
"Pacaran LDR itu ibarat hotspot dengan Wifi, dekat dia tersenyum, namun ketika jauh dia akan mencari perangkat lain agar bisa tersambung."
"Sabar sebentar lagi Zai juga datang," kata ayah.
"Ternyata ayah dan abang di sini." Zai yang sudah berada di ruangan tamu.
"Akhirnya nongol juga kamu." Ucup yang berdiri dari tempat sofa.
"Ayo kita berangkat ke mesjid!" Ayah berdiri dari sofa ruangan tamu, lalu dia berjalan ke arah pintu rumah.
Setelah selesai melaksanakan shalat subuh berjamaah mereka berjalan pulang kerumah. Saat mereka sedang berjalan menuju ke arah rumahnya.
"Abang hari kuliah?" Zai yang berjalan di samping Ucup.
"Gak, kenapa emangnya?" Ucup berhenti berjalan lalu dia menoleh ke arah Zai yang berada di samping nya.
"Kalau begitu motor abang hari ini aku bawak ke sekolah," jawab Zai.
"Gak boleh." Ucup tidak membolehkan Zai untuk membawa motornya ke sekolah Zai.
"Kenapa aku gak boleh bawak motor abang?" tanya Zai.
"Kamu belum punya SIM, jadi gak boleh bawak motor kesekolah." Ucup memberitahukan alasannya kepada Zai, bahwa Zai tidak boleh mengendarai motor ke sekolah.
"Tapi Aska belum punya SIM udah bawak motor ke sekolah abang," kata Zai.
"Aska kan gak punya saudara, kalau dia gak bawak motor kesekolah.Emang siapa yang ngantar Aska kesekolah?" tanya Ucup.
"Ya gak ada, ayah Aska gak peduli ama dia dan ibu Aska gak bisa bawa motor," jawab Zai.
"Aska itu bawa motor ke sekolah karena keadaan seperti itu berbeda dengan keadaan kamu, kamu masih punya abang yang bakal mengantarkan kamu kesekolahan," kata Ucup.
Zai berjalan meninggalkan Ucup yang masih berdiri di jalan. Zai berjalan dengan wajah cemberut ke arah rumah.
Rumah
Ucup sudah berada di dalam kamarnya, dia sedang menganti pakaiannya. Ucup memakai baju koas dan celana training.
Tok....... Tok
"Ucup." Ayah mengetuk pintu kamar Ucup.
"Iya ayah." Ucup yang mengenali suara ayahnya.
"Apa ayah boleh masuk?" tanya ayah.
__ADS_1
"Boleh, masuk saja pintunya tidak di kunci ayah." Ucup menyuruh ayah untuk masuk di dalam kamarnya.
Ceklek....... Ceklek
Ayah membuka pintu kamar Ucup, setelah itu pintu kamar Ucup terbuka ayah berjalan masuk ke dalam kamar Ucup.
"Ada apa ayah mencari aku?" Ucup berjalan menghampiri Ayah yang sudah berada di dalam kamarnya.
"Ucup hari ini ke kampus?" tanya ayah.
"Tidak, ada apa ayah?" tanya Ucup.
"Ayah mau ngajak Ucup hari ini kerja di kebun pak Budi, apa Ucup mau?" Ayah melihat ke arah Ucup yang sedang berdiri di hadapan dia.
"Aku mau, kapan kita berangkat kesana yah?" tanya Ucup.
"Bagaimana kalau sekarang kita berangkat kesana? pak Buditadi menelpon ayah menyuruh ayah untuk kebunnya sekarang.
"Aku mau saja, tapi aku belum sarapan ayah. Jadi bagaimana ayah?" tanya Ucup.
"Kita sarapan di kebun pak Budi saja," jawab Ayah.
"Baiklah ayah," jawab Ucup.
"Kunci motor Ucup mana?" tanya ayah.
"Ambil kunci motor kamu lalu bawa sini kunci motornya." Ayah menyuruh Ucup untuk mengambil kunci motor miliknya.
"Baiklah yah." Ucup berjalan mengambil kunci motornya yang berada di atas meja belajar. Setelah itu Ucup berjalan ke arah ayah nya.
"Sini kunci motornya." Ayah yang meminta kunci motor Ucup dari tangannya Ucup.
