Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Nyeker (Tanpa Alas Kaki)


__ADS_3

"Allah tidak mengubah akhir yang baik dari tujuanmu, dia hanya memberi jalan yang berliku agar ada cerita di setiap perjuanganmu."


"Astafirallah," kata ayah dan Ucup.


Ayah dan Ucup yang bergitu terkejut mendengar suara pintu kamar mandi di tutup dengan kuat oleh Zain dari dalam kamar mandi.


"Adek kamu kenapa?" Ayah yang merasa aneh dengan sikap Zai yang menutup pintu kamar mandi dengan keras padahal ada ayah dan Ucup yang berada di luar.


"Tidak tahu ayah." Ucup juga merasakan hal yang sama seperti ayah tentang sikap Zai yang tidak seperti biasanya.


Hari Minggu.......


Pagi ini ayah, Ucup dan Zai melaksanakannya shalat subuh berjamaah di mesjid yang ada di dekat rumah. Setelah selesai melaksanakan shalat subuh berjamaah di mesjid Ucup dan Zai terlebih keluar dari mesjid. Sedangkan ayah masih berada di dalam mesjid sedang berbicara dengan pak Ustadz.


Zai yang terlebih dahulu sampai di depan teras mesjid. Zai mencari keberadaan sandal yang tadi pas masuk mesjid di letakannya di situ. Ucup yang sudah berdiri di belakang Zai, tetapi Zai tidak menyadari kehadirannya Ucup.


"Kenapa adek?"tanya Ucup.


"Sandal aku hilang abang," jawab Zai.


"Emang tadi adek pakai sandal apa kesini?" tanya Ucup.


"Sandal favorit aku abang." Wajah Zai yang berubah menjadi sedih.


"Apa adek udah cari?" tanya Ucup.


"Belum abang." Zai mengelengkan kepalanya.


"Adek tunggu di sini biar abang cari dulu." Ucup berjalan memakai sandal jepit lalu berjalan ke arah kanan mesjid.


Ucup mengelilingi setiap sudut mesjid untuk mencari sandal milik Zai. Ucup berjalan kesana kemari untuk mencari sandal milik Zai, dia yakin saat ini Zai pasti merasa sedih karena kehilangan sandal favoritnya.


Ucup sudah berusaha untuk mencari sandal milik Zai bahkan dia sudah mengelilingi setiap sudut mesjid sampai tidak ada yang terlewatkan. Tetapi Ucup tidak menemukan sandal milik Zai, dengan berat hati akhirnya Ucup berjalan ke arah Zai.


Zai yang sedang duduk di lantai depan teras mesjid menunggu Ucup. Zai melihat Ucup yang berjalan ke arah dengan wajah yang lesu. Zai berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah Ucup dengan tanpa alas kaki.


"Bagaimana abang menemukan sandal aku?" tanya Zai.


Ucup yang berhenti berjalan Zai sudah berdiri di hadapan, Ucup yang menundukkan kepalanya karena tidak sanggup mengatakan kepada Zai bahwa dia tidak menemukan sandal milik Zai.


"Abang kok diam aja, pasti abang tidak menemukan sandal aku." Zai yang melihat ke arah tangan Ucup yang tidak memegang apa-apa. Zai melirik ke arah Ucup yang wajahnya tertunduk. Zai mengerti bahwa Ucup tidak menemukan sandalnya.

__ADS_1


Zai berjalan melewati Ucup yang masih berdiri di halaman mesjid. Zai yang berjalan tanpa alas kaki, Ucup yang sadar bahwa Zai telah berjalan meninggalkan dia di situ mulai mengejar Zai.


"Dek tunggu abang." Ucup yang berlari ke arah Zai.


Zai terus saja berjalan tanpa memperdulikan panggil Ucup. Ucup yang berlari mengejar Zai sehingga Ucup sekarang sudah berada di hadapan Zai.


"Awas minggir abang, aku mau lewat." Zai yang menyuruh Ucup bergeser agar dia bisa lewat.


"Nih adek pakai." Ucup melepaskan sandalnya lalu Ucup mundur satu langkah.


"Terus abang pakai apa?"tanya Zai.


"Abang nyeker aja ( tanpa alas kaki)." Ucup yang melihat ke arah Zai.


