Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Gaji Pertama Ucup


__ADS_3

"Kita gak boleh tumbang hanya karena ganasnya mulut seseorang, bangkitlah buktikan kamu bisa."


Seminggu Kemudian.........


Ucup sudah keluar dari kantor tata usaha kampus, dia berjalan dengan keadaan yang lesu. Karena Ucup sudah mengajukan cuti kuliah selama 1 semester dia merasa sedih dan tidak bersemangat.


Bruuukk........... Bruuukk


"Maaf." Ucup berjalan tidak melihat ke depan pasangannya dari tadi hanya melihat kebawah sehingga dia menabrak seorang."


"Iya, udah aku maafin.Abang Ucup kenapa?" Aqila melihat si penabrak ternyata Ucup, dia melihat ke arah wajah Ucup yang tampak lesu.


"Tidak apa-apa, kalau begitu saya permisi dulu." Ucup melihat ke arah wajah Aqila lalu dia memaksakan diri untuk tersenyum, setelah itu dia berjalan pergi meninggalkan Aqila yang terus saja menatap kepergian Ucup.


Setelah kepergian Ucup, Aqila seperti menyadari bahwa Ucup sedang ada masalah itu bisa terlihat dari wajah Ucup yang tadi terlihat sedih dan tidak bersemangat. Saat berjalan pergi meninggalkan dia juga seperti itu.


Ucup sudah berjalan menjauh dari Aqila, dia hanya ingin segera pergi dari kampus. Ucup merasa malu kalau harus berada di kampus terlalu lama. Sehingga dia memutuskan untuk segera berjalan pergi.


"Ucup." Gustaf yang melihat Ucup segera memanggil Ucup. Tetapi Ucup terus saja berjalan tanpa memperdulikan panggilan Gustaf.


"Itu kan Ucup, kok dia yang ngejawab kamu panggil." Feri menujukan jarinya ke arah Ucup yang sedang berjalan terburu-buru.


"Iya itu dia, mungkin dia gak dengar aku memanggilnya." Gustaf berpikiran positif bahwa Ucup tidak mendengar suara dia memanggil namanya, sehingga Ucup tidak menjawab dan berjalan pergi meninggalkan kampus.


"Bisa jadi," kata Feri.


Ucup terus saja berjalan walaupun sebenarnya dia tadi mendengarkan suara Gustaf yang memanggil namanya tetapi untuk saat ini Ucup merasa ingin sendiri. Makanya Ucup bergegas berjalan meninggalkan kampus dia hanya ingin segera pergi dari kampus tersebut. Kalau Ucup makin lama berada di kampus tersebut maka dadanya akan semakin sesak merasakan bahwa dia harus meninggalkan kampus tersebut dalam waktu 6 bulan.


Ucup sudah berada di parkiran kampus, dia segera menaiki motornya lalu dia mengendarai motornya. Ucup melajukan motornya tanpa memiliki tujuan, dia bingung mau kemana karena perasaan yang sedang tidak menentukan. Akhirnya Ucup memutuskan untuk ke sekolah Zai, Ucup melajukan motornya ke arah sekolahan Zai.


Ucup sudah berada di dekat gerbang sekolah Zai. Ucup memikirkan motornya sambil menunggu Zai pulang sekolah. Ucup mengeluarkan sebungkus rokok dan korek dari saku celana. Dari mengambil sebatang rokok dalam bungkus tersebut. Ucup menghisap rokok tersebut sambil memikirkan, dimana dia akan mencari pekerjaan untuk mengumpulkan uang.


Ucup sudah bertekad akan bekerja untuk mengumpulkan uang agar dia bisa membayar uang semester nya. Tapi dia bingung belum tahu mau kerja apa. Makanya dia sedang mencari pekerjaan.


Malam Harinya........


Ucup sedang berada di depan warung sambil duduk dan menghisap sebatang rokok.


"Ucup." Seorang pria memanggil Ucup.

__ADS_1


"Eh, ada abang Agus." Ucup melihat pria yang sudah berdiri di hadapan dia, dia menyalim tangan Agus.


"Kamu apa kabar?" Abang Agus duduk di bangku yang ada di hadapan Ucup.


"Sehat, abang apa kabar?" Ucup yang bertanya balik ke Agus.


"Tidak baik." Agus yang wajahnya terlihat kusut.


"Lah, kenapa abang?" tanya Ucup.


"Abang lagi ada masalah ini," jawab Agus.


