
"Terima kasih sudah memaki Ry, terima kasih sudah meneriaki Ry, Terima kasih untuk segala hinaan dan kebencian untuk Ry. Karena dengan segala hal itu, Ry mampu menjadi lebih baik dari sekarang. Tidak mudah karam walaupun dihantam badai sekalipun."
Ucup terus melajukan motornya ke arah sekolah Zai. Ucup membelokan motornya ke arah kanan, dia sudah berada di persimpangan ke arah sekolah Zai. Ucup memberhentikan motor melihat ada penjual gerobak keliling di persimpangan itu.
"Pak jual apa?" Ucup yang memberhentikan motornya tepat di hadapan gerobak keliling tersebut.
"Bubur ayam, apa nak mau beli?" Pak penjual tersebut melihat Ucup yang sudah berada di depan gerobak nya.
" 1 porsi pak." Ucup yang duduk di atas jok motornya.
"Mau makan di sini atau dibungkus nak?" tanya pak penjual.
"Bungkus pak," jawab Zai.
"Kalau begitu saya buat dulu."Pak penjual tersebut memasuk bubur ke dalam wadah tersebut, pak penjual tersebut memisahkan kuah bubur ayam tersebut. Setelah itu pak penjual memasuk wadah tersebut ke dalam kantong plastik.
"Apa udah siapa pak?" Ucup yang melihat ke arah pak penjual.
"Udah ini nak."Pak penjual tersebut memberikan sebuah plastik yang berisi bubur ayam di dalam wadahnya.
"Nih uangnya pak." Ucup mengambil kantong plastik dari tangan pak penjual setelah itu Ucup memberikan uang kepada si penjual tersebut.
Ucup sudah berada di depan pintu gerbang sekolah Zai, tetapi pintu gerbang sekolahan Zai sudah tertutup. Ucup memakirkan motornya di samping pintu gerbang sekolah. Ucup turun dari motor lalu dia berdiri di depan pintu gerbang sekolah.
"Pak buka pintu gerbang." Ucup yang berteriak dari luar pintu gerbang.
"Ada urusan apa mau masuk ke sekolah?" Pak satpam yang mendengar teriakan Ucup lalu dia berjalan ke arah pintu gerbang.
"Saya mau bertemu dengan guru, jadi bukakan pintu gerbang nya pak," kata Ucup.
"Ada kepentingan apa kamu mau bertemu dengan guru di sekolah ini?" tanya pak satpam.
"Saya ingin menyampaikan sesuatu kepada guru teberbicara, jadi tolong izinkan saya masuk ke dalam sekolahan ya pak." Ucup yang berbicara dengan memohon kepada pak satpam tersebut.
"Baiklah kalau begitu." Pak satpam menarik pintu gerbang sekolah Zai. Pak satpam melihat Ucup yang sudah berdiri di hadapan pak satpam.
__ADS_1
"Apa saya sudah boleh masuk pak?" tanya Ucup.
" Sudah masuk saja tapi jangan lama-lama ya nak." Pak satpam yang hanya membuka sedikit pintu gerbang sesuai dengan ukuran tubuh seseorang.
'Iya, saya masuk dulu pak." Ucup berjalan terburu-buru melewati pintu gerbang tersebut. Ucup terus berjalan terburu-buru ke arah kelas Zai. Ucup yang belum mengetahui kelas Zai.
Ucup berjalan melewati beberapa kelas, dia juga melihat setiap ruangan kelas dari kaca jendela kelas tersebut. Dia memperhatikan siswa yang berada di dalam kelas tersebut. Dia tidak melihat Aska dan Lea, sehingga dia melanjutkan perjalanan mencari kelas Zai.
Dia berhenti di setiap kelas sambil melihat ruangan isi dalam kelas tersebut. Dia melihat isi dalam kelas lain tetapi dia tidak menemukan Lea dan Aska dalam kelas tersebut. Sehingga Ucup terus berjalan meninggalkan kelas tersebut.
Ucup yang berhenti berjalan melihat isi dalam kelas melalui kaca jendelanya. Tiba-tiba saja seorang yang berjalan di hadapannya menabrak dia.
