
"Setiap mau nyerah ama kamu, aku selalu keingat gimana senangnya bisa kenal ama kamu."
Saat ibu menghubungi nomor ponsel Zai, ibu mendengar bunyi ponsel yang berdering. Ibu berjalan keluar dari kamar sambil mencari bunyi ponsel tersebut berasal dari mana. Ibu terus saja berjalan melewati ruangan keluarga.
Ibu terus saja berjalan sambil mendengar bunyi ponsel tersebut yang bunyinya sudah dekat dengan ibu. Ibu mendengar bunyi ponsel tersebut terdengar dari kamar Zai, lalu ibu berjalan ke arah kamar Zai. Ibu yang sudah berdiri di depan pintu kamar Zai lalu dia membuka pintu kamar Zai.
Ceklek......Ceklek
Ibu berjalan masuk kedalam kamar Zai begitu terkejut ibu saat melihat kamar Zai yang begitu berantakan sekali.
"Astafirallah ini kamar mirip kapal pecah." Ibu melihat selimut, bantal dan pakaian Zai berserakan di lantai kamar. Ibu yang melihat pemandangan itu hanya bisa mengelus dada.
Ibu berjongkok sambil mengambil selimut, bantal dan pakaian yang berada di lantai kamar. Setelah itu ibu berdiri dari jongkok, ibu berjalan sambil membawa selimut, bantal, pakaian Zai dan ponsel ibu.
Ibu yang sudah berdiri di samping tempat tidur Zai lalu meletakan selimut, bantal dan pakaian Zai dia atas tempat tidur. Saat ibu meletakan selimut, bantal dan pakaian Zai di atas tempat tidur, ibu melihat ponse Zai berada di atas tempat tidur. Sekarang ibu mengetahui bahwa ponsel Zai ketinggalan di dalam kamarnya Zai pantas saja saat ibu menelpon nomor ponsel Zia tadi terdengar suara bunyi ponsel yang berasal dari kamar Zai.
Ayah dan Ucup bersama-sama ke arah yang sama, mereka melihat di sekitar jalan tersebut terlihat sepi tidak ada tetangga yang berdiri di halaman rumahnya. Sehingga membuat mereka binggung harus bertanggung kepada siap.
"Ucup." Ayah yang berhenti berjalan.
"Ada apa ayah?"Ucup yang berhenti berjalan lalu menoleh ke arah ayah yang berada di sampingnya.
"Coba lihat Ucup gak ada orang, jadi kita tanya siapa?" Ayah yang terlihat binggung karena melihat jalanan yang sepi.
"Iya sepi ayah, Ucup juga tidak tahu." Ucup yang juga terlihat binggung sama seperti ayahnya.
"Terus kita harus bagaiamana Ucup?" tanya ayah.
"Sebaiknya kita berjalan terus saja ayah, mudah-mudahan natik kita bisa bertemu ama orang yang bisa kita tanyai ayah," kata Ucup.
"Baiklah Ucup." Ayah dan Ucup berjalan kembali.
Setelah berjalan cukup jauh akhirnya ayah dan Ucup melihat seorang ibu yang sedang berdiri di halaman rumahnya. Ibu tersebut sedang menyirami bunga-bunga yang ada di halaman rumahnya. Ayah dan Ucup segera berjalan menghampiri ibu tersebut, meraka sudah berdiri di halaman rumah ibu tersebut.
"Assalamualaikum ibu," kata ayah dan Ucup serentak.
"Walaikumsalam, eh ada pak Jum dan Ucup." Ibu tersebut menoleh ke arah ayah dan Ucup.
"Iya ibuk, apa saya boleh bertanya dengan ibuk?" Ucup yang melihat ke arah ibu tersebut.
"Boleh, Ucup mau tanya apa?" Ibu tersebut melirik ke arah Ucup.
"Ibuk udah lama berada di halaman rumah?" tanya Ucup.
"Dari tadi, ada apa emangnya Ucup?" tanya ibu tersebut.
"Apa ibuk tadi melihat motor Ucup lewat sini?" tanya Ucup.
__ADS_1
"Iya, emang kenapa Ucup?" Ibu tersebut yang di buat penasaran oleh Ucup.
"Apa ibu lihat siapa yang mengendari motor Ucup?" tanya Ucup.
"Yang mengendari motor Ucup seorang laki-laki," jawab ibuk tersebut.
"Bagaimana ciri-ciri wajahnya ibuk?" tanya ayah.
"Saya tidak dapat melihat wajahnya, karena di memakai helem pak Jum," jawab ibu tersebut.