"Masalah, apa abang coba cerita ke saya mungkin saya bisa bantu abang?" tanya Ucup.


"Abang kan dapat borongan membangun rumah, tapi kerenet abang itu lagi sakit jadi abang gak punya kernet. Abang bingung mau cari kerenet dimana?" tanya Agus.


"Kalau aku aja gimana abang Agus?" tanya Ucup.


"Terus kuliah kamu bagaimana?" tanya Agus.


"Saya ngambil cuti kuliah abang Agus," jawab Ucup.


"Kenapa kamu ngambil cuti kuliah?" tanya aAgus.


"Apa kamu tidak bisa bayar uang semester?" tanya Agus.


"Iya, saya lagi butuh kerjaan buat bayar uang semester," jawab Ucup.


"Apa kamu bisa kerja berat?" Agus meragukan Ucup, karena biasa mahasiswa tidak akan kuat kerja jadi kernet bangunan. Kerja juga berat harus mengangkat semen setra membawa pasir semua perkerjaan kernet bangunan mengunakan tenaga.


"Insyaallah, saya bisa abang. Saya udah biasa kerja di kebun membantu ayah mencabut singkong." Ucup mencoba menyakinkan Agus bahwa dia bisa kerja berat.


"Baguslah kalau begitu Ucup." Agus belum merasa yakin bahwa Ucup bisa kerja berat, dia ingin membuktikan perkataan Ucup dengan melihat sendiri.


"Jadi kapan aku bisa mulai bekerja abang?" tanya Ucup.


"Besok kamu langsung datang aja kerumah abang." Agus menyuruh Ucup untuk bisa datang ke rumahnya besok.


"Kira aku kesana besok itu kapan?" tanya Ucup.

__ADS_1


"Kamu datang aja pagi, kita akan langsung berangkat bersama ke tempat pembangunan rumah. Kamu jangan lupa bawa bekal makan siang soalnya kita pulang sore, kita juga akan makan di tempat kerja," jawab Agus.


"Baiklah abang." Ucup yang sudah mengerti dengan perkataan Agus.


"Apa sudah tidak ada yang kamu tanyakan lagi?" tanya Agus.


"Soal gajinya kita harian atau borongan abang?" Ucup yang ingin mengetahui gaji yang dia dapat dari bekerja di sana.


"Kita kerja borongan, jadi kita dibayar setelah kerjaan kita selesai. Makannya kita harus cepat mengerjakan pembangunan rumah itu agar kita cepat dapat uangnya." Agus menjelaskan kepada Ucup tentang gajinya.


"Kira-kira gaji, aku berapa abang?" tanya Ucup.


"Kalau kita bisa menyelesaikan pembangunan rumah dalam 1bulan maka gaji kamu aku kasih 6 juta, bagaimana?" tanya Agus.


"6 Juta abang?" Ucup menangkat kepala lalu dia melihat ke arah wajah Agus.


"Iya, apa kurang gaji segitu?" tanya Agus.


"Bukan, justru itu terlalu banyak abang. Itu sudah bisa bayar uang semester aku." Ucup yang matanya berbinar setelah mendengarkan perkataan Agus mengenai jumlah gaji yang akan dia berikan ke Ucup. Gaji yang akan di berikan ke Ucup tersebut nominal begitu besar.


"Jadi uang semester kamu segitu, kalau begitu ku harus giat bekerja agar pekerjaan kita selesai tepat waktu.


Sebulan Kemudian...........


Setelah pulang kerja Ucup tidak pulang melainkan singgah kerumah Agus. Ucup sudah berada di ruangan tamu rumah Agus. Mereka sudah menyelesaikan pembangunan rumah maka mereka juga sudah di bayar lunas oleh pemilik rumah.


"Ini gaji kamu, coba kamu hitung." Agus meletakan amplop berwarna kuning di meja yang berada di hadapan Ucup.


Ucup mengambil amplop yang berada di atas meja tersebut lalu dia membuka amplop tersebut, Ucup mulai menghitung uang yang berada di dalam amplop tersebut. Setelah menghitung uang tersebut Ucup, dia mengetahui uang tersebut lebih.


...~ Bersambung ~...


* Kira Ucup memberitahu Agus uang di dalam amplop itu lebih atau tidak?


* Apakah Agus sengaja meletakkan uang lebih untuk menguji kejujuran Ucup?


*Sampai ketemu di bab selanjutnya.


Promo Mampir Ke Novel Karya Ry yang baru

__ADS_1


berjudul Ry Benci PakPol



__ADS_2