Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Perut Tidak Bisa Kompromi


__ADS_3

"Langit tolong berikan aku jodoh yang terbaik, aku sudah capek ngejomblo."


"Biar aku saja yang buka pintunya ayah." Ucup yang berdiri dari tempat duduknya.


Ucup yang sudah berada di depan pintu rumah lalu dia membuka pintu rumah.


Ceklek......Cekle


"Abang Ucup apa Zai ada?" Aska yang berdiri di depan pintu rumah Ucup.


"Ada, apa Aska udah sarapan?" Ucup yang melihat ke arah Aska.


"Udah, udah kenapa emangnya abang?" tanya Aska.


"Abang sekeluarga mau sarapan, gimana kalau Aska ikut sarapan bersama kami?" tanya Ucup.


"Maaf abang aku sudah kenyang." Aska yang menolak tawaran Ucup untuk sarapan bersama keluarganya.


"Kalau begitu ayo masuk Aska!" Ajakan Ucup.


"Gak usah abang aku di sini aja nunggu Zai," kata Aska.


"Ayo lah masuk Aska!" Ucup yang menarik tangan Aska agar masuk ke dalam rumahnya.


"Tunggu aku lepas sepatu dulu abang." Aska yang melepaskan sepatu dari kakinya, setelah sepatunya lepas dari kaki lalu Ucup berjalan sambil menarik tangan Aska.


Mereka berjalan masuk ke dalam ruangan tamu. Mereka sudah sampai di ruangan keluarga. Aska terkejut melihat keluarga Zai yang sedang berkumpul di ruangan keluarga. Mereka sedang duduk di atas tikar.


"Aska sini duduk." Zai menepuk lantai yang beralaskan tikar yang berada di sampingnya.


"Iya Zai." Aska yang melihat ke arah Zai lalu dia berjalan menghampiri Zai. Dia duduk di samping Zai.


"Zai geser abang mau duduk." Ucup yang mau duduk di samping Aska.


"Iya." Zai yang bergeser duduk nya agar Ucup bisa duduk.


Setelah itu Ucup bisa duduk di samping Aska. Ucup mengambil piring lalu dia memasukan nasi goreng kedalam piring tersebut.


"Nih buat Aska." Ucup memberikan piring yang berisi nasgor kepada Aska.


"Tapi aku masih kenyang abang," kata Aska.


"Udah lah Aska ambi aja nih," kata Zai.


"Iya." Aska mengambil piring dari tangan Ucup.


Sebelum sarapan keluarga Ucup membaca doa sebelum makan setelah itu mereka mulai makan tanpa suara. Aska merasa bahagia bisa merasakan makan bersama dengan keluarga. Selama ini Aska selalu sarapan berdua dengan ibunya saja. Aska merasa sedih karena keluarga tidak pernah sarapan bersama. Ayah akan jarang pulang selain itu kalau ayahnya pulang hanya meminta uang kepada ibu setelah di kasih uang maka ayah Aska akan pergi lagi mah.


Setelah selesai sarapan Zai dan Aska berpamitan untuk pergi ke sekolah. Mereka menyalim punggung tangan keluarga Ucup satu persatu. Setelah itu mereka berjalan pergi meninggalkan keluarga Ucup yang masih berada si ruangan tamu.

__ADS_1


Esokan Harinya.........


Siang harinya Ucup yang berada di dalam kelas. Ucup sedang duduk di kursi yang ada di kelas. Ucup yang sedang berpikir mau menjemput Zai tetapi dia juga takut kalau tiba-tiba dosen masuk ke dalam kelas.


"Ucup kenapa?" Gustaf memegang bahu Ucup.


" Eh gak ada apa-apa Gus." Ucup yang tersadar.


"Pasti nih ada apa-apanya," kata Feri.


"Gak ada kok, kamu aja yang sok tahu," kata Ucup.


"Ya elah Ucup kita itu udah sahabat dari lama, ngelihat wajah kamu seperti itu aja aku udah tahu." Gustaf yang memperhatikan Ucup.


"Emang kenapa dengan aku?" tanya Ucup.


"Kamu terlihat lagi ada masalah Ucup," kata Feri.


