Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Merokok


__ADS_3

" 10K bareng temen bisa di ketawa, 10K bareng gebetan di ketawain 😂."


Esokan Harinya........


Ucup yang sedang menyapu halaman rumahnya, dia mengumpulkan daun-daun mangga yang berserakan di halaman rumahnya mengunakan sapu. Selain itu Ucup menyapu bungkus-bungkus plastik jajanan yang ada di halaman rumahnya.


Ucup mengumpulkan semuanya di pinggir rumah, setelah semuanya terkumpul Ucup berjalan ke arah dapur. Sesampainya Ucup di depan pintu yang berada di dapur.


"Ibu ada korek?" Ucup yang berdiri di depan pintu dapur.


"Korek untuk apa?" Ibu yang mendengar suara Ucup lalu berjalan ke arah suara tersebut.


"Aku mau bakar sampah, jadi mana koreknya ibu?" Ucup yang mengulurkan tangan kepada ibu.


"Tidak ada, bukanya biasa kamu bawa korek kemana-mana untuk merokok." Ibu yang melihat ke arah Ucup.


"Astafirallah aku lupa ibu." Ucup menepuk jidat nya lalu dia memasukan tangannya ke saku celananya.


"Gimana ada koreknya?" tanya ibu.


"Nih ada ibu rokok dan koreknya." Ucup yang mengeluarkan sebungkus rokok merek Sampoerna dan korek.


"Apa Ucup tidak bisa berhenti merokok?" tanya ibu.


"Gak bisa ibu," jawab Ucup.


"Kenapa Ucup tidak bisa berhenti merokok?" tanya ibu.


"Ucup sudah kecanduan ibu," jawab Ucup.


"Ibu mau tanya tapi Ucup harus jujur jawabnya," kata ibu.


"Ibu mau tanya apa, aku akan jujur menjawabnya," kata Ucup.


"Ucup dari kapan merokok?" tanya ibu.


"Aku akan jawab tapi ibu janji dulu kalau tidak akan marah dengan aku, bagaimana ibu?" tanya Ucup.

__ADS_1


"Ibu janji tidak akan marah ama Ucup, asalkan Ucup ngomong jujur ama ibu," jawab ibu.


"Aku merokok dari Smu ibu." Ucup yang menundukan wajahnya.


"Smu kelas berapa?" tanya ibu.


" Satu ibu," jawab Ucup.


"Bagaimana Ucup bisa merokok sedangkan ayah dan abang fiqrie tidak merokok?" tanya ibu.


"Waktu itu seorang teman sekelas memberikan sebatang rokok kepada Ucup. Awalnya Ucup menolak ibu, tapi lama-kelamaan teman sekelas Ucup yang lain terus saja mencoba membujuk Ucup untuk mencicipi sebatang rokok. Bahkan mereka sampai mengejek-ejek Ucup saat itu ibu." Wajah Ucup yang berubah sedih ketika mengingat kembali kejadian di Smu.


"Emang mereka mengejek apa ama Ucup?" tanya ibu.


"Mereka mengejek Ucup dengan sebutan culun, cupu dan kayak bencong. Ucup gak terima saat mereka mengejek Ucup dengan sebutan bencong, mereka mengatakan kepada Ucup kalau tidak mau di ejek dengan sebutan bencong maka Ucup harus merokok. Lalu seorang memberikan sebatang rokok kepada aku ibu.


"Aku mengambil rokok tersebut dari tangan dia, dia menghidupkan rokok yang aku pegang lalu mereka menyuruh aku untuk menghisap rokok tersebut. Saat pertama kali Aku menghisap rokok aku terbatuk-batuk ibu. Mereka malah menertawakan aku dengan terbahak-bahak ibu. Aku tidak pernah merokok baru itu pertama kali aku merokok sehingga aku tidak tahu cara merokok, maka aku membuang rokok tersebut.


"Kenapa Ucup tidak mengadu dengan guru yang ada di sekolah saat itu?" tanya ibu.


"Kalau aku mengadukan dengan guru masalah itu bukannya selesai maka akan semakin bertambah parah ibu, aku akan di ejek dengan sebutan tukang ngadu ama semua teman di kelas aku. Aku juga akan semakin di ganggu dan di kerjain ama mereka ibu.