Bruuukk......... Bruuukk
"Aduh........ sakit." Ucup yang meringis ke sakitan badannya di tabrak seorang.
"Maaf aku gak sengaja." Seorang laki-laki yang menabrak Ucup tersebut menundukkan kepalanya.
"Kalau ngomong itu lihat wajah orang yang kamu aja ngomong jangan nunduk kayak itu." Ucup yang melihat ke arah seorang laki-laki yang berdiri di hadapanny dengan kepala yang menunduk.
"Iya, eh abang ada kok di sini?"si laki-laki tersebut mengangkat kepalanya lalu dia melihat ke arah wajah orang yang dia tabrak. Setelah dia melihat wajah orang yang dia tabrak ternyata adalah orang yang dia kenal.
"Ya tahulah abang kan abangnya Zai," jawab si laki-laki tersebut.
"Bagaimana bisa kamu tahu kalau aku ini abangnya Zai?" Ucup yang terlihat penasaran dengan perkataan si laki-laki tersebut.
"Aku penah mengerjakan tugas kelompok di rumah Zai, aku bertemu dengan abang di sana. Apa abang ingat dengan aku?' tanya si laki-laki tersebut.
" Gak ingat." Ucup mengelengkan kepalanya karena dia tidak ingat dengan wajah si laki-laki yang berdiri di hadapan nya.
"Padahal abang yang memarahin Zai karena ngomong kasar ke aku waktu itu masak abang lupa ama aku sih." Si laki-laki tersebut merasa kecewa saat Ucup tidak mengingat dia.
"Tunggu benar biar aku ingat -ingat dulu." Ucup mencoba mengingat-ingat perkataan si lak-laki tersebut.
"Coba abang ingat-ingat sambil melihat wajah aku." Si lak-laki tersebut menyuruh Ucup untuk mengingat dia dengan cara melihat wajahnya.
__ADS_1
"Oh, aku ingat sekarang, ternyata kamu teman Zai yang waktu itu." Ucup yang sudah ingat dengan si laki-laki yang berdiri di hadapan itu, si laki-laki tersebut teman Zai.
"Alhamdulillah akhirnya abang ingat juga ama aku." Si laki-laki tersebut tersenyum melihat ke arah Ucup.
"Iya aku ingat dengan kamu, tapi aku tidak tahu nama kamu. Jadi nama kamu siapa?" tanya Ucup.
"Kenalin nama aku Anton, nama abang Ucup ya?" Anton mengeluarkan tangan ke arah Ucup.
"Oh jadi nama kamu Anton, iya nama aku Ucup."Ucup menjabat tangan Anton setelah itu dia melepaskan tangan Anton.
"Btw, abang ke sekolah mau ngapain?" Anton yang penasaran dengan Ucup yang jarang sekali masuk ke lingkungan sekolahan Zai, biasanya Ucup hanya menunggu Zai di depan gerbang sekolahan.
"Kelas kamu dimana?" tanya Ucup.
"Emang abang mau ngapain ke kelas aku?" tanya Anton.
"Aku mau menemui guru kamu, makanya. sekarang kamu tunjukan kelas kamu itu yang mana?" tanya Ucup.
"Wah kebetulan aku juga mau kelas nih, ayo abang ikut aku kelas!" Anton yang mengajak Ucup untuk kelas Zai bersama dia.
"Ya udah kamu jalan duluan biar abang di belakang kamu." Ucup menyuruh Anton untuk jalan terlebih dahulu.
Anton berjalan terlebih dahulu ke kelasnya sedangkan Ucup masih berjalan. Anton berhenti berjalan dia sesudah berdiri di depan pintu kelas yang sedang terbuka. Anton mengetuk pintu kelas tersebut.
Tok......... Tok
"Buk, saya boleh masuk?" tanya Anton.
"Iya." Ibuk guru melihat ke arah pintu kelas ternyata Anton sudah berdiri di depan pintu tersebut.
Anton berjalan masuk ke dalam kelasnya lalu dia berjalan ke arah tempat duduknya. Sesampainya di sana Anto menarik kursinya lalu mendudukkan pantatnya di kursi tersebut.
Tap......................... Tap
Tap...........................Tap
__ADS_1
Tap........................... Tap
...~ Bersambung ~...