
"Sembilan bulan ibu aku merakit tubuh aku untuk menjadi mesin penghancur badai, maka tak pantas aku tumbang hanya karena mulut seseorang."
Zai melihat ayah yang sedang memijat ibu, ibu berbaring di atas tikar dengan posisi telungkup. Ayah yang sedang duduk disamping ibu sambil memijat betis ibu.
"Hmmmmm." Zai sengaja berdehem agar ibu dan ayah menyadari kehadiran di ruangan keluarga.
"Zai."Ayah menoleh ke arah suara tersebut, ayah melihat Zai yang sedang berdiri di ruang keluarga.
"Apa ayah melihat abang Ucup?" tanya Zai.
"Tumben kamu cari Ucup, ada apa emangnya?" Ayah merasa heran Zai mencari Ucup, karena jarang sekali Zai bertanya tentang keberadaan Ucup.
"Itu ada temannya yang cari abang Ucup, apa ayah tahu dimana abang Ucup?" tanya Zai.
"Dapur," jawab ayah.
"Aku ke dapur dulu ayah." Zai berjalan ke arah dapur meninggalkan ayah dan ibu yang berada di ruangan keluarga.
Ucup berjalan keluar dari dapur lalu dia berpapasan dengan Zai.
"Mau kemana?" Ucup yang berhenti berjalan melihat ke arah Zai yang berada di depannya.
"Abang di cariin tuh." Zai yang berdiri sambil diam di hadapan Ucup.
"Siapa yang cariin aku?" tanya Ucup.
"Abang lihat aja sendiri." Zai yang berjalan ke arah dapur meninggal Ucup yang masih berdiri.
"Ah tuh anak benar-benar menyebalkan mah, aduh kira-kira siapa yang datang mencari aku." Ucup berjalan melewati ruangan keluarga, saat melewati ruangan tamu Ucup melihat ayah yang sedang memijat ibu.
Ayah yang terus saja memijat betis ibu yang sebelah lagi, Ucup tersenyum melihat ayah memijat betis Ibu. Padahal Ucup tahu kalau ayah pasti lebih capek dari pada ibu, walaupun ayah capek tetap saja ayah mau memijat betis ibu. Karena ayah begitu sangat mencintai ibu.
Ucup yang tidak ingin menganggu ayah yang sedang memijat betis ibu lalu dia berjalan ke arah ruangan tamu. Sesampai di ruangan tamu Ucup tidak melihat seorang pun berada di ruangan tamu. Ucup melihat pintu rumah yang terbuka.
Ucup berjalan ke arah pintu rumah, saat Ucup sudah berada di depan pintu rumahnya. Dia mendengar suara Gustaf dan Feri yang sedang berbicara di teras rumah Ucup. Ucup berjalan melewati pintu rumahnya.
Saat Ucup sudah berada di teras rumahnya dia melihat Gustaf dan Feri yang sedang duduk di kursi teras rumahnya.
"Sejak kapan kalian datang?" Ucup berjalan menghampiri Gustaf dan Feri.
"Sejak tadi Ucup." Gustaf yang mendengar suara Ucup lalu menoleh ke arah suara tersebut ternyata Ucup sudah berada di teras.
"Tumben kalian ke sini, ada apa?" tanya Ucup.
"Ya elah Ucup, kok ngomongnya gitu amat," kata Feri.
__ADS_1
"Kan aku merasa heran aja, gak seperti biasanya kalian mau main kerumah aku," kata Ucup.
"Apa Ucup gak suka kalau kita kesini?" tanya Gustaf.
"Aku suka dan bahagia kalian mau kesini." Ucup tersenyum melihat ke arah Gustaf dab Feri secara bergantian.
"Yang benar Ucup?" Feri melirik ke arah Ucup.
"Iya benar suwer." Ucup yang mengangkat jari di sebelah kanan sambil membentuk huruf V.
"Apa kamu tadi lagi ngapain?" tanya Gustaf.
"Aku nyuci piring," jawab Ucup.
"Wwwwkkk." Gustaf dan Feri tertawa terbahak-bahak mendengarkan perkataan Ucup bahwa dia tadi selesai mencuci piring.
