
"Buatlah orang tua mu bangga, musuh mu iri dan dirimu bahagia."
Sore Harinya........
Ayah, Ucup dan beberapa orang lainnya masih sibuk mencabut batang singkong yang ada di kebun tersebut. Mereka harus mencabut semua batang singkong yang ada di kebun tersebut hari ini, karena orang yang akan membeli singkong tersebut akan datang.
Setelah selesai mencabut semua batang singkong yang ada di kebun tersebut. Mereka mulai memisahkan batang singkong dengan buah singkong, dengan cara memotong batang singkong tersebut.
Sebuah mobil truk melaju ke arah kebun singkong tersebut. Mobil truk tersebut berhenti di depan kebun singkong tersebut. Mobil tersebut terparkir di depan kebun singkong tersebut. Dua orang pria turun turun dari mobil truk tersebut.
Kedua pria tersebut berjalan ke arah kebun singkong tersebut. Sesampainya kedua pria tersebut di kebun singkong pemilik kebun tersebut menyambut kedatangan kedua pria tersebut. Pemilik kebun mengajak kedua pria tersebut untuk melihat buah singkong yang mereka cabut.
Pemilik kebun dan kedua pria tersebut berjalan ke arah beberapa orang yang sedang sibuk memisahkan buah singkong dari barangnya. Sesampainya di sana pemilik kebun tersebut menyuruh kedua pria tersebut untuk melihat buah singkong. Kedua pria tersebut melihat ke arah buah singkong yang rata-rata berukuran jumbo.
Salah satu dari pria tersebut memegang buah singkong yang berukuran jumbo tersebut. Dia memperhatikan dengan seksama buah singkong tersebut, buah singkong tersebut kondisinya bagus di lihat memiliki kualitas yang begitu bagus. Sehingga dia yakin untuk membeli semua buah singkong tersebut.
Pemilik kebun mengajak salah satu dari pria tersebut untuk berbicara empat mata. Pemilik kebun dan seorang pria tersebut sudah berada jauh dari orang-orang. Pria yang di ajak berbicara empat mata oleh pemilik kebun adalah orang yang akan membeli semua buah singkong pemilik kebun tersebut.
Sekarang mereka sedang melakukan nego tentang harga singkong tersebut. Pemilik kebun singkong menyebutkan harga semua buah singkong kepada calon pembeli tersebut. Mendengar harga tersebut masih mahal calon pembeli melakukan tawar menawar kepada pemilik kebun. Calon pembeli meminta pemilik kebun agar menurunkan harga buah singkong tersebut karena dia akan membeli dalam jumlah banyak maka harga harus di kurangi.
Setelah melakukan prose tawar menawar harga antara pemilik kebun dan calon pembeli, mereka telah menemukan harga yang sesuai untuk mereka berdua sehingga mereka sudah menyepakati harga tersebut.
Pemilik kebun dan calon pembeli menghampiri beberapa orang yang sudah selesai memisahkan buah singkong dari batangnya. Pemilik kebun dan calon pembeli sudah berdiri di hadapan beberapa orang, mereka melakukan transaksi jual beli di hadapan beberapa orang tersebut. Pemilik kebun dan pembeli saling berjabat tangan sebagai simbol bahwa mereka sudah melakukan transaksi jual beli.
Malam Harinya......
Setelah selesai melaksanakan shalat maghrib di rumah. Ucup keluar dari kamarnya dia berjalan ke arah dapur, sesampainya di dapur Ucup melihat ke arah ibu dan ayah. Ucup menghampiri ibu dan ayah.
"Zai mana ibu?" Ucup yang sudah berdiri di samping ibu.
"Kerumah temannya," jawab ibu.
"Dari kapan Zai pergi ibu?" tanya ayah.
"Tadi sore," jawab ibu.
"Kenapa jam segini Zai belum pulang?" Ayah yang wajah terlihat khawatir karena Zai belum juga pulang.
__ADS_1
"Ibu tidak tahu ayah," jawab ibu.
"Ucup coba telpon Zai dulu." Ucup mengeluarkan ponsel dari saku celananya lalu dia menghubungi nomor ponsel Zai, ternyata nomor ponsel Zai tidak aktif.
"Gimana Ucup?" Ibu yang melihat ke arah Ucup.
