
"Jangan sibuk mencari tulang rusuk, kalau surga di kaki saja belum mampu kau bahagiakan."
Esokan Harinya..........
Setelah mata kuliah selesai para mahasiswa mulai meninggal kelas. Hanya tinggal beberapa mahasiswa saja yang masih berada di dalam kelas.
"Ucup udah siap ini mau kemana?" tanya Gustaf.
"Pulang." Ucup memasukkan buku dan pena ke dalam tas ranselnya, dia berdiri dari tempat duduk lalu dia membawa tas ransel di punggungnya.
"Kalau gitu kita ikut kerumah kamu." Feri berdiri dari tempat duduk lalu dia merangkul bahu Ucup.
"Ngapain kalian mau ke rumah aku?" Ucup melihat ke arah Feri dan Gustaf secara bergantian.
"Tapi kamu udah janji mau buatin kita keripik singkong, jadi kita mau nagih janji kamu sekarang," kata Feri.
"Maaf kalau hari ini aku gak bisa lain kali aja gimana?" Dengan berat hati akhirnya Ucup mengatakan bahwa hari ini di tidak bisa membuat keripik singkong.
"Lah, kenapa kamu gak bisa hari ini?" tanya Feri.
"Aku capek banget hari ini jadi setelah pulang kampus rencana aku mau tidur siang," jawab Ucup.
"Gimana kalau setelah kamu bangun tidur siang buat keripik singklAong nya?" Gustaf yang berbicara dengan mata penuh harapan menatap Ucup.
"Hm, gimana ya?" Ucup berkata sambil berpikir.
"Plis mau ya, buat keripik singkongnya setelah kamu bangun tidur." Gustaf yang wajahnya memelas melihat ke arah Ucup.
"Entar aku chat kalian kalau aku mau buat keripik singkongnya, sekarang aku mau pulang dulu nih." Ucup melepaskan rangkulan tangan Feri dari bahunya lalu dia berjalan keluar dari kelas tersebut.
Setelah pulang dari kampus Ucup terlebih dahulu melaksanakan shalat dzuhur. Ucup yang sudah selesai melaksanakan shalat dzuhur lalu dia berjalan keluar dari kamarnya. Ucup berjalan ke arah kamar yang berada di sebelah kamarnya.
Tok.......... Tok
"Zai." Ucup yang berdiri di depan pintu kamar Zai sambil mengetuk pintu kamar Zai.
__ADS_1
"Masuk aja abang." Zai yang bangun dari tidurnya lalu dia duduk diatas kasurnya.
"Apa kamu sudah makan?" Ucup membuka pintu kamar Zai lalu dia berjalan masuk ke dalam pintu kamarnya.
"Belum, emangnya kenapa abang?" tanya Zai.
"Kalau gitu, ayo kita makan siang bersama!" Ajakan Ucup.
"Tunggu dulu, emang kita mau makan di mana abang?" tanya Zai.
"Ya makan di rumah lah Zai," jawab Ucup.
"Kalau gitu abang makan duluan saja, aku lagi gak selera makan." Zai yang wajahnya berubah menjadi cemberut mengetahui kalau Ucup mengajak makan di rumah.
"Kamu kenapa gak selera makan?" Ucup berjalan mendekati Zai yang berada di tempat tidurnya.
"Aku bosan makanan pasti 3T." Zai yang berbicara dengan nada yang ketus.
"Apaan tuh 3T?" Kening Ucup berkerut mendengar perkataan Zai.
"Emangnya kamu mau makan apa?" tanya Ucup.
"Ayam bakar," jawab Zai.
Setelah Ucup mengetahui Zai mau makan ayam bakar, dia berjalan pergi meninggalkan kamar Zai. Ucup berjalan ke arah dapur untuk melihat tudung saji. Ucup yang sudah berdiri di depan tudung saji lalu dia membuka tudung saji ternyata di dalam tudung saji terdapat sambal balado telur dan tumis kangkung.
Ucup menutup kembali tudung saji tersebut, sebenarnya Ucup sudah merasakan lapar ingin makan terlebih dahulu tetapi sebagai seorang abang dia juga memikirkan Zai yang tidak mau makan. Akhirnya Ucup memutuskan untuk membeli lauk ayam bakar untuk Zai.
