Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Gotong Royong


__ADS_3

"Dari pasar membeli pari, beli juga buah kedondong. Baju hilang bisa di cari, Kamu hilang aku gimana dong?"


"Zai, kenapa diam saja? jawab pertanyaan ayah." Ucup yang berbicara dengan volume suara yang agak besar.


"Ah apa abang?" Zai yang tersadar setelah mendengarkan volume suara Ucup yang agak besar.


"Zai belum jawab pertanyaan ayah." Ucup yang menginginkan Zai bahwa dia belum menjawab pertanyaan ayah.


"Emang tadi ayah tanya apa?" tanya Zai.


"Apa adek mau membantu ayah di kebun?" Ayah menanyakan kembali pertanyaan tersebut kepada Zai.


"Kalau di kebun aku ngapin aja ayah?" tanya Zai.


"Adek bantuin ayah memetik daun singkong," jawab ayah.


"Apa cuma itu saja yang aku lakukan ayah?" tanya Zai.


"Iya, jadi gimana adek?" tanya ayah.


"Kalau begitu aku ikut ayah kebun," jawab Zai.


"Kalau Zai ikut ayah ke kebun, siapa yang gotong royong ayah?" tanya Ucup.


"Ucup," jawab ayah.


"Aku setuju dengan ayah, sebaiknya abang yang pergi gotong royong," kata Zai.


"Ucup saja yang pergi gotong royong, gimana. Ucup?" Ibu yang menatap ke arah Ucup dengan memelas, sehingga Ucup merasa tidak tega.


"Baiklah Ucup yang akan pergi gotong royong," jawab Ucup.


"Ayah kapan kita berangkat ke kebun?" tanya Zai.

__ADS_1


"Sebentar lagi kita berangkat kebun,"jawab ayah.


" Kalau begitu aku siap-siap dulu ya ayah." Zai yang berdiri dari tempat duduk lalu dia berjalan pergi meninggalkan dapur.


"Apa ayah mau bawa bekal makan siang?" tanya ibu.


"Tidak usah ibu, natik sebelum waktu makan siang ayah udah pulang." Ayah menolak membawa bekal makan siang karena ayah akan pulang ke rumah sebelum waktu makan siang," jawab ayah.


"Baiklah, jadi ibu harus menyiapkan apa untuk ayah bawa ke kebun?" tanya Ibu.


"Air minum ibu," jawab ayah.


"Air minum ayah mau apa?" tanya ibu.


"Dua botol air putih ibu masukan ke dalam botol aqua yang besar dan kalau kopi ibu masukan ke dalam botol tupperware yang berukuran sedang,"jawab ayah.


" Kalau begitu ibu menyiapkan minuman buat ayah dulu."Ibu yang beranjak dari tempat duduk lalu dia berjalan ke arah rak piring untuk mengambil dua buah botol aqua yang berukuran besar.


Setelah ayah dan Zai pergi ke kebun, di rumah hanya tinggal ibu dan Ucup. Ibu sedang mencuci pakaian di dalam kamar mandi. Sedangkan Ucup menyapu lantai rumah bagian dalam. Ucup menyapu setiap sudut ruangan yang ada di dalam rumah. Setelah selesai menyapu setiap sudut ruangan yang ada di dalam rumah dia menyapu ke arah teras rumah.


"Wah, Ucup rajin sekali."Ibuk memuji Ucup bagi ibuk tersebut Ucup anak yang rajin.


" Ah si ibuk bisa aja." Ucup yang mendengar kan suara seorang wanita lalu dia menoleh ke arah suara tersebut. Ternyata seorang wanita yang berdiri di jalan sambil melihat ke arah Ucup.


"Ucup saya jarang ngelihat anak laki-laki yang mau menyapu rumah. Anak saya yang perempuan saja kalau di suruh baru mau nyapu. rumah," kata ibuk tersebut.


"Kalau begitu ibuk harus memberitahu dia tentang tugas-tugas yang harus dia lakukan saat di rumah," kata Ucup.


"Nantik saya akan beritahukan dia tentang tugas-tugasnyan kalau di rumah," kata ibuk.


