Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Gak Usah Khawatir


__ADS_3

"Tahun 2022


Terimakasih untuk segala kenangan yang telah hadir entar itu luka, air mata, kecewa, amarah ataupun bahagia. Satu tahun yang cukup berat tetapi memberi kesan yang tak pernah padam hingga menua terutama untuk Desember, terimakasih telah menjadi bagian dari perjalanan tahun lalu.


Tahun 2023


Selamat datang dan selamat berlayar setahun kedepan bersama Ry. Semoga lebih banyak bahagia yang hadir di tahun ini dari pada luka. Kedatangan mu yang ditunggu-tunggu semoga memberi banyak kejutan baru perihal bahagia, menua bersama, kehadiran seseorang yang di tunggu-tunggu dan segala janjinya yang belum terpenuhi di tahun sebelum semoga terwujud di tahun ini."


Setelah si cewek tersebut pergi meninggalkan mereka. Mereka melanjutkan menyelesaikan tugas kampus.


"Akhirnya selesai juga." Ucup merengangkan badannya.


"Iya," kata Gustaf.


"Ucup ini udah jam berapa?" Feri melihat ke arah Ucup.


"Pukul 22.30 Wib." Ucup melihat ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan sebelah kiri.


"Gak terasa udah malam juga nih," kata Feri.


"Kalian mau pulang atau nginap di sini?" tanya Gustaf.


"Aku pulang." Ucup yang berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Kita bareng aja pulang Ucup,gimana?"Feri yang juga berdiri dari tempat duduknya.


"Iya," jawab Ucup.


"Kenapa kalian gak nginap di sini aja?" tanya Gustaf.


"Kita gak mau ngrepotin kamu." Feri dan Ucup yang berbicara serentak kepada Gustaf.


"Aku gak merasa di repotin ama kamu, kalau kalian pulang jam segini malah buat aku khawatir.'" Gustaf yang wajahnya terlihat khawatir karena Feri dan Ucup jam segitu mau pulang ke rumahnya.


"Lah kenapa kamu khawatir kalau kita pulang?" Feri menatap ke arah mata Gustaf, dia melihat tatapan mata Gustaf yang ada kekhawatiran untuk mereka.


"Apa kamu gak tahu kalau sekarang itu musim begal?" tanya Gustaf.


"Tahu." Ucup menjawab dengan santai pertanyaan Gustaf.


"Terus kalian gak takut di begal?" tanya Gustaf.


"Kalau aku takutnya ama Allah swt," jawab Ucup.


"Nah betul tuh kata Ucup." Feri yang membenarkan perkataan Ucup.


"Yang kalian katakan itu emang benar, tapi tetap aja merasa takut kalau kalian sampai kena begal." Gustaf mengatakan kekhawatirannya kepada mereka.

__ADS_1


"Insyaallah kita gak akan kenapa-kenapa, Allah akan menjaga kita." Ucup menyakinkan Gustaf bahwa mereka tidak akan di begal.


"Kamu tenang aja, gak usah khawatir." Feri yang juga menyakitkan Gustaf agar tidak usah merasa khawatir.


"Kalau gitu aku pamit ya." Ucup yang berpamitan ama Gustaf.


"Sama aku juga pamit ya." Feri yang juga ikut pamit ama Gustaf.


"Kalau begitu kalian hati-hati." Gustaf berdiri tempat duduknya.


"Terus siapa yang bawa tugas kelompoknya?" tanya Feri.


"Biar aku aja yang bawa kelompok nya." Gustaf yang menawarkan dirinya untuk membawa tugas kelompok.


"Jangan lupa besok kamu bawa tugas kelompok nya." Setelah mengatakan itu Feri berjalan meninggal ruangan tamu rumah Gustaf.


"Pasti aku bawa tugas kelompok nya." Gustaf dan Ucup berjalan ke arah pintu rumah Gustaf.


Feri dah Ucup sudah berada di atas motornya mereka menyalakan motornya, lalu mereka mengendarai motor meninggalkan rumah Gustaf. Gustaf melambaikan tangannya ke arah Feri dan Gustaf. Feri dan Gustaf mengendarai motor beriringan hingga mereka tiba di jalan persimpangan tiga jalan raya.


"Ucup kita pisah di sini ya?" Feri mengrem motornya sehingga berhenti lalu dia membuka kaca helem nya.


"Iya." Ucup juga memberhentikan motornya.

__ADS_1


Setelah itu Feri mengendarai motornya ke arah kanan sedangkan Ucup mengendarai motornya ke arah sebaliknya yaitu kiri. Mereka berpisah di persimpangan tiga jalan tersebut.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2