Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
GasKuy


__ADS_3

"Dan tetaplah berbuat baik Ry, meski tidak diapresiasi, meski kerap di salah pahami, meski tidak ada yang peduli, meski kadang di curigai, meski tidak ada manusia yang membalas kebaikan Ry. Sebab sebuah kebaikan akan melahirkan kebaikan yang lainnya."


Setelah mendengarkan perkataan si perempuan tersebut Ucup terdiam sambil mencoba untuk mengingat kembali kejadian yang di katakan si perempuan tersebut.


"Abang jawab dong tanya aku, jangan diam bae." Si perempuan yang melihat Ucup yang sedang diam lalu dia berbicara dengan suara volume suara yang sedikit keras.


"Emang kamu tanya apa tadi?"tanya Ucup.


"Apa abang udah ingat dengan aku?" Si perempuan menatap Ucup dengan penuh harapan, dia berharap Ucup mengingat semua kejadian itu.


"Kalau aku ingat kenapa? kalau aku gak ingat kenapa juga?" tanya Ucup.


"Kalau abang ingat aku senang tapi kalau tidak ingat aku sedih," jawab si perempuan tersebut.


"Apa kamu benar-benar ingin tahu nama aku?" tanya Ucup.


"Iya aku pengen tahu banget nama abang." Si cewek tersebut menatap Ucup dengan tatapan mata yang berbinar-binar.


"Nama aku Ucup." Setelah memberi tahu nama kepada si perempuan tersebut Ucup berjalan pergi meninggal si perempuan tersebut.


"Abang Ucup tunggu dulu."Si perempuan tersebut berjalan menyusul Ucup.


" Ada apa lagi? bukannya aku udah memberi tahu nama aku kepada kamu." Ucup berhenti berjalan lalu dia membalikkan badan melihat ke arah si perempuan tersebut.


"Kita belum berkenalan abang, nama aku Aqila." Aqila yang sudah berdiri di hadapan Ucup lalu dia mengulurkan tangannya ke arah Ucup.


"Sekarang kita sudah berkenalan kan, kalau begitu aku pamit dulu." Setelah mengetahui nama si perempuan yang sudah tiga kali Ucup tolong, dia ingin beranjak pergi meninggal Aqila.


"Terimakasih abang Ucup beberapa kali sudah membantu aku." Aqila yang menarik tangan karena Ucup tidak mau menjabat tangan nya.


"Kembali kasih." Setelah itu Ucup berjalan pergi meninggalkan perpustakaan kampus.


Seminggu Kemudian........


Siang harinya Ucup sudah berada di depan gerbang sekolah Zai. Ucup sedang duduk di atas motornya sambil menunggu Zai yang belum keluar dari sekolah nya.


Ting...... Tong


Bel sekolah berbunyi menandai waktu jam pelajaran telah berakhir, para siswa telah di perbolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing. Setelah guru meninggalkan kelas maka para siswa berbondong-bondong untuk berjalan ke arah pintu kelas. Mereka berdesak-desakan di pintu kelas.


Ucup melihat ke arah pintu gerbang sekolah beberapa siswa yang sudah keluar dari pintu gerbang sekolah. Saat Ucup melihat ke arah gerbang sekolah dia melihat seorang siswi yang melambaikan tangan sambil berjalan ke arah nya.


"Udah lama abang nungguin aku?" Si siswi tersebut menghampiri Ucup lalu dia sudah berdiri di hadapan Ucup.


"Siapa yang nunggu kamu?" Ucup yang keningnya berkerut mendengar perkataan si siswi tersebut.


"Lah abang di sini lagi nungguin aku kan?"tanya si siswi tersebut.

__ADS_1


"Bukan, aku itu nungguin Zai.Apa kamu melihat Zai?" tanya Ucup.


"Aku tidak melihat Zai." Si siswi tersebut berbicara dengan lesu.


"Ya sudah sana kamu pergi, kenapa kamu masih di sini?" tanya Ucup.


"Aku temanin abang nungguin Zai di sini," kata si Siswi tersebut.


"Gak perlu sebaik kamu pulang sekarang." Ucup yang berbicara dengan suara yang ketus.


Sebuah motor berhenti di hadapan Ucup dan si Siswi tersebut.


