
"Katakan padanya, biarpun aku tidak sehebat dirinya berjuang, aku masih mampu untuk tidak menghilang.
Katakan padanya, walaupun aku tidak sebanyak dirinya berkorban, aku masih sanggup melukiskan senyuman.
Katakan padanya, sekalipun bukan aku yang menjadi pendampingmu nanti, setidaknya aku tidak akan pernah menangganggu siapapun yang sudah ada di sampingmu."
"Kening kamu juga panas." Ucup memegang kening Zai, dia merasa kening Zai juga panas seperti lengan nya.
"Bangun Zai." Ucup memegang pipi Zai, agar Zai terbangun dari tidurnya.
"Zai buka matamu." Ucup yang menyuruh Zai untuk membuka mantannya.
Ucup melihat Zai yang tidak membuka matanya, dia merasa khawatir karena suhu panas Zai terlalu tinggi. Sehingga Ucup berjalan keluar dari kamar Zai. Ucup yang sudah ada di dapur mengambil baskom kecil dari rak piring. Ucup memasukkan air panas dari dispenser ke dalam baskom tersebut. Ucup juga memasukkan air biasa ke dalam baskom tersebut sehingga air yang berada di baskom air hangat.
Ucup berjalan sambil membawa baskom yang berisi air hangat ke arah kamar Zai. Ucup yang sudah berada di kamar Zai. Dia meletakkan baskom tersebut di atas meja belajar Zai. Ucup berjalan ke arah lemari pakaian Zai. Ucup yang sudah berdiri di depan lemari pakaian Zai. Dia membuka lemari pakaian milik Zai. Dia mencari sapu tangan di dalam lemari pakaian milik Zai.
Ucup melihat rak-rak dalam lemari pakaian milik Zai, dia sedang mencari sapu tangan untuk di gunakan mengompres Zai. Ucup melihat di rak yang berada paling bawah dalam lemari pakaian tersebut. Ucup melihat sebuah sapu tangan berada di rak paling bawah tersebut. Ucup mengambil sapu tangan tersebut dari dalam lemari pakaian. Setelah itu Ucup menutup pintu lemari pakaian.
Ucup berjalan ke arah meja belajar sambil membawa sapu tangan di. Ucup mengambil baskom yang berada di atas meja belajar Zai. Setelah itu Ucup berjalan ke arah tempat tidur Zai. Ucup yang melihat Zai masih berbaring di atas tempat tidur dengan tidak memakai selimut.
Ucup duduk di pinggir tempat tidur lalu dia memasukkan sapu tangan ke dalam baskom. Ucup mengompres kening Zai mengunakan sapu tangan.Ucup melihat Zai yang belum membuka matanya. Ucup merasa sedih melihat Zai yang belum membuka matanya.
Ucup melihat sapu tangan di kening Zai sudah kering, lalu Ucup mengambil sapu tangan dari kening Zai. Ucup memeriksa keningnya Zai dengan mengunakan telapak tangannya. Saat Ucup memeriksa keningnya Zai dia merasakan bahwa panas keningnya Zai sudah berangsur menurun. Sehingga Ucup merasa legah suhu badan Zai sudah berangsur turun.
"Zai bangun." Ucup memegang pipi Zai agar bangun.
Zai yang merasakan seorang sedang menyentuh wajahnya lalu dia mulai membuka kedua matanya.
"Ada apa abang memegang wajah aku?" Zai melihat ke arah Ucup yang sedang memegang wajahnya
"Akhirnya kamu bangun juga." Ucup yang menarik tangannya dari. wajah Zai.
"Kenapa abang berada di kamar aku?" tanya Zai.
"Tadi abang mau membangunkan kamu tetapi____," kata Ucup.
"Tetapi apa abang?" Zai yang Ucup dengan wajah yang penasaran.
"Saat abang membangunkan kamu, abang menyentuh lengan kamu ternyata lengan kamu begitu panas lalu abang memeriksa kening kamu juga panas sehingga abang mengompres kening kamu," jawab Ucup.
__ADS_1
"Tapi ini tidak panas." Zai memegang keningnya menggunakan telapak tangannya, dia memeriksa keningnya sendiri ternyata keningnya sudah tidak panas.