"Nomor ponsel Zai gak aktif ibu," jawab Ucup.
"Terus gimana nih ayah? nomor ponsel Zai tidak bisa di hubungi lagi." Ibu yang wajah terlihat khawatir karena Zai belum pulang, selain itu nomor ponsel Zai juga tidak bisa di hubungi sehingga mereka tidak tahu keberadaan Zai saat ini.
"Ibu dan ayah gak usah khawatir, biar Ucup yang mencari keberadaan Zai." Ucup yang berusaha menyakinkan kedua orang tuanya untuk tidak khawatir dengan Zai.
"Gimana ibu gak khawatir Ucup? Zai membawa motor Ucup dari tadi sore," tanya ibu.
"Apa ibu tahu di kerumah temannya yang mana?" tanya Ucup.
"Ibu tidak tahu, soalnya tadi ibu tidak tanya amw dia," jawab ibu.
"Sekarang lebih baik ayah dan ibu makan, Ucup mau pergi mencari Zai dulu." Ucup menyalim punggung tangan ayah dan ibu secara bergantian.
Ucup sudah berdiri di depan gerbang rumah Lea.
"Walaikumsalam." Pak satpam keluar dari pos satpam lalu berjalan ke arah pintu gerbang, sesampainya di depan pintu gerbang pak satpam lalu membuka pintu gerbang tersebut.
"Apa Lea ada pak?" tanya Ucup.
"Ada, mas Ucup mau ketemu dengan non Lea ya?" Pak Saptam melihat ke arah Ucup.
"Iya, panggil saya Ucup aja pak." Ucup merasa tidak suka dengan panggil mas karena pak satpam usia lebih tua dari dia.
"Iya, ayo saya antar Ucup!" Pak satpam berjalan ke arah rumah Lea.
Ucup mengikuti pak satpam yang sudah berjalan terlebih dahulu. Pak Satpam sudah berada di depan pintu rumah, lalu dia menekan bel yang ada di samping atas pintu rumah.
Ting.....Tong
Mendengar bunyi bel Lea yang berada di ruang keluarga lalu berjalan ke arah pintu rumah. Sesampainya Lea di depan pintu rumah lalu dia membuka pintu rumahnya.
__ADS_1
Ceklek.....Ceklek
"Non Lea ada tamu," kata pak satpam.
"Iya." Lea yang melihat pak satpam dan Ucup yang sudah berdiri di depan pintu rumahnya.
"Kalau begitu saya kembali ke pos dulu non." Pak satpam yang berjalan pergi meninggalkan Lea dan Ucup.
Setelah pak satpam pergi, hanya tinggal Ucup dan Lea yang masih berdiri di depan pintu rumah Lea.
" Lea."
"Iya, aku sudah nunggu abang Ucup dari tadi sore kenapa abang baru datang sekarang?" Lea yang wajahnya terlihat kecewa karena Ucup sudah janji mau main ke rumahnya tadi sore tetapi Ucup baru datang kerumah sekarang.
"Maafin abang ya Lea, tadi abang panen buah singkong di kebun teman ayah." Ucup yang wajahnya terlihat lesu karena sudah ingkar janji ama Lea.
"Aku belum bisa maafin abang," kata Lea.
"Loh kok gitu sih Lea, abang tahu kalau abang itu emang salah udah ingkar janji ama Lea." Ucup yang wajahnya terlihat sedih.
"Udah gak usah di bahas lagi abang." Lea yang tidak tega melihat wajah Ucup yang sedih.
"Apa abang boleh tanya sesuatu ama Lea?" tanya Ucup.
"Boleh, abang mau tanya apa?" tanya Lea.
"Selain Lea siapa lagi teman dekat Zai?"tanya Ucup.
"Ada apa abang nanya kayak gitu ama aku?" tanya Lea.
"Zai sampai sekarang belum pulang ke rumah," kata Ucup.
"Emang Zai pergi kemana abang?" tanya Lea.
"Kerumah temannya," jawab Ucup.
"Apa abang udah telah nomor ponsel Zai?" tanya Lea.
__ADS_1
"Udah tapi gak aktif nomor ponsel dia makanya abang binggung. Apa Lea tahu kira-kira Zai main kerumah temannya yang mana?" tanya Ucup.
...~ Bersambung ~...