"Hari berikutnya aku memperhatikan mereka yang sedang merokok lalu setelah itu mereka memberikan aku rokok ibu. Aku mengambil rokok tersebut lalu mereka menghidupkan rokok yang ada di tangan aku. Aku mulai menghisap rokok tersebut, aku sudah bisa menghisap rokok."


"Karena selalu di berikan sebatang rokok secara gratis aku mulai kecanduan ibu. Aku kecanduan merokok sampai sekarang ibu."


"Kalau Ucup tidak bisa berhenti merokok maka Ucup harus mencoba untuk mengurangi merokok. Ucup pasti tahu kalau merokok tidak baik untuk kesehatan." Ibu yang mencoba menasehati Ucup.


"Iya aku akan mencoba mengurangi merokok. Aku mau membakar sampah dulu ibu." Ucup berjalan ke arah pinggir rumah yang sudah terkumpul sampah.


Ucup menyalakan korek api lalu membakar semua sampah yang sudah dikumpulkannya. Setelah api tersebut menyala lalu mulai membakar sampah yang terkumpul di sana.


Brum.....Brum


Ucup melihat motor yang ayah kendarai berhenti di halaman rumah. Ayah memakirkan motornya di halaman rumah. Ucup berjalan menghampiri ayah, ayah mencoba membuka tali yang mengikat sebuah karung di jok belakang motor.


"Apa isi karung ini ayah?" Ucup yang sudah berada di samping motor ayah.

__ADS_1


"Rumput." Semua tali yang terpasang sudah terlepas, ayah memegang karung tersebut.


" Biar Ucup aja yang bawa ayah." Ucup yang memukul sekarung yang berisi rumput.


"Ucup sekalian kasih kambing makan." Ayah yang melihat Ucup sedang memikul sekarung yang berisi rumput.


"Iya ayah." Ucup yang berjalan sambil memikul karung yang berisi rumput.


Sesampainya Ucup di depan kandang kambing Ucup menurunkan sekarung rumput tersebut.


Embek.......Embek


Suara kambing peliharaan ayah yang berjumlah dua ekor kambing dewasa yang berjenis kelamin jantan dan betina lalu dua ekor anak kambing yang berjenis kelamin betina.


Ucup membuka karung tersebut lalu Ucup meletakan rumput di tempat makan kambing tersebut. Sedangkan kedua anak kambing yang Ucup suapin dengan memegang rumput yang mengarah ke arah di depan mulut kambing tersebut.


Kedua anak kambing tersebut memakan rumput yang Ucup pegang. Ucup terlihat senang melihat kedua anak kambing tersebut lahap memakan rumput yang di pegang Ucup.


Setelah selesai memberi makan kambing Ucup berjalan kearah rumah.


Ucup yang sudah berada di dalam kamar mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu kamarnya. Setelah mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu kamarnya Ucup meletakan handuk tersebut di bahunya.


Ucup berjalan keluar dari kamarnya, ucup berjalan ke arah kamar mandi. Ucup yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi, dia mencoba membuka pintu kamar mandi ternyata pintu kamar mandi terkunci dari dalam.


Ucup yang berdiri di depan pintu kamar mandi menunggu orang yang masih berada di dalam kamar mandi tersebut.


Byuur.......Byuur


Ucup mendengar suara seorang yang sedang mandi di dalam kamar mandi. Ucup mendengar suara air yang sedang membasahi badan orang tang berada di dalam kamar mandi. Ucup yang terus saja berdiri di depan pintu kamar mandi sambil menunggu orang tersebut untuk keluar dari kamar mandi.


Ceklek.....Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka lalu seorang yang berada dari dalam kamar mandi keluar. Ternyata ayah yang berada di dalam kamar mandi. Saat ayah sudah keluar dari kamar mandi, Ucup yang mau masuk ke kamar mandi di cegah.


"Tunggu aku duluan, udah di ujung nih."


Brak.....Brak

__ADS_1


...~ Bersambung~...


__ADS_2