"Kamu ngapain di sini ama abang Ucup?" Si cewek yang berada di atas motor membuka kaca helem lalu dia melihat ke arah si siswi yang bersama Ucup.


"Lea kenal juga ama abang Ucup?" tanya siswi tersebut.


"Ya kenalah kami itu tetangga," jawab Ucup.


"Kok Lea gak pernah ngomong kalau tetanggaan ama abang Ucup?" tanya si Siswi tersebut.


"Kenapa aku harus ngomong ama kamu?"tanya Lea.


"Apa Lea kenal ama dia?" tanya Ucup.


"Kenal abang," jawab Lea.


" Tidak,"jawab mereka serentak.


"Kamu ngapain masih di sini?" tanya Lea.


"Bukan urusan kamu." Si cewek tersebut berbicara dengan ketus ama Lea.


"Kamu pasti mau tepe ama abang Ucupkan?" tanya Lea.


"Kamu tahu aja sih kalau aku mau tepe ama abang Ucup." Si siswi tersipu-sipu malu karena Lea mengetahui bahwa dia mau tepe ama Ucup.


"Tepe itu apa Lea?" Ucup yang penasaran dengan kata Tepe lalu dia bertanya kepada Lea.


"Tebar Pesona abang," jawab Lea.


"Zai mana Lea?" tanya Ucup.


"Paling bentar lagi Zai keluar abang," jawab Lea.


Aska dan Zai keluar dari gerbang sekolah, mereka keluar dengan menaki motor Aska. Aska yang melihat ke arah Ucup yang sedang duduk di atas motor sambil berbicara dengan dua orang siswi.


"Zai coba lihat itu abang Ucupkan?" Aska yang memberhentikan motor saat sudah berada di luar gerbang sekolah.

__ADS_1


"Iya, ngapain dia ama kedua cewek itu?" Zai yang melihat ke arah Ucup yang sedang berbicara dengan kedua orang cewek.


"Gak tahu, gimana kalau kita samperin aja?" tanya Aska.


"Gaskuy," jawab Zai.


"Yuhuuy." Aska mengendarai motornya ke arah Ucup.


Saat motor Aska sudah mendekat ke arah mereka. Aska membunyikan klaskon motornya sehingga mereka terkejut saat mendengar bunyi klakson tersebut.


Tiiinn............ Tiiinn


"Astoge."Si siswi tersebut yang terkejut saat mendengarkan suara klakson motor Aska.


" Astaga naga." Lea yang spontan mengucapkan kata itu.


"Astagfirullah." Ucup yang terkejut sambil memegang dadanya.


Aska memberhentikan motor lalu Aska dan Zai melihat ke arah mereka bertiga secara bergantian.


"Udah puas kamu buat kita bertiga kaget." Mereka menatap tajam ke arah Aska dan Zai secara bergantian.


"Ya elah masak kalian bertiga kaget gara-gara dengar bunyi klakson motor aku." Aska yang tidak menyaka bahwa mereka bertiga terkejut saat mendengar bunyi klakson motornya.


"Untung aja kita bertiga gak punya riwayat sakit jantung," kata Lea.


"Kalau kita punya penyakit jantung maka udah meninggol kita mah," kata si siswi tersebut.


"Nagapin kalian di sini dengan abang aku?" Zai menatap Zai dan si siswi tersebut dengan tatapan yang tidak suka.


"Aku nemenin abang Ucup di sini," jawab si Siswi tersebut.


"Udah gak usah modus Yora dengan abang Ucup,' kata Aska.


"Ya elahkan, gak ada salahnya kalau aku modusin abang Ucup." Yora yang secara langsung mengakui bahwa dia sedang modus buat bisa dekat ama Ucup.


"Ayo kita pulang Zai!" Ucup yang mengajak Zai untuk pulang.


"Aku mau pulang dengan Aska abang." Zai menolak ajarkan Ucup untuk pulang bersama.


"Tidak boleh, kamu harus pulang bersama abang." Ucup yang tidak memperoleh Zai pulang dengan Aska.


"Tapi kami ada tugas kelompok abang, jadi setelah ini kami akan mengerjakan tugas kelompok," kata Zai.


"Zai harus pulang dulu setelah itu baru mengerjakan tugas kelompok, kata Ucup.


"Sebaik nya Zai pulang dulu entar aku ke rumah kamu untuk mengerjakan tugas kelompok," kata Aska.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2