"Emang abang gak malu nyeker?" tanya Zai.


"Gak, abang udah biasa nyeker dek," jawab Ucup.


"Aku pakai sandal ini, nantik aku kesini lagi membawa sandal untuk abang. Jadi abang tunggu aku di sini." Zai memakai sandal jepit lalu berjalan ke arah rumahnya.


Ucup yang melihat Zai pergi meninggalkannya lalu Dia mulai berjalan tanpa alas kaki ke rumahnya. Ucup tidak mau membuat Zai harus bolak balik mengantarkan kembali sandal buatnya.


"Selamat pagi abang Ucup." Lea yang berlari ke arah Ucup sambil melambaikan tangannya.


"Iya abang Ucup tahu aja." Lea yang tersenyum ke arah Ucup.


"Apa Lea udah ketemu Zai?" tanya Ucup.


"Belum, kenapa emangnya abang Ucup?" tanya Lea.


"Gak ada, biasa Lea tanya Zai ama abang sekarang gantian abang tanya Zai ama Lea." Ucup yang tersenyum melihat ke arah Lea.


"Hahaha, abang Ucup bisa aja nih." Lea yang tertawa mendengar perkataan Ucup.


"Abang pamit pulang dulu ya Lea." Ucup yang berjalan meninggalkan Lea.


"Tunggu dulu abang." Lea yang melihat ke arah kaki Ucup. Ucup yang berjalan tanpa mengunakan alas kaki.


"Ada apa Lea?" Ucup membalikan badan melihat ke arah Lea.


"Abang kok nyeker?" tanya Lea.

__ADS_1


"Biar mirip ayam jago," jawab Ucup.


"Hahaha, si abang mah becanda terus nih aku tanya serius. Kenapa abang nyeker?" Lea yang tertawa mendengar perkataan Ucup yang menurutnya terdengar lucu.


"Abang lagi terapi Lea." Wajah Ucup yang berubah menjadi serius.


"Abang gak lagi bohongkan ama aku?" tanya Lea.


Deg.....


Deg....


Ucup yang terdiam mendengar perkataan Lia, Ucup tidak abis pikir bagaimana Lia bisa tahu kalau dia berbohong.


"Sebenarnya abang malu ngomong ini ama Lea," kata Ucup.


"Abang malu apa? ngomong aja ama Lea gak usah pakai malu." Lea yang begitu penasaran di buat Ucup.


"Sebenarnya tadi sandal Zai hilang di mesjid Lea," kata Ucup.


" Lah apa hubungannya sandal Zai yang hilang kok malah abang Ucup yang nyeker? seharusnya yang nyeker itu Zai," Lea yang masih terlihat binggung ama perkataan Ucup.


"Soalnya sandal jepit yang abang pakai ke mesjid abang suruh dia yang pakai, abang gak tega lihat dia nyeker. Jadi mending abang yang berjalan nyeker." Ucup yang menjelaskan kepada Lea.


"Terus Zai kemana sekarang?" tanya Lea.


"Pulang kerumah," jawab Ucup.


"Enak banget dia pulang ke rumah ninggalin abangnya sampai berjalan sambil nyeker." Lea yang kesal mendengar Zai yang pulang kerumah seperti tidak memperdulikan Ucup yang berjalan sambil nyeker.


"Aku itu pulang ke rumah untuk mengambil sandal buat abang Ucup." Zai yang berjalan menghampiri Ucup dan Lea.


"Bagus deh kalau gitu." Lea yang berbicara dengan nada ketus ama Zai.


"Abang pakai ini." Zai memberikan sepasang sandal kepada Ucup.


"Iya makasih adek." Ucup mengambil sandal dari tangan Zai, lalu Ucup memakai sandal tersebut.


"Sama-sama, ayo kita pulang abang!" Zai yang berjalan pergi meninggalkan Lena dan Ucup.


"Abang Ucup aku mau jogging dulu ya." Lea yang berlari ke arah yang berlawanan dengan Zai.

__ADS_1


Ucup yang merasa bahwa Zai dan Lea tidak seperti biasa. Ucup merasa Zai dan Lea seperti sedang ada masalah.


__ADS_2