gustaf membalikkan badan lalu dia berjalan kembali ke arah pintu kelas.


Gustaf yang sudah berdiri di depan pintu kelas lalu dia berjalan masuk ke dalam kelas.


"Kamu ngapain masih di situ?" Gustaf yang melihat Ucup masih duduk.


"Aku lagi mikir mau pulang naik apa?" tanya Ucup.


"Kamu pulang ama aku saja," jawab Gustaf.


"Emang kamu bawa motor?" tanya Ucup.


"Gak." Gustaf yang berbicara dengan santai.


"Terus kita naik apa pulangnya?" tanya Ucup.


"Naik motor Feri," jawab Gustaf.

__ADS_1


"Lah yang ada kita terong-terongan dong," kata Ucup.


"Iya, gak mungkinkan kita Cabe-cabean," kata Gustaf.


"Hahahaha, kamu ada-ada wae." Ucup yang membayangkan kalau mereka bertiga menjadi wanita lalu mereka naik ber boncengan tiga.


Feri yang berada di luar kelas menunggu Gustaf dan Ucup. Tetapi Gustaf dan Ucup belum juga keluar dari kelas tersebut. Feri mendengarman suara Ucup yang sedang tertawa. Sehingga membuat Feri merasa penasaran, akhirnya Feri memutuskan untuk kembali ke dalam kelas tersebut.


Tap............. Tap


Tap............ Tap


Tap............. Tap


Feri melangkah kakinya melewati pintu kelas tersebut. Feri sudah masuk ke dalam menghampiri Gustaf.


"Kalian aku tungguin dari tadi, kenapa masih di sini?" Feri yang memegang baju Gustaf.


"Eh kamu udah di sini, tuh coba kamu lihat Ucup dari tadi cuma di situ." Gustaf yang menujukan jarinya ke arah Ucup yang masih duduk di bangku tersebut.


"Lah apa Ucup mau jadi penghuni ruangan ini?" tanya Feri.


"Ya gak lah," jawab Ucup.


"Kalau begitu ayo kita cabut dari sini," kata Feri.


"Aku pulang dulu ya." Ucup yang menyadari bahwa motor sport milik Feri tidak bisa di tumpangi oleh tiga orang sehingga dia berpamitan kepada Feri dan Gustaf.


"Kamu mau pulang naik apa?" tanya Gustaf.


"Aku mau naik angko," jawab Ucup.


"Apa kamu yakin mau naik angkot?" tanya Feri.


"Iya aku yakin." Ucup yang merasa yakin bahwa dia akan pulang dengan mengunakan angkot.


"Kalau gitu aku ikut kamu naik angkot." Gustaf yang mendengarkan Ucup mau pulang naik angkot membuat dia ingin naik angkot.


"Lah kok kamu gitu sih." Feri yang merasa tidak setuju dengan Gustaf yang mau ikutan Ucup naik angkot.


"Maaf ya Feri aku kan udah sering pulang dengan kamu, sekarang aku mau pulang ama Ucup." Gustaf yang mencoba menjelaskan kepada Feri, Gustaf berharap agar Feri mengerti.


"Ya udah kalau gitu aku duluan." Feri yang sudah berada di atas motornya lalu dia menyalakan motornya. Feri melajukan motornya meninggal parkiran kampus tersebut.


"Iya Feri," jawab Gustaf.


"Hati-hati di jalan," kata Ucup.


"Yang sehati belum tentu sejalan," kata Gustaf.

__ADS_1


"Kamu benar Gus," kata Ucup.


Setelah Feri meninggalkan parkiran kampus. Ucup dan Gustaf berjalan kaki ke arah gerbang kampus.


"Apa kamu pernah naik angkot? " Gustaf yang berjalan kaki di samping Ucup.


"Pernah, kenapa emangnya?" tanya Ucup.


"Kapan kamu terakhir kali naik angkot?"


"Ntalah aku sudah lupa." Ucup yang sudah lupa terakhir kali naik angkot.


"Berarti sudah sangat lama makanya kamu bisa lupa," kata Gustaf.


"Kamu benar, bagaimana dengan kamu terakhir naik angkot?" tanya Ucup.


"Kira seminggu yang lalu," jawab Gustaf.


"Wah ternyata belum lama naik angkot, emang kamu kemana naik angkot?" tanya Ucup.


"Pergi kerumah saudara aku," jawab Gustaf.


"Kenapa kamu mau naik angkot sekarang ama aku?" tanya Ucup.


"Aku pengen naik angkot ama kamu, emang gak boleh?" tanya Gustaf.


"Boleh banget, terimakasih kamu udah mau nemanin aku di sini naik angkot." Ucup merasa senang karena Gustaf mau menemaninya.


Mereka sudah berdiri di pinggir jalan raya untuk mencari angkot. Tetapi mereka belum melihat ada angkot yang lewat di jalan raya tersebut. Di jalan raya yang lebih sering yang lewat itu kendaraan pribadi seperti mobil dan motor. Sedangkan angkutan umum seperti bus way dan angkot belum jarang terlihat di jalan raya.


Sehingga mereka harus bersabar untuk menunggu angkutan umum yang lewat di jalan raya tersebut. Mereka berdiri di bawah teriknya panas Matahari.


"Kok belum ada angkot yang lewat?" Ucup yang melihat ke arah jalan raya.


"Mungkin bentar lagi ada angkot yang lewat," jawab Gustaf.


"Tapi di sini pasti ada angkot yang lewatkan?"tanya Ucup.


"Pasti ada cuma kita harus sabar menunggu, jadi kamu masih mau naik angkot atau aku pesan Gocar?" tanya Gustaf.


"Angkot aja." Ucup lebih memilih naik angkot karena uangnya cuma cukup buat bayar ongkos angkot.


"Ya udah kalau gitu kita tunggu aja," kata Gustaf.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya akhirnya sebuah angkot melaju ke arah mereka. Gustaf memberhentikan angkot tersebut. Supir angkot tersebut memberhentikan angkotnya tepat berada di depan mereka.


"Kamu naik duluan." Gustaf menyuruh Ucup untuk naik dulu ke dalam angkot tersebut.


...~Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2