" Ucup kalau ada masalah jangan di pendam sendiri mendingan kamu cerita ke kita," kata Gustaf.


"Aku lagi gak ada masalah," kata Ucup.


"Kamu gak bohong ama kita deh Ucup," kata Feri.


"Ayo coba ceritakan Ucup! biar kamu merasa lebih ringan," kata Gustaf.


Iya tidak iya tidak iya tidak


"Udah Ucup gak usah binggung tinggal cerita aja ama kita," kata Feri.


"Siapa tahu dengan Ucup bercerita ama kita berdua, maka kita berdua akan menemukan solusi dari masalah yang Ucup hadapi.


Ucup menceritakan masalah kepada Feri dan Gustaf lalu mereka memberikan saran kepada Ucup untuk segera menghubungi Zai. Setelah Ucup mendapatkan saran dari Gustaf dan Feri. Ucup segera menghubungi ponsel Zai tetapi tidak diangkat ama Zai.


"Gimana Ucup?" tanya Gustaf.


"Gak di angkat," jawab Ucup.


"Kirim chat aja Ucup," kata Feri.


"Baiklah," katw Ucup.


Ucup mulai mengetik pesan yang berisi chat kepada Zai.


📩"Assalamualaikum Zai."


📩"Zai udah pulang?"


Setelah Ucup mengirimkan chat kepada Zai, chat sudah terkirim ama Zai tapi belum di baca ama Zai. Akhirnya Ucup memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku almaternya.

__ADS_1


"Gimana chat Ucup?" tanya Feri.


"Udah terkirim tapi belum di baca ama Zai," jawab Ucup.


"Aku lapar nih mendingan kita ke kantin yuk!" Ajak Gustaf.


"Gak ah," jawab Ucup.


"Kenapa emangnya Ucup?" tanya Gustaf.


"Aku masih kenyang," jawab Ucup.


"Ini itu udah waktu makan siang Ucup, lagian dosen belum masuk," kata Feri.


"Ayolah kita makan ke kantin! aku yang traktir." Gustaf yang mengajak Ucup untuk makan di kantin.


"Maaf aku masih kenyang." Ucup yang merasa malu karena sering di traktir ama Gustaf dan Feri sehingga dia menolak ajakan mereka untuk makan siang di kantin kampus.


Saat Ucup berkata sudah kenyang tetapi perutnya tidak bisa di ajak kompromi sehingga menimbulkan bunyi yang terdengar orang lain.


"Hahaha, kamu dengar suara itu kan Gus?" Feri yang tertawa.


"Hahaha, dengar Feri." Gustaf yang tertawa terbahak-bahak.


"Tadi ada yang ngomong ama aku udah kenyang tapi perutnya bunyi," kata Feri.


"Siapa yang ngomong kayak gitu?" tanya Gustaf.


"Ucup tahu siapa yang ngomong?"tanya Feri.


"Hmmm, aku." Ucup yang wajahnya menunduk karena merasa malu ama Gustaf dan Feri.


Mereka akhirnya berjalan ke kantin kampus. Sepanjang perjalanan ke kantin kampus Gustaf dan Feri tidak berhenti tertawa, mereka menertawakan kejadian saat Ucup mengatakan sudah kenyang tetapi perut Ucup yang tidak bisa di ajak kompromi.


Mereka sudah sampai di kantin kelas, suasana kantin kelas yang terlihat begitu ramai. Ucup dan Feri berjalan mencari bangku yang kosong untuk tempat duduk. Sedangkan Gustaf berjalan ke arah budhe kantin untuk memesan makan.


Ucup dan Gustaf berjalan ke arah bangku yang berada di pojok. Di bangku yang berada di pojok tersebut di duduki oleh dua orang cewek.


"Kita boleh duduk di sini kan?" Ucup dan Feri yang sudah berada di depan bangku si cewek tersebut.


"Boleh," jawab seorang cewek tersebut.


"Kalau begitu kami duduk." Feri yang duduk terlebih dahulu baru setelah itu Ucup duduk.


Ucup duduk di samping Feri, Feri yang terus saja melihat ke arah kedua gadis tersebut. Feri yang ingin berkenalan dengan kedua gadis tersebut.


"Siapa nama kamu?" tanya Feri.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2