Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Bertemu Fiqrie Dan Dinda


__ADS_3

"Tidak selamanya badai menghadang, tidak selamanya langit mendung, begitu juga dengan kehidupan ini. Tidak akan di isi dengan luka dan duka, tidak hanya di isi dengan masalah saja. Ketika kita sabar dan menjalani dengan sebaik-baiknya, akan ada suka dan tangis harus bahagia."


Setelah rokok Ucup menyala, dia meletakkan korek api di atas meja yang berada di hadapannya.Lalu Ucup berjalan ke arah luar warung tersebut, Ucup berjalan sambil menghisap batang rokok yang telah menyala.


Ucup yang sudah berada di depan warung tersebut mendudukkan pantatnya di atas bangku yang berada depan warung tersebut. Ucup menikmati menghisap sebatang rokok sambil memelamun.


Sebuah motor yang di kendarai oleh seorang pria yang membonceng seorang wanita di belakang nya. Si wanita tersebut melihat ke arah kanan lalu si wanita tersebut melihat sosok yang dia kenal. sedang duduk di depan sebuah warung.


"Bang bang bang, berhenti." Si wanita tersebut menyuruh si pria yang mengendarai motornya untuk berhenti mengendarai motornya.


Si pria yang mendengar perkataan si wanita tersebut, dia menepikan motornya lalu dia mengrem motornya sehingga menimbulkan bunyi.


Ciiitt.............. Ciiitt


"Ada apa Beb?" Si pria tersebut membuka kaca helem nya.


"Itu Ucup bukan Ayang?" Si wanita tersebut menujukan jarinya ke arah ke arah Ucup yang duduk di bangku depan warung.

__ADS_1


"Iya, ngapain tuh anak masih di situ." Si pria tersebut melihat ke arah jari yang di tunjuk si wanita tersebut, dia melihat Ucup yang sedang duduk di depan warung.


"Ayo kita samperin ke sana Ayang!" si wanita tersebut mengajak si pria untuk menghampiri Ucup.


"Baiklah lah Beb." Si pria tersebut kembali mengendarai motornya ke arah Ucup. Si pria tersebut mengendarai motor lalu dia membelokan motornya ke arah kanan. Setelah itu motor si pria tersebut berhenti di depan warung tersebut. Si wanita tersebut turun dari motor si pria tersebut.


Si wanita itu berjalan ke arah Ucup yang sedang duduk sambil melamun dan menikmati menghisab sebatang rokok.


"Ucup." Si wanita tersebut sudah berdiri di hadapan Ucup.


Ucup belum menyadari bahwa si wanita tersebut sudah berdiri di hadapannya karena dia sedang asik melamun memikirkan perkataan Eko.


Si pria yang memikirkan motornya di depan warung tersebut, lalu dia turun dari motor tersebut.Si pria berjalan menghampiri si wanita tersebut dan Ucup. Si pria yang sudah berdiri di hadapan di samping si wanita tersebut.


"Ucup." Si Pria tersebut memanggil nama Ucup dengan nada suara yang keras.


"Abang." Ucup yang tersadar dengan lamunan lalu melihat ke arah si pria dan si wanita yang sudah berdiri di hadapannya. Ucup terkejut saat melihat si pria dan si wanita yang berada di hadapannya. Si pria dan si wanita tersebut merupakan sosok yang Ucup kenal yaitu Fiqrie dan Dinda.

__ADS_1


"Kamu gak kuliah?" Fiqrie yang melihat ke arah Ucup.


"Kuliah, abang dan kakak apa kabar?" Ucup membuang batang rokok ke tanah lalu dia menginjak batang rokok tersebut agar batang rokok tersebut mati.


"Alhamdulillah kami baik baik, gimana kabar kamu?" Fiqrie dan Dinda serentak berkata.


"Alhamdulillah baik, abang dan kakak duduk dulu." Ucup menyuruh Fiqrie dan Dinda untuk duduk di bangku.


"Kamu kenapa belum pulang kerumah?" tanya Fiqrie.


"Ini aku mau pulang abang," jawab Ucup.


"Tapi kenapa kamu di sini?" tanya Fiqrie.


"Aku tadi haus abang makanya minum dulu," jawab Ucup.


"Lah tadi abang lihat kamu itu lagi duduk sambil merokok bukan sambil minum." Fiqrie yang meragukan perkataan Ucup.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2