Ucup pergi ke Ampera yang berada di simpang rumahnya untuk membeli ayam bakar buat Zai. Ucup yang sudah sampai di Ampera hanya membeli sepotong ayam bakar bagian paha untuk Zai. Ucup membayar ayam bakar tersebut lalu dia membawa sebuah kantong plastik.
Ucup sudah tiba di rumah sambil membawa kantong plastik. Ucup mengucapkan salam lalu dia membuka pintu rumahnya yang tidak terkunci. Ucup berjalan ke arah kamar Zai saat sudah berada di depan pintu kamar Zai Ucup langsung membuka pintu kamar Zai.
"Zai, coba tebak abang bawak apa ini?" Ucup yang sudah berdiri di depan pintu kamar Zai sambil menujukan sebuah kantong plastik yang dia bawak.
"Gak tahu, emang abang bawak apa?" Zai melihat ke arah kantong plastik yang Ucup bawa.
__ADS_1
"Abang bawa ayam bakar buat kamu." Ucup memberitahukan Zai bahwa dia membawa ayam bakar untuk Zai.
"Yang benar abang." Zai segera turun dari tempat tidur lalu dia berjalan ke arah Ucup yang berada di depan pintu kamar
"Ini coba kamu lihat aja sendiri." Ucup memberikan kantong plastik tersebut kepada Zai.
"Wah ternyata benar ayam bakar, makasih abang baik banget. Ayo kita makan sekarang!" Setelah kantong plastik berada di tangan Zai, dia membuka kantong plastik tersebut ternyata berisi sepotong ayam bakar. Setelah itu Zai menarik tangan Ucup untuk mengajak Ucup makan bersama.
Ucup dan Zai sudah duduk di kursi yang berada depan meja makan, Ucup mengambikan piring lalu dia memasukkan nasi kedalam piring tersebut. Ucup memberikan piring tersebut kepada Zai, lalu Zai mengambil piring tersebut dari tangan Ucup.
Ucup juga mengambil piring lalu dia memasukkan nasi kedalam piringnya. Ucup memasukkan sambal balado telur dan tumis kangkung. Ucup dan Zai membaca doa sebelum makan lalu mereka makan tanpa bersuara di meja makan.
Setelah selesai memakan Ucup mengeluarkan rokok dari saku kantong. Ucup meletakkan sebungkus rokok dan korek api di atas meja makan. Ucup membuka sebungkus rokok tersebut lalu dia mengeluarkan sebatang rokok dari dalam bungkus rokok. Ucup menyalahkan korek api untuk menghidupkan sebatang rokok tersebut.
Ucup mulai menghisap rokok tersebut di hadapan Zai. Zai yang melihat itu segera berdiri dari kursinya. Zai membereskan semua peralatan makan yang berada di atas meja makan.
"Kamu mau ngapain?" Ucup yang melihat Zai sedang membereskan peralatan makan yang berada di meja makan.
"Aku mau cuci peralatan makan yang kotor." Zai membawa semua peralatan makan yang kotor ke westafel.
"Emang kamu bisa mencuci peralatan makan?" Ucup yang melihat Zai sudah berdiri di depan westafel.
"Bisa abang." Zai yang lagi mencuci peralatan makan yang kotor.
Tiga jam kemudian..........
Ucup yang masih tertidur di dalam kamarnya hanya mengunakan celana boxer. Ucup tidur dengan bertelanjang dada karena cuaca begitu panas walaupun di dalam kamar Ucup ada kipas angin. Tetapi udara di dalam kamar Ucup masih terasa panas maka Ucup tidur dengan bertelanjang dada.
Sedangkan Zai yang berada di kamarnya dia tidak tidur melainkan bermain game online bersama Anton dan Ridho. Saar dia masih fokus bermain game online di ponsel, dia mendengarkan suara pintu rumah di ketuk oleh seorang. Zai yang merasa suara tersebut menganggu sehingga dia turun dari tempat tidur.
Setelah itu Zai berjalan sambil bermain game diponsel. Zai yang sudah berada di ruangan tamu.
"Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam, tunggu sebentar," kata Zai.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...