
"Yang datang Ry sambut, yang pergi Ry persilahkan. Bagi Ry hidup itu kayak rumah, Ry itu pemilik nya. Sisanya adalah tamu yang tidak bisa Ry paksa untuk tinggal menetap."
Esok Harinya.......
Setelah Ucup mengantarkan Zai kesekolah, dia segera mengendarai motor ke arah kampus. Pagi ini Ucup ada mata kuliah sehingga dia harus segera pergi ke kampus. Ucup di gerbang kampus, dia mengendarai motornya ke arah parkiran kampus. Sesampainya Ucup di parkir kampus, dia memikirkan motornya di parkiran tersebut.
Ucup turun dari motor lalu dia berjalan di parkiran tersebut. Saat Ucup sedang berjalan ada sebuah motor yang berada di belakang Ucup.
Tiiinn ............. Tiiinn
Ucup yang mendengarkan suara bunyi klakson motor lalu dia mengeserkan badan ke pinggir agar motor tersebut bisa berjalan melewati dia. Ucup yang terus saja berjalan, motor yang berada di belakang Ucup masih terus mengikuti Ucup. Motor tersebut kembali membunyikan klakson, Ucup yang mendengar bunyi klakson motor yang sama lagi.
Ucup yang penasaran akhirnya berhenti berjalan lalu dia membalikkan badan melihat ke arah seorang yang sedang mengendarai motor tersebut.
"Aku pikir tadi siapa? oh ternyata kalian." Ucup mengenali si pengendara motor dan orang yang di bonceng.
"Emang kamu pikir siapa tadi?" tanya Gustaf.
"Pasti cewek lah yang Ucup pikir. " Feri melajukan motornya melewati Ucup, setelah itu Feri membelokkan motornya ke arah kiri. Feri memikirkan motornya di situ lalu Gustaf turun dari motor tersebut.
"Emang kamu pikir, aku itu kayak kamu yang isi otaknya cewek melulu." Ucup berjalan menghampiri Feri dan Gustaf.
"Itu tanda aku normal Ucup mikirin cewek, masak aku mikirin kalian berdua."Feri turun dari motor lalu dia berjalan menghampiri Ucup yang sudah berada di dekat Gustaf.
"Jadi kamu pikir aku gak normal begitu?"Ucup yang menatap tajam ke arah Feri.
"Iya,"jawab Feri.
"Aku ini normal." Ucup menegaskan kepada kedua teman itu bahwa dia laki-laki yang normal.
"Ucup kita butuh bukti kalau kamu itu cowok yang normal," kata Feri.
"Emang kamu butuh bukti apa?" tanya Ucup.
__ADS_1
"Kita mau kamu pacaran, gimana Ucup?" tanya Feri.
"Apa harus aku membuktikan dengan cara seperti itu?" tanya Ucup.
"Iya," jawab Feri.
"Apa kamu keberatan Ucup?" tanya Gustaf.
"Apa kamu juga sama kayak Feri meragukan aku?"tanya Ucup.
"Iya, selama kita berteman aku belum pernah mendengar curhat kamu yang naksir ama seorang cewek,"jawab Gustaf.
"Apa kamu pernah suka ama cewek?" tanya Feri.
"Belum pernah, soalnya aku belum tertarik memikirkan urusan asmara,"kata Ucup.
"Wah berarti benar dong kalau kamu itu gak normal." kata Feri.
"Aku itu laki-laki yang normal hanya saja untuk saat ini aku sedang tidak ingin berurusan dengan urusan asmara," kata Ucup.
"Kalau gak percaya itu sih terserah kalian." Ucup berjalan meninggal Gustaf dan Feri.
"Maka kamu itu harus buktikan ke kita kalau kamu itu cowok normal." Feri yang berjalan menyusul Ucup.
"Dengarkan ya, aku gak perlu buktikan apa-apa kepada kalian berdua kalau aku itu cowok normal." Ucup yang teruss saja berjalan ke arah kelas.
Siang Harinya........
