
"Kamu cuma tahu sakit kamu, kamu cuma tahu sedih kamu, kamu cuma tahu nangis kamu, tapi kamu gak pernah tahu gimana sakit, sedih nangis, bahkan hancurnya Ry? Hahaha iya lah kamu mana tahu, yang kamu ahu itu cuma tentang kamu sakiti."
Feri dan Gustaf masih saja berdebat tapi menghiraukan perkataan Ucup. Ucup menghentikan mengerjakan tugas kampus tersebut.
"Nih kamu kerjakan." Ucup mengeserkan laptop milik Gustaf ke arah Feri.
"Lah kok aku sih kenapa gak dia aja?"Feri mengeserkan latpop milik Gustaf ke arah Gustaf.
" Ya udah kalian kerjakan berdua." Ucup berdiri dari tampat duduknya.
"Loh, kok kita sih yang ngerjakan tugasnya?"Gustaf dan Feri serentak berkata.
" Aku capek udah dari tadi." Ucup berjalan kesofa yang berada di sebelah Gustaf. Ucup mendudukkan pantatnys di sofa tersebut.
"Abang Ucup." Si cewek yang dari berdiri memperhatikan Ucup. Saat Ucup duduk di sofa yang berada di samping si cewek tersebut.
"Kamu." Ucup menoleh ke arah suara si cewek yang memanggil namanya.
"Dek kok bisa kenal dengan Ucup?" Gustaf menoleh ke arah adeknya, dia terkejut ketika adek menyebut nama Ucup.
"Apa kalian berdua saling kenal?" Feri menatap ke arah Ucup dan si cewek tersebut secara bergantian.
"Iya." Ucup dan si cewek tersebut serentak menjawab pertanyaan Feri.
"Kenapa kalian bisa kenalan?" Feri terlihat penasaran dengan Ucup dan si cewek tersebut sudah berkenalan.
"Ya bisa lah," kata Ucup.
"Dimana adek berkenanlan ama Ucup?" Gustaf yang sama penasaran dengan Feri.
__ADS_1
"Di sekolah," jawab si cewek tersebut.
"Loh kok bisa kamu kenalan ama adek aku di sekolah?" tanya Gustaf.
"Dia kan satu sekolah ama Zai, apa benar dia adek kamu?" Ucup yang melihat ke arah Gustaf dan si cewek itu secara bergantian.
"Dia itu adek aku, kenapa sih emang nya?" tanya Gustaf.
"Kenapa kalian gak mirip?" Feri yang melihat ke arah wajah Gustaf dan si cewek itu secara bergantian. Feri merasa wajah Gustaf dan Si cewek tersebut tidak ada kemiripannya.
"Apa benar kalian itu saudara kandung?" Ucup juga sama dengan Feri merasa curiga bahwa Gustaf dan si cewek tersebut tidak memiliki kemirippan
"Abang Gustaf itu abang sepupu aku abang Ucup." Si cewek tersebut menjelaskan kepada Ucup.
"Makanya aku gak percaya kalau kalian itu saudara kandung soal kalian itu gak ada mirip-miripnya," kata Feri.
"Ooo..... ternyata kalian saudara sepupu." Ucup mengambil segelas kopi yang berada di atas meja lalu dia meminum segelas kopi tersebut.
Uhuk......Uhuk
Ucup yang tersedak saat meminum kopi buatan si cewek tersebut.
"Maka kalau minum kopi tuh baca bismillah," kata Feri.
"Minum tuh pelan-pelan Ucup, lagian gak ada yang mau mengambil kopi kamu," kata Gustaf.
"Abang Ucup gak apa-apakan?" Si cewek yang tampak memperhatikan Ucup.
"Iya."Ucup yang sudah berhenti tersedak.
__ADS_1
"Hm, dek kok perhatian banget ama Ucup?" Gustaf yang melirik ke arah adek nya.
"Apa salah aku perhatian ama abang Ucup?"tanya si cewek tersebut.
" Masak Ucup aja yang di perhatikan, aku juga mau lah dek." Feri yang melihat ke arah si cewek tersebut.
"Idih malas aku memperhatikan kamu." Si cewek tersebut menatap kesal ke arah Feri.
"Kok gitu sih ama abang dek," kata Feri.
"Terus aku harus gimana ama kamu?" si cewek berbicara dengan nada ketus.
"Adek harus perhatian ama abang juga jangan cuma perhatian ama Ucup aja," kata Feri.
"Aku mau perhatian ama siapa saja itu suka-suka aku." si cewek tersebut yang berbicara dengan nada suara yang tinggi.
"Adek kok ngomongnya gitu ama abang," kata Feri.
"Udah-udah kalian jangan ribut di sini," kata Ucup.
"Dek mendingan sana masuk kamar." Gustaf menyuruh adek untuk masuk ke dalam kamar.
"Gak mau aku masih pengen di sini negelihatin abang Ucup." Si cewek tersebut yang tidak mau pergi dari tempat itu.
"Gus biarin aja di sini." Feri menginginkan si cewek tersebut untuk tetap ada di sini.
"Sebaik kamu ke kamar kalau kamu tetap di sini, tugas kampus kami tidak akan selesai." Ucup menyuruh si cewek tersebut untuk pergi dari tempat itu.
"Baiklah aku akan kekamar karena abang Ucup yang memintanya." Si cewek tersebut yang berdiri dari tempat duduk.
__ADS_1
"Giliran abang ngomongin kamu gak nurut, giliran Ucup yang omongin kamu malah nurut," kata Gustaf.
...~ Bersambung ~...