"Apa yang lucu?" Ucup yang keningnya berkerut melihat Gustaf dan Feri yang tertawa terbahak-bahak.
"Aku bayangin kamu nyuci piring makanya ketawa," jawab Gustaf.
"Perasaan gak ada yang lucu kalau kamu bayangin aku nyuci piring," kata Ucup.
"Menurut aku lucu karena jarang cowok mau nyuci piring soalnya itu pekerjaan cewek," kata Gustaf.
"Nyuci piring itu emang banyak di lakukan cewek tapi itu bukan perkerjaan cewek. Cowok juga bisa mencuci piring." kata Ucup.
"Gak, kenapa emangnya?" tanya Ucup.
"Aku mau ngajak kamu pergi, gimana?" tanya Feri.
"Emang kalian mau ngajak aku kemana?" tanya Ucup.
"Nongkrong, gimana Ucup?" tanya Feri.
"Maaf aku gak bisa," jawab Ucup.
"Kenapa?" tanya Gustaf.
"Kalian tahu sendiri aku gak kerja udah pasti gak ada uang buat nongkrong," jawab Ucup.
"Kalau soal itu kamu gak usah khawatir Ucup, kita berdua yang mentraktirkan kamu, jadi gimana Ucup?" Gustaf yang memasang wajah yang memelas.
"Aduh gimana ya? aku jadi gak enak ama kalian," Ucup yang merasakan tidak enak kepada Gustaf dan Feri.
"Mau gak mau kamu harus ikut titik." Feri yang memaksa Ucup agar ikut nongkrong bersama Gustaf dan Feri.
__ADS_1
"Baiklah kalau kalian memaksa aku." Dengan terpaksa akhirnya Ucup mau pergi bersama mereka.
"Nah gitu dong." Gustaf yang terlihat senang karena Ucup mau nongkrong bersama mereka.
"Ayo sekarang kita berangkat!" Feri yang mengajak Gustaf dan Ucup untuk pergi
"Tunggu dulu," kata Ucup.
"Lah dalah tunggu apa lagi?" tanya Feri.
"Aku mau pamit dulu ama ayah aku," jawab Ucup.
"Ya udah sono kamu pamit," kata Gustaf.
" Kita tunggu di sini," kata Feri.
"Iya aku kedalam dulu." Ucup berjalan ke dalam rumahnya.
Setelah berpamitan ama ayah Ucup berjalan keluar dari rumahnya. Dia menghampiri Feri dan Gustaf yang sedang duduk di teras rumahnya. Feri dan Gustaf melihat ke arah Ucup, dia yang sudah berdiri di hadapan Feri dan Gustaf dengan wajah terlihat sedih.
"Kenapa Ucup?" Feri dan Gustaf serentak bertanya kepada Ucup.
"Gak ada apa-apa." Ucup menggelengkan kepalanya.
"Kalau gak ada apa-apa, kenapa wajah kamu seperti itu?" tanya Feri.
"Apa orang tua kamu memberikan izin?" tanya Gustaf.
"Gak," jawab Ucup.
"Berarti kamu gak bisa pergi ama kita." Gustaf yang wajahnya terlihat sedih karena perkataan Ucup.
"Kata siapa aku gak bisa pergi ama kalian?" tanya Ucup.
"Ya kata kamulah," jawab Feri.
"Kapan aku ngomong seperti it? seingat aku kalau gak pernah ngomong kayak gitu." Ucup yang sedang mencoba mengingat perkataannya.
"Lah tadikan kamu di tanya Gus, apakah kamu udah dapat izin dari orang tua lalu kamu jawab gak itu berati orang tua kamu tidak memberikan izin kepada kamu untuk ikut bersama kami nongkrong," kata Feri.
"Iya aku emang ngomong kayak gitu, tapi aku rasa kalian salah paham dengan kata-kata yang aku katakan tadi." Ucup merasa bahwa Gustaf dan Feri tidak mengetahui maksud dari perkataan Ucup tersenyum.
"Maksud kamu apa Ucup?" Gustaf yang merasa bingung dengan maksud dari perkataan Ucip.
"Aku mau tanya apa kalian berpikir bahwa kedua orang tua aku tidak memberikan izin kepada aku untuk nongkrong dengan kalian berdua?" tanya Ucup.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...