
"Kalau nantik bertemu susah jangan langsung mundur dan menyerah. Kita butuh itu menjadi kuat. Kita butuh itu untuk menjadi kuat. Kita butuh itu untuk belajar, cari jalan keluar. Pelan saja susah selalu di sertai mudah setelahnya."
Setelah Ucup dan Lea masuk ke dalam komedi putar tersebut. Komedi putar tersebut bergerak putar kembali, Zai dan Aska berada di bawah sedangkan Ucup dan Lea berada di atas.
"Abang lihat ternyata pemandangan dari atas terlihat lebih indah." Lea yang menunjukkan jari ke arah bawah.
"Iya, ada yang lebih dari itu semua." Ucup menoleh ke arah jari yang Lea tunjuk.
"Apa itu abang?" Lea yang penasaran dengan perkataan Ucup.
"Ada deh." Ucup melihat ke arah Lea sambil tersenyum.
"Kasih tahu aku dong abang plis." Lea mencoba membujuk Ucup dengan memasang wajah yang memelas.
"Udah lah gak usah Lea pikirkan," kata Ucup.
"Y udah deh, abang gak takut naik komedi putar?" Lea yang memperhatikan wajah Ucup tampak tenang saat naik wahana komedi putar tidak seperti saat Ucup naik wahana kororo.
"Ya gak lah," kata Ucup.
"Bagus lah kalau begitu." Lea yang tersenyum melihat ke arah Ucup yang wajahnya tampak santai.
"Apa Lea suka naik komedi putar?" tanya Ucup.
"Iya aku suka," jawab Lea.
"Lea lebih suka mana naik komedi putar atau kororo?" tanya Ucup.
Lea yang tampak sedang berpikir untuk menjawab pertanyaan dari Ucup.
"Lea kok diam," kata Ucup.
"Aku sedang berpikir abang," kata Lea.
"Emang Lea sedang mikirkan apa?" tanya Ucup.
"Aku lagi mikirin yang abang katakan tadi," jawab Lea.
"Udah gak usah di pikir, lebih baik kita nikmati menaiki komedi putar ini," kata Ucup.
"Iya abang benar." Lea yang wajah tampak bahagia.
"Apa ini pertama kali Lea naik komedi putar?" tanya Ucup.
"Iya." Lea yang tersenyum melihat ke arah Ucup.
__ADS_1
"Mumpung kita masih di pasar malam, apa ada wahana lain yang ingin Lea coba?" tanya Ucup.
"Ada abang," jawab Lea.
"Lea mau coba wahana apa?" tanya Ucup.
"Natik abang juga tahu," kata Lea.
"Jadi setelah naik ini, apa Lea mau coba wahana tersebut?" tanya Ucup.
"Mau, tapi abang harus nemanin aku. Gimana?" tanya Lea.
"Insyaallah abang temanin Lea," jawab Ucup.
Komedi putar tersebut berhenti saat Lea dan Ucup berada di atas. Sedangkan Zai dan Aska sudah berada di bawah, penjaga komedi putar membukan pintu komedi putar yang di dalamnya ada Zai dan Aska sedang duduk di bangku. Mereka di suruh turun dari komedi putar tersebut karena waktunya sudah habis.
Aska berdiri dari bangku tersebut lalu dia berjalan melewati pintu tersebut. Aska sudah berada di luar komedi putar sambil menunggu Zai. Zai turun dari komedi putar lalu dia berjalan menghampiri Aska yang sedang berdiri di sana.
Zai dan Aska sudah keluar dari komedi putar, mereka berdiri di dekat komedi putar.
"Abang Ucup mana sih?" Zai yang menoleh kekanan kekiri untuk menemukan keberadaan Ucup.
"Itu abang Ucup dan Lea." Aska menujukkan jarinya ke arah komedi putar, Ucup dan Lea masih berada di dalam komedi putar.
"Lah kok mereka belum turun." Zai yang melihat ke arah yang di tunjuk oleh Aska.
Setelah turun dari komedi putar, Lea menarik tangan Ucup untuk pergi mengikuti Lea. Ucup pun berjalan mengikuti Lee, Zai dan Aska yang melihat Ucup berjalan di bawa oleh Lea.