"Bagaimana dengan pakaian yang dia pakai ibuk?" tanya Ucup.
"Dia memakai seragam sekolah putih abu-abu," jawab ibu tersebut.
"Apa mungkin itu Zai ayah?" Ucup mendengar perkataan ibu tersebut bahwa yang mengendari motornya seorang laki-laki. Seorang laki-laki tersebut mengunakan seragam sekolah putih abu-abu, sehingga Ucup merasa yakin bahwa yang mengendari motornya itu adalah Zai.
"Mungkin coba Ucup telepon Zai." Ayah menyuruh Ucup menghubungi nomor ponsel Zai.
"Sebenarnya ada apa pak Jum dan Ucup bertanya tentang orang yang mengendari motor Ucup?" tanya ibu tersebut dengan wajah yang penasaran.
"Tidak ada apa-apa ibuk, terima kasih atas informasinya," kata ayah.
"Sama-sama pak Jum," kata ibu tersebut.
"Kalau begitu kami permisi dulu ya ibuk." Ayah yang berpamitan kepada ibu tersebut.
"Iya pak Jum dan Ucup." Ibu tersebut melihat ke arah ibu tersebut.
Tuuutt......Tuuutt
"Assalamualaikum," kata Ucup.
"Walaikumsalam Ucup." Ponsel Zai yang berada di tangan ibu berbunyi lalu ibu melihat ponsel tersebut berbunyi karena ada telpon dari Ucup. Ibu segera mengangkat panggil telpon dari Ucup.
"Kok ponsel Zai ada sama ibu?" Ucup yang terkejut saat mendengar suara yang orang mengangkat telpon Zai itu ternyata ibunya.
"Ponsel Zai tertinggal di kamar, kenapa Ucup telpon Zai?" tanya ibu.
"Ucup mau tanya sesuatu ama Zai ibu," jawab Ucup.
"Bagaimana dengan motor Ucup, apakah sudah ketemu?" tanya ibu.
"Belum ibu." Ucup yang berbicara dengan suara yang lesu.
"Apa Ucup sudah tanya ke orang-orang?" tanya ibu.
"Sudah ibu," jawab Ucup.
__ADS_1
"Terus apa mereka tahu orang yang membawa motor Ucup?" tanya Ibu.
"Tidak ibu dia memakai helem, ibu udah dulu Ucup mau cari orang yang bawa motor Ucup," kata Ucup.
"Ya suda sana Ucup dan ayah cari, ibu doakan semoga motor Ucup bisa ketemu." Ibu yang mendoakan agar motor Ucup bisa ketemu.
"Aamiin ibu." Ucup yang mematikan panggil telponnya dari ibu
"Gimana Ucup?" Ayah yang melihat ke arah Ucup.
"Ponsel Zai tingga di rumah," jawab Ucup.
"Apa Ucup ada nomor ponsel Aska?" tanya ayah.
"Ada ayah," jawab Ucup.
"Coba Ucup telpon Aska." Ayah menyuruh Ucup menghubungi nomor Aska.
"Baiklah ayah." Ucup menuruti perkataan ayah, dia menghubungi nomor Aska. Tetapi Aska tidak mengangkat panggil telpon dari Ucup. Tidak lama kemudian ponsel Ucup berbunyi ada chat yang masuk ke ponsel Ucup.
Tring......Tring
π©"Assalamualaikum, ada apa abang?"tanya Ucup.
π©"Walaikumsalam, apa Zai ada ama kamu?" tanya Ucup.
π©"Gak, kenapa emangnya abang?" tanya Aska.
π©"Apa kamu bisa menghampiri Zai sekarang?" tanya Ucup.
π©"Maaf gak bisa abang," jawab Aska.
π©"Kenapa kamu gak bisa menghampiri Zai?" tanya Ucup.
π©"Zai sedang jadi petugas upacara bendera abang, sebenarnya ada apa abang? gak biasanya abang chat aku." Aska yang penasaran karena jarang mendapatkan chat dari Ucup.
"Apa kamu tahu tadi Zai kesekolah naik apa?" tanya Ucup.
"Dia kesekolah naik motor abang, kenapa emang abang?"tanya Aska.
"Tidak ada apa-apa, kalau begitu terima kasih infonya Aska," jawab Ucup.
"Sama-sama abang Ucup," kata Aska.
Ayah melihat ke arah Ucup yang sudah selesai mengirimkan chat kepada Aska lalu dia memasukkan kembali ponsel ke dalam saku celana.
"Gimana Ucup?" tanya ayah.
__ADS_1
"Zai yang bawa motornya," jawab Ucup.
...~ Bersambung ~...