"Panasnya sudah turun karena abang kompres dari tadi," kata Ucup.
"Benarkah begitu abang?" Zai yang sudah bangu dari tidur lalu dia hendak turun dari tempat tidurnya.
"Kamu mau kemana? " Ucup yang melihat Zai mau turun dari tempat tidurnya.
"Mau mandi abang." Zai sudah turun dari tempat tidur, dia sudah berdiri di samping tempat tidur.
"Kamu gak boleh mandi." Ucup berdiri dari tempat tidur lalu dia berjalan menghampiri Zai.
"Kalau aku gak mandi ya bauklah badan aku abang," kata Zai.
"Kan panas kamu baru turun, lagian kamu mau kemana pakai mandi segala?"tanya Ucup.
" Aku mau ke sekolah abang," jawab Zai.
"Kamu tidak boleh sekolah hari ini, kamu istirahat di rumah saja." Ucup tidak memperbolehkan Zai untuk pergi kesekolah.
"Kalau aku tidak sekolah maka aku akan ketinggalan pelajaran, lagian aku ini sehat jadi aku mau sekolah abang." Zai yang tetap ingin bersekolah.
"Kalau tidak boleh ke sekolah aku mau ngapain abang?" tanya Zai.
"Kamu di rumah istirahat," jawab Ucup.
"Aku istirahat di rumah ama siapa?" tanya Zai.
"Sendirian," jawab Ucup.
"Aku gak mau sendirian, aku mau di temanin ibu." Zai yang berubah menjadi manja ingin di temanin oleh ibunya.
"Ayah ibu pergi," kata Ucup.
"Ayah ibu pergi kemana abang?" tanya Zai.
"Ke Rumbai," jawab Ucup.
"Mereka ke Rumbai ke rumah siapa abang?" tanya Zai.
__ADS_1
"Pakde," jawab Ucup.
"Ngapain mereka kerumah pakde?" tanya Zai.
"Ada acara di sana Zai," jawab Ucup.
"Kapan mereka pulang abang?" tanya Zai.
"Besok, kamu mau sarapan apa?" tanya Ucup.
"Aku gak mau sarapan abang," jawab Zai.
"Lah kamu harus sarapan biar tidak sakit lagi." Ucup yang menyuruh Zai untuk sarapan.
"Tapi aku lagi tidak selera makan abang," kata Zai.
"Kenapa kamu gak selera makan?" tanya Ucup.
"Mulut aku rasanya pahit abang," jawab Zai.
"Karena kamu lagi sakit makanya kayak gitu , terus kamu mau makan apa?" tanya Ucup.
"Gak ada abang." Zai mengelengkan kepalanya.
"Apa kamu pengen makan sesuatu?" tanya Ucup.
Zai sedang terdiam sambil memikirkan sesuatu yang ingin dia makan. Ucup melihat ke arah Zai yang tampak sedang berpikir.
"Zai kok diam aja, jadi kamu pengen makan apa?" Ucup memegang bahu Zai.
"Bubur ayam." Zai reflek memberitahukan kepada Ucup bahwa dia mau makan bubur ayam.
"Ya udah kalau gitu abang beli dulu, sekalian abang mau kesekolahan menemui guru kamu." Ucup berjalan ke arah meninggalkan Zai yang masih berada di dalam kamar.
Ucup mengendarai motornya pergi meninggalkan rumahnya, Ucup sedang mengendarai motornya di jalan raya dia melihat ke pinggir jalan raya untuk mencari penjual bubur ayam. Dia tidak melihat ada penjual bubur ayam.
Ucup terus melajukan motornya ke arah sekolah Zai sambil mencari penjual bubur ayam. Ucup sekali-kali melihat ke arah pinggir jalan raya untuk mencari penjual bubur ayam. Tetapi Ucup tidak melihat ada penjual bubur ayam yang mangkal di pinggir jalan raya.
Sehingga Ucup terus melajukan motornya sambil mencari tukang bubur ayam. Ucup sedang berpikir jangan-jangan tukang bubur tidak ada yang mangkal di pinggir jalan raya karena tukang bubur naik haji.
__ADS_1
...~ Bersambung~...