"Bagus kalau begitu ibuk, ibuk mau kemana?" tanya Ucup.


"Ibu mau ke warung," jawab ibuk.

__ADS_1


"Ibu mau beli apa kewarung," tanya Ucup.


"Sayuran buat di masak, kalau Ucup sudah nyapu rumahnya jangan lupa pindah ke rumah ibuk ya." Ibuk tersebut tersenyum lalu dia beranjak pergi dari situ.


"Hahaha, si ibuk ada-ada wae." Ucup yang tersenyum melihat si ibuk sudah pergi dari situ.


Rumah Pak Rt


Ucup sudah berada di depan rumah pak Rt bersama dengan orang-orang yang akan melakukan gotong royong. Mereka berdiri di depan rumah pak Rt sambil menunggu pak Rt yang belum keluar dari rumahnya.


"Pak Jumadi kemana Ucup?" Seorang pria yang berjalan menghampiri Ucup yang sedang berdiri dihalaman rumah pak Rt.


"Ayah saya ke kebun pak." Ucup menoleh ke arah pria tersebut.


"Jadi Ucup kesini untuk menggantikan pak Jumadi gotong royong," kata pria tersebut.


"Saya kesini untuk menggantikan ayah gotong royong pak," kata Ucup.


"Wah saya salut dengan Ucup, saya harap semua anak-anak muda di lingkungan ini seperti Ucup." Pria tersebut sudah berdiri di samping Ucup lalu dia merangkul bahu Ucup.


"Aamiin."Orang-orang yang berada di sana mereka serentak berkata seperti itu.


Pak Rt berjalan menghampiri mereka yang sudah berdiri di halaman rumahnya. Pak Rt yang sudah berdiri di hadapan orang-orang lalu dia memberitahukan kepada orang-orang tersebut bahwa mereka akan di bagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok akan menerima tugas yang berbeda dari kelompok yang lainnya.


Pak Rt sudah membagi beberapa orang yang berada di halaman tersebut menjadi beberapa kelompok. Pak Rt juga telah membagi tugas kepada setiap kelompok. Setelah itu pak Rt memberitahukan kepada semua orang yang berada di sana bawa natik pas tengah hari mereka di suruh untuk berkumpul kembali di halaman rumah pak Rt.


Pak Rt menyuruh semua orang untuk melakukan gotong royong. Pak Rt menyuruh mereka melakukan sesuai dengan kelompok dan tugas yang telah pak Rt berikan.


Ucup berserta kelompok mendapatkan tugas membersihkan selokan yang ada di depan setiap rumah. Ucup membersihkan selokan yang ada di depan rumah orang-orang terlebih dahulu dengan mengunakan cangkul yang dia bawa. Saat Ucup membersihkan selokan tersebut dia mencium aroma yang bauk busuk. Bapak-bapak yang ada di kelompok Ucup merasa tidak kuat mencium bauk busuk tersebut.


Mereka menutup hidungnya dengan menggunakan tangannya. Ucup yang mencium bauk busuk dari selokan tersebut berusaha untuk membersihkan selokan tersebut. Didalam selokan tersebut terdapat banyak sampah, masih banyak orang-orang yang suka membuang sampah di selokan.


Padahal dampak dari perbuatan mereka membuang sampah di selokan tersebut akan membuat air yang ada di selokan tersebut tidak mengalir. Apabila hujan secara terus menerus maka menyebabkan air di selokan tersebut tergenang dengan air yang penuh. Air yang sudah penuh di selokan tersebut di tambah lagi dengan hujan yang terus menerus sehingga menyebabkan terjadinya banjir.

__ADS_1


Ucup yang merasa tidak jijik terus saja membersihkan sampah yang ada di selokan. Ucup mengeluarkan semua sampah yang ada di selokan tersebut. Sehingga sudah tidak ada lagi sampah yang berada di selokan tersebut. Setelah selokan di depan rumah tersebut bersih Ucup pindah ke selokan yang ada di depan rumah berikutnya.


...~ Bersambung~...


__ADS_2