Setelah selesai kuliah pak dosen berjalan pergi meninggal kelas. Beberapa mahasiswa juga beranjak pergi meninggal kelas. Ucup juga sudah beranjak dari tempat duduk lalu dia membawa tas ransel di punggungnya. Dia berjalan ke arah pintu kelas. Gustaf yang melihat ke arah pintu kelas.
"Ucup mau kemana?" Gustaf yang berteriak agar terdengar Ucup.
"Mau pulang." Ucup berhenti berjalan lalu dia kembalikan badan melihat kearah Gustaf.
__ADS_1
"Tunggu kita bareng aja." Gustaf yang berdiri dari tempat duduk nya.
"Gak usah aku dulu aja." Ucup membalikkan badan lalu dia melangkah terlebih dahulu, dia berjalan begitu cepat agar tidak bisa di ikuti oleh Gustaf.
"Ya elah Ucup main pergi aja." Gustaf yang sudah tidak melihat keberadaan Ucup.
"Ya udah kamu ama aku aja." Feri yang berdiri dari tempat duduknya, dia menghampiri Gustaf yang sudah berada di dekat pintu kelas.
Ucup tidak berjalan ke arah parkir motor melainkan dia berjalan ke arah perpustakaan kampus. Ucup berjalan melewati beberapa kelas untuk bisa sampai di perpustakaan kampus, Ucup yang sudah berada di depan pintu perpustakaan kampus. Ucup berjalan masuk melewati pintu tersebut sehingga dia sudah berada di dalam perpustakaan kampus.
Ucup berjalan ke arah rak-rak perpustakaan kampus untuk mencari buku yang ingin dia baca. Ucup sudah berada di depan tak buku lalu dia melihat sambil membaca judul setiap buku yang ada di tak tersebut. Ucup yang merasa tidak ada buku yang dia cari lalu dia pindah ke rak buku yang berada di sebelah nya.
Ucup berjalan ke arah rak buku yang berada di sebelah nya, saat Ucup sudah berada di rak buku itu dia melihat seorang perempuan yang kakinya sedang berjijit untuk mengambil buku yang berada di rak yang paling atas. Ucup berjalan menghampiri seorang perempuan tersebut. Ucup yang sudah berdiri di samping seorang perempuan tersebut lalu dia mengambil buku tersebut dari rak buku yang paling atas.
Ucup memberikan buku yang dia ambil dari rak paling atas, kepada si perempuan tersebut. Si perempuan tersebut terkejut saat dia menoleh ke arah Ucup.
"Ternyata abang di sini juga."Si perempuan tersebut mengambil buku yang berada di tangan si Ucup.
"Apa kamu kenal dengan aku?"Ucup melihat ke arah wajahnya si perempuan tersebut. Ucup merasa sudah pernah bertemu dengan si perempuan tersebut.
" Kita belum saling kenal tetapi kita sudah pernah bertemu.Apa abang ingat dengan aku?" tanya si perempuan tersebut.
"Tidak, bagaimana bisa kita belum saling kenal tetapi sudah pernah bertemu?" Ucup yang terlihat penasaran dengan perkataan si perempuan tersebut.
"Aku sudah pernah bertanya tentang nama abang tetapi abang tidak mau memberi tahu nama abang saat itu. Abang bahkan berjanji kepada aku kalau kita bertemu lagi makan abang akan memberi tahu nama abang kepada aku.Sekarang katakan kepada aku siapa nama abang ?" tanya si perempuan.
"Kapan aku ngomong kayak gitu?" tanya Ucup.
"Abang ngomong seperti itu saat kita bertemu di Indomaret. Apa abang ingat kita pernah bertemu di Indomaret?" tanya si perempuan tersebut.
"Emang kita pernah ketemu di Indomaret?" Ucup yang kening berkerut, dia mencoba mengingat perkataan si perempuan tersebut.
"Pernah, sama seperti yang saat ini abang lakukan yaitu membantu aku mengambil sesuatu di rak yang paling atas. Abang melihat aku kesulitan mengambil sesuatu yang berada di rak atas lalu abang mengambil sesuatu itu setelah itu abang memberikan nya kepada pada aku. Apa abang ingat?" tanya si perempuan tersebut.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...