"Ini kunci motornya, sebenarnya buat apa ayah minta kunci motor aku?" Ucup menyerahkan kunci motor miliknya kepada ayahnya.
Setelah ayah mendapatkan kunci motor milik Ucup lalu dia membalikan berjalan ke arah pintu kamar Ucup.
"Ayah mau kemana?" Ucup yang melihat arah berjalan meninggalkan kamar Ucup.
Ayah tidak menjawab pertanyaan Ucup dia terus berjalan ke arah pintu kamar Ucup. Ayah berjalan melewati pintu kama Ucup. Setelah keluar dari Ucup ayah masuk ke dalam kamar Zai yang berada di samping kamar Ucup.
"Zai." Ayah memanggi nama Zai.
"Apa ayah udah dapat kunci motor abang?" Zai yang sedang berdiri di depan lemari pakaian menoleh ke arah ayah yang sudah berada di dalam kamar Zai.
"Udah ini." Ayah menujukan kepada Zai bawah dia sudah mendapatkan kunci motor Ucup.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu ayah." Zai berjalan ke arah ayah sambil tersenyum.
"Apa Zai yakin mau bawa motor ke sekolah?" tanya Ayah.
"Yakin, sini berikan kuncinya ama aku ayah." Zai sudah berdiri di depan ayah, dia meminta kunci motor yang sudah berada di tangan ayah.
"Tunggu dulu, Ayah bakal ngasih kunci motor ini tapi Zai harus janji dulu ama ayah." Ayah belum mau memberikan kunci motor kepada Zai, ayah menginginkan Zai berjanji dulu kepada ayah.
"Ayah mau aku berjanji apa katakan lah?" Zai menyuruh ayah berbicara.
"Berjanjilah bahwa Zai akan berhati-hati mengendarai motornya, selain itu Zai harus berhati-hati dengan pak polisi, bagaimana Zai?" tanya ayah.
"Baiklah aku berjanji, sekarang berikan kunci motor pada aku ayah." Setelah mengucapkan janji Zai meminta kunci motor kepada ayahnya.
"Ini kunci motornya, ayah harap Zai bisa menjaga kepercayaan yang ayah berikan. Kalau Zai tidak bisa menjaga kepercayaan yang ayah berikan maka ayah tidak akan pernah memberikan kepercayaan kepada Zai lagi." Ayah memberikan kunci motornya kepada Zai, ayah mengingat Zai untuk menjaga kepercayaan yang ayah berikan.
"Aku akan menjaga kepercayaan yang telah ayah berikan, terimakasih ayah." Setelah kunci motor berada di tangan Zai, Zai mengatakan pada ayah bahwa dia akan menjaga kepercayaan yang telah ayah berikan. Zai juga mengucapakan terimakasih kepada ayah.
"Sama-sama Zai, kalau begitu ayah pergi dulu." Ayah yang berpamitan kepada Ucup.
"Ayah mau kemana?" tanya Zai.
"Mau ke kebun pak Budi," jawab ayah.
"Inikan masih pagi ayah, kok ayah udah mau pergi ke kebun pak Budi?" tanya Zai.
"Soalnya ayah mau ikut membantu Pak Budi untuk memanen jagung nya," jawab ayah.
"Apa ayah mau berangkat sendirian?" tanya Zai.
"Tidak, ayah pergi ama Ucup," jawab ayah.
"Kalau begitu ayah dan abang hati-hati perginya." Zai menyalim punggung tangan ayah.
"Iya, Zai juga hati- hati di jalan." Ayah berjalan pergi meninggalkan kamar Zai.
"Iya ayah tenang saja aku bakal hati-hati di jalan." Zai yang merasa senang karena telah mendapatkan kunci motor.
Di Kebun Pak Budi
Ayah dan Ucup sudah berada di kebun pak Budi. Mereka berjalan ke arah pondok yang berada di kebun. Sesampainya mereka di depan pondok tersebut.
"Assalamu'alaikum," kata ayah dan Ucup.
"Walaikumsalam, akhirnya kalian sampai juga." Pak Budi berdiri dari pondok tersebut lalu dia berjalan menghampiri Ayah dan Ucup.
__ADS_1
"Apa kabar Budi?" Ayah mengulurkan tangan ke arah Pak Budi.
...~ Bersambung ~...