"Abang Ucup mau di bawa kemana oleh Lea?" tanya Aska.
"Ntlah, sebaiknya kita ikuti saja mereka." Zai yang berjalan meninggal Aska yang masih berdiri di situ.
"Ya elah, gak abang gak adek main pergi aja ninggalin aku." Aska yang terlihat kesal, lalu dia tetap saja berjalan menyusul Zai, Ucup dan Lea.
"Mereka itu mau kemana sih?" Zai yang terus saja berjalan mengikuti Ucup dan Lea.
"Udah kita ikutin aja." Aska yang sudah berhasil berada di samping Zai.
Ucup dan Lea sudah berada di depan wahana rumah hantu. Zai dan Aska menghampiri mereka yang berdiri di sana.
"Jadi Lea mau masuk rumah hantu?" tanya Ucup.
"Iya tapi sama abang." Lea yang sedang melihat ke arah rumah hantu, dari luar saja rumah hantu tersebut sudah terlihat menakutkan bagi Lea.
"Abang aku juga mau ikut," kata Zai.
__ADS_1
"Aku boleh ikutkan abang?" tanya Aska.
"Kalian boleh ikut tapi ada syaratnya," jawab Ucup.
"Apa syaratnya abang?" tanya Zai.
"Syaratnya kamu yang beli tiketnya, gimana?" tanya Ucup.
"Mana uangnya abang biar aku beli tiketnya?" Zai mengulurkan tangan ke arah Ucup.
"Ini uangnya." Ucup mengeluarkan selembar uang berwarna biru dari dalam dompet, dia memberikan selembar uang berwarna biru itu kepada Zai.
"Aku pergi dulu, ayo temanin aku beli tiket Aska!" Zai mengambil selembar uang kertas berwarna biru dari Ucup. Setelah itu Zai merangkul bahu Aska untuk mengajak dia pergi membeli tiket rumah hantu.
Setelah membeli tiket rumah hantu Zai dan Aska berjalan menghampiri Ucup dan Lea yang berdiri di depan rumah hantu.
"Abang ini tiketnya." Zai dan Aska yang sudah berada di samping Ucup. Zai menujukan kepada Ucup bahwa dia sudah mendapatkan empat buat tiket rumah hantu.
"Sini abang pegang tiket nya." Ucup mengambil empat buah tiket rumah hantu dari tangan Zai.
"Ayo abang kita masuk sekarang!" Lea mengandeng tangan Ucup.
"Gak perlu gandeng-gandeng tangan juga kali." Zai mencoba melepaskan tangan Lea yang mengandeng tangan Ucup.
"Bilang aja kamu sirik." Akhirnya gandengan tangan Lea dan Ucup terlepas.
"Ckckck kalian itu belum muhrim jadi gak perlu gandeng-gandengan tangan," kata Zai.
"Betul itu Lea yang di katakan Zai." Aska yang membenarkan perkataan Zai.
"Udah-udah, ayo kita masuk!" Ucup yang berjalan terlebih dahulu ke arah penjaga pintu rumah hantu tersebut.
"Iya abang." Mereka bertiga yang berjalan di belakang Ucup.
Ucup memberikan empat tiket kepada penjaga pintu rumah hantu tersebut. Penjaga pintu rumah hantu tersebut memperbolehkan mereka untuk masuk kedalam rumah hantu tersebut.
Ucup berjalan terlebih dahulu baru di susul oleh Zai, Lea dan Aska. Mereka sudah masuk ke dalam rumah hantu tersebut. Mereka mendengar suara kuntil saat berada di dalam rumah hantu.
Kikik......Kikik
Suara kuntil anak yang sedang tertawa di dalam rumah hantu tersebut. Mereka melihat sesosok kuntil anak yang sedang berdiri di hadapan mereka sambil tertawa, membuat mereka kocar-kacir alias lari terbirit-birit untuk pergi meninggalkan kuntil anak tersebut.
Lea berlari sambil memegang tangan seseorang. Lea merasa ketakutan sehingga tangan Lea terasa di ingin.
Coba tebak kira-kira Lea memegang tangan siapa tuh?
__ADS_1
...~